Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Saat Tepat untuk Berhemat

30/3/2026 05:00

SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung. Bukannya mengendur, eskalasi saling serang antara Israel yang disokong Amerika Serikat (AS) dengan Iran justru meningkat.

Kabar terbaru dari Pentagon, kantor Departemen Perang AS sudah berencana mengerahkan ribuan tentara ke Timur Tengah untuk segera mengakhiri perang dengan Iran. Sejumlah spekulasi pun beredar, kehadiran ribuan pasukan tersebut untuk menciutkan nyali 'Negeri para Mullah', atau sebaliknya, bekas kekaisaran Persia itu akan meladeni gertakan 'Paman Sam'.

Kengerian perang terbuka di darat pun kian mencuat karena belum ada dalam sejarah Iran untuk mundur selangkah dalam urusan perang. Kengerian itu tidak hanya milik negara-negara Teluk yang merupakan tetangga dekat Iran, tapi juga menjadi ketakutan global.

Semua negara di dunia mengkhawatirkannya, apalagi jika perang sampai berlanjut ke level perang dunia, dan Iran sejak lama sudah siap untuk itu mengingat kekuatan militer mereka teratas di Timur Tengah.

Tekanan ekonomi global sudah sangat terasa sepanjang Maret ini. Nilai tukar mata uang seluruh dunia langsung anjlok terhadap dolar AS. Harga emas langsung membubung karena semua orang mencari investasi yang paling aman. Terakhir, harga minyak dunia naik tak terkendali, sudah di atas US$110 per barel.

Bagi Indonesia, harga minyak mentah yang gila-gilaan itu jelas sebuah masalah besar. APBN 2026 dirancang dengan asumsi harga minyak di kisaran US$70 per barel. Anggaran yang disiapkan untuk subsidi agar BBM bisa terjangkau masyarakat sebesar Rp25,1 triliun sepanjang 2026.

Namun, dengan harga minyak yang sudah di atas US$100 per barel, tentu dibutuhkan anggaran yang lebih besar lagi untuk menyubsidi harga minyak. Dalam hitungan kasar, bisa di atas Rp100 triliun dibutuhkan tambahan uang APBN untuk menyubsidi harga BBM.

Pertanyaannya, dari mana uang untuk membiayai itu semua? APBN yang masih penuh tantangan sejak awal tahun masih dibebani pula dengan harga minyak yang gila-gilaan.

Terbaru, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) langsung memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke level 2,9% pada 2026, sebelum merangkak naik sedikit ke 3,0% pada 2027.

Untuk Indonesia, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi melambat ke 4,8% pada 2026 dan sedikit naik ke 5% pada 2027. Proyeksi pertumbuhan pada 2026 itu jauh di bawah target APBN 2026 yang dipatok 5,4%.

Penurunan proyeksi pertumbuhan global itu utamanya dipicu oleh lonjakan harga energi dan dampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan harga energi dinilai akan meningkatkan biaya produksi dan menekan permintaan.

Dengan demikian, siap-siap saja industri manufaktur kita mulai mengurangi produksi. Ujung-ujungnya, dan ini yang dikhawatirkan oleh seluruh dunia, pabrik-pabrik akan terus mengurangi karyawan alias melakukan PHK.

Namun, tantangan yang besar tidak boleh menciutkan nyali kita untuk menghadapinya. Apalagi, Indonesia sudah pernah diuji oleh krisis moneter pada 1998 silam, saat nilai tukar rupiah melemah berkali-kali lipat, dari kisaran Rp2.000 menjadi Rp15.000 per dolar AS. Meski waktu pemulihan terbilang berjalan relatif lama, faktanya Indonesia bisa bangkit kembali mulai 2001.

Semangat dan pemikiran positif ini yang harus dijaga dan terus digaungkan ke seantero negeri. Ekonomi memang lagi berat, tapi kita tidak boleh takut menghadapi masa depan.

Mumpung habis Lebaran dan hari ini adalah hari pertama normalnya kembali aktivitas masyarakat seusai libur panjang, saatnya kita berjibaku mulai berhemat, bergotong royong, dan saling membantu demi menghadapi tantangan di depan mata.

Kita juga harus mendukung upaya Presiden Prabowo dalam tekad penegakan hukum agar tak ada lagi pengeruk uang APBN di tengah perjuangan rakyat melewati beratnya tekanan ekonomi. Kita yakin bisa melalui tantangan besar dengan spirit gotong royong.



Berita Lainnya
  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik