Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Melunakkan Ego para Mantan

06/5/2024 05:00

SEBUAH gagasan menarik dilontarkan Presiden terpilih RI Prabowo Subianto. Ia ingin menginisiasi presidential club. Klub tersebut, bila benar terbentuk, akan menjadi klub paling elite seantero Republik ini. Anggotanya ialah para mantan presiden RI yang masih hidup dan presiden yang tengah menjalankan pemerintahan.

Keberadaan presidential club nantinya bisa jadi meniru klub serupa di Amerika Serikat. Saat ini, The Presidents Club mewadahi para mantan presiden Amerika Serikat, yaitu Presiden ke-39 Jimmy Carter, Presiden ke-42 Bill Clinton, Presiden ke-43 George W Bush, dan Presiden ke-44 Barack Obama.

Semestinya Presiden ke-45 Donald Trump juga termasuk anggota Presidents Club. Namun, Trump yang kalah dari Joe Biden dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2000 lalu masih enggan bergabung. Sang mantan yang dikenal temperamental itu bertekad merebut kembali Gedung Putih dalam pilpres November tahun ini.

Para mantan presiden 'Negeri Paman Sam' dalam wadah Presidents Club biasa menghadiri acara-acara besar kenegaraan, seperti inagurasi presiden terpilih dan pemakaman kolega sesama eks kepala negara. Mereka tampil untuk bertukar pikiran atau sekadar berbincang ketika situasi genting yang membutuhkan teladan persatuan menyeruak.

Para eks kepala negara di Presidents Club tidak berasal dari partai yang sama. Mereka boleh jadi musuh bebuyutan dalam politik. Secara pribadi, para mantan presiden itu bahkan tidak saling menyukai. Akan tetapi, kebersamaan para negarawan itu memberikan sinyal yang kuat. Demi kepentingan bangsa dan negara, segala perseteruan pribadi, politik, maupun golongan, bisa dan sudah semestinya dikesampingkan.

Semangat yang sama melingkupi ide pembentukan presidential club yang dicetuskan Prabowo. Sebagian menduga gagasan itu dimaksudkan Prabowo untuk menghilangkan potensi ganjalan politik dalam menjalankan roda pemerintahannya mendatang. Prabowo berkepentingan menjinakkan riak-riak politik sedini mungkin agar tidak mengganggu stabilitas politik di era kepemimpinannya.

Jika dalam The Presidents Club ada Donald Trump, presidential club mungkin akan mendapatkan penolakan dari Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sudah menjadi rahasia umum, putri Presiden pertama RI itu sejak lama tidak akur dengan Presiden ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Belakangan, perseteruan pun mencuat antara Megawati dan Presiden Joko Widodo. Puncaknya pada Pilpres 2024. Prabowo yang didukung Jokowi, yang notabene kader PDIP, menjadi rival pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang diusung PDIP. Hasilnya, Prabowo memenangi perebutan kursi RI-1 dan bakal memimpin negeri ini mulai 10 Oktober mendatang.

Apa pun motivasi pembentukan presidential club hingga tantangan yang mengadang, gagasan itu sangat bagus. Sekadar tampil bersama dengan akrab di hadapan publik saja sudah memberikan sinyal positif yang kuat. Apalagi bila para mantan bertukar pikiran membahas masalah bangsa dan pemecahannya.

Tiap-tiap presiden dalam menjalankan kepemimpinan ditempa oleh berbagai persoalan bangsa yang pelik. Mereka punya pengalaman yang unik dan sangat berharga.

Di kepemimpinan Megawati, era reformasi lahir dan rakyat mulai memilih langsung presiden dan wakil presiden. SBY membuat pertumbuhan ekonomi melesat hingga mencapai 6,5% kendati ketimpangan kesejahteraan masih tinggi. Jokowi yang akan mengakhiri jabatannya dan digantikan Prabowo mewariskan capaian infrastruktur yang luar biasa.

Kita berharap para mantan presiden senantiasa memberikan teladan dengan melunakkan ego, berjalan beriringan untuk kepentingan rakyat dan negara. Jangan pernah lelah memperjuangkan persatuan bangsa meski tantangannya terjal.

 



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal