Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah lanskap global yang kian bergejolak yang ditandai konflik bersenjata, krisis kemanusiaan, hingga ketidakpastian ekonomi, peringatan Paskah tahun ini menemukan relevansinya yang semakin mendalam. Paskah bukan sekadar ritual keagamaan tahunan, melainkan momentum reflektif yang sarat makna tentang pengorbanan, harapan, dan kebangkitan. Nilai-nilai itulah yang sejatinya dibutuhkan dunia, termasuk Indonesia, saat ini.
Dalam tradisi Kristiani, Paskah menandai pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus, sebuah simbol tertinggi dari kasih yang melampaui kepentingan diri. Pengorbanan tersebut tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mengandung pesan universal, bahwa kemanusiaan hanya dapat bertahan dan bertumbuh jika ada kesediaan untuk memberi, berbagi, dan menanggung beban bersama.
Pesan ini menjadi sangat strategis ketika dunia menghadapi krisis yang tidak lagi mengenal batas negara. Perang, perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, hingga polarisasi sosial adalah tantangan global yang membutuhkan lebih dari sekadar solusi teknokratis. Ia menuntut hadirnya jiwa-jiwa yang rela berkorban demi kepentingan yang lebih besar, yakni kemanusiaan.
Indonesia sebagai bangsa yang majemuk tidak kebal dari tantangan tersebut. Di dalam negeri, kita masih dihadapkan pada kesenjangan sosial, intoleransi, serta dampak ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Dalam konteks ini, Paskah seharusnya menjadi sumber inspirasi untuk membangkitkan etos pengorbanan lintas sekat identitas.
Pengorbanan dalam kehidupan berbangsa tidak selalu berarti tindakan heroik yang besar. Ia bisa hadir dalam bentuk kesediaan menahan diri demi kepentingan bersama, kejujuran dalam bekerja, kepedulian terhadap sesama yang lemah, hingga keberanian untuk menegakkan keadilan. Nilai-nilai ini, jika dirawat secara kolektif, akan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan nasional.
Lebih dari itu, Paskah mestinya mampu membangkitkan solidaritas kemanusiaan antar-anak bangsa. Di tengah derasnya arus informasi dan sering kali disertai disinformasi, masyarakat kerap terjebak dalam polarisasi yang menggerus persatuan. Padahal, tantangan yang dihadapi bangsa ini menuntut kebersamaan, bukan perpecahan.
Solidaritas tidak boleh berhenti pada slogan. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam bentuk membantu korban bencana, memperkuat jaring pengaman sosial, serta membangun ruang dialog yang sehat antarkelompok. Di sinilah nilai pengorbanan menemukan bentuk konkret, ketika kepentingan pribadi atau kelompok diletakkan di bawah kepentingan bersama.
Peringatan Paskah juga menjadi pengingat bahwa setelah pengorbanan, selalu ada harapan. Kebangkitan yang dirayakan bukan hanya peristiwa teologis, melainkan simbol optimisme bahwa kegelapan tidak pernah menjadi akhir. Dalam konteks kebangsaan, ini berarti keyakinan bahwa berbagai kesulitan yang dihadapi Indonesia dapat diatasi melalui kerja kolektif yang dilandasi semangat pengorbanan.
Akhirnya, Paskah mengajarkan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari sumber daya alam atau kekuatan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral warganya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang warganya memiliki empati, solidaritas, dan kesediaan untuk berkorban.
Di tengah dunia yang semakin individualistis, pesan Paskah menjadi semakin penting untuk digaungkan. Indonesia membutuhkan lebih banyak pribadi yang tidak hanya menuntut hak, tetapi juga rela memikul tanggung jawab. Sebab, hanya dengan semangat pengorbanan itulah, cita-cita keadilan sosial dan persatuan nasional dapat benar-benar diwujudkan.
KITA mafhum bahwa saat ini ruang fiskal negara tengah menghadapi ujian berat.
KEPASTIAN kerap menjadi barang langka di tengah gejolak global.
GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.
RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.
SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved