Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Setop Obral Izin Eksploitasi Hutan

04/12/2025 05:00

BANJIR bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra kian membukakan mata kita betapa masifnya aktivitas ekonomi di kawasan hutan yang mesti dibayar mahal. Bahkan, teramat mahal karena ratusan nyawa harus melayang akibat kawasan hutan yang rusak.

DPR menengarai kerusakan hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya disebabkan oleh aktivitas ilegal, tetapi juga sebagai akibat dari obral pemberian hak pengelolaan lahan (HPL) oleh pemerintah.

Banyak hutan lindung yang kini sudah berubah status menjadi kawasan ekonomi. Atas nama pembangunan ekonomi, pemerintah pusat dan daerah dengan mudah menerbitkan izin HPL kepada perusahaan untuk mengeksploitasi isi hutan.

Ya, HPL diberikan dengan teramat mudah bak barang obralan. Bahkan ada dugaan asal cuan sudah terlihat di depan mata, aturan pun diterabas karena dinilai menjadi penghalang kemajuan ekonomi.

Negeri ini sejatinya sudah punya regulasi yang amat mumpuni untuk mengatur pemanfaatan hutan. UU No 41/1999 tentang Kehutanan telah mengklasifikasi hutan berdasarkan fungsinya. Ada hutan produksi untuk dimanfaatkan hasil hutannya, ada hutan lindung untuk sistem penyangga kehidupan, dan ada pula hutan konservasi untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Sudah lebih dari seperempat abad usia aturan itu untuk menjaga hutan lindung. Sesuai dengan namanya, hutan lindung ialah kawasan hutan yang wajib dilindungi demi keberlanjutan kehidupan. Fungsinya sangat vital untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia, seperti menyediakan air bersih, mencegah bencana alam (banjir, erosi, tanah longsor), dan menjaga keanekaragaman hayati.

Perlindungan itu penting bukan hanya untuk kehidupan hari ini, melainkan juga bagi generasi mendatang. Sulit dibayangkan akibatnya jika kawasan berstatus hutan lindung justru tak dilindungi. Banjir, erosi, dan tanah longsor menjadi akibat terdekat yang pertama kali akan terjadi. Tiga hal itu yang mewujud menjadi fakta baru-baru ini di Sumatra.

Jika pembabatan hutan lindung dibiarkan dalam jangka panjang, bukan hanya banjir dan tanah longsor yang kian menjadi, melainkan juga hilangnya keberlanjutan kehidupan manusia. Apa yang disampaikan wakil rakyat itu bermula dari beralihnya kawasan hutan lindung menjadi hutan produksi. Itu tak lepas dari banyaknya aturan baru yang kini mempermudah mengeksploitasi isi hutan.

Namun, dengan banyaknya kayu batangan yang hanyut bersama luapan air dan banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sulit dibantah bahwa di kawasan hulu sudah terjadi kerusakan hutan sangat parah. Itulah akibat dari cara pandang yang semata meletakkan keuntungan ekonomi di atas segalanya. Keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan hidup dipandang sebagai prinsip usang.

Karena itu, segera setop pemberian izin HPL untuk mengeksploitasi isi hutan. Aturan harus dikembalikan ke substansi seutuhnya, bukan dibelok-belokkan untuk mengakomodasi urusan hasrat atau syahwat ekonomi.

Hutan lindung harus dikembalikan ke fungsinya semula yang salah satunya sebagai penyangga keberlanjutan hidup manusia. Memang saat ini sudah teramat rusak, tapi belum terlambat untuk memperbaikinya.

Bencana di Sumatra menjadi pelajaran yang sangat mahal dan berharga sekaligus mengingatkan kita semua untuk kembali insaf bahwa keberadaan hutan merupakan sebuah kesatuan utuh dari kehidupan manusia.

Apa pun alasannya, apalagi hanya karena urusan perut, keberadaan hutan tak boleh dinomorduakan. Itu disebabkan, realitasnya, kita yang butuh hutan, bukan sebaliknya karena hutan tak pernah membutuhkan kita.

 

 



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.