Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Debat Capres bukan Alat Gosip

03/2/2024 05:00

DEBAT pamungkas pilpres bakal digelar Minggu, 4 Februari. Pamungkas berarti menyelesaikan ataupun mengakhiri. Pamungkas juga dapat dimaknai sebagai perusak ataupun penghancur, bila dalam konteks persenjataan.

Dan, pada Minggu besok, rakyat terkhusus pemilih bisa menyaksikan debat kelima alias pamungkas para calon presiden. Debat yang mempertemukan Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo ini akan menjadi debat resmi terakhir atau penutup menjelang pemungutan suara 14 Februari.

Setiap calon pemimpin bangsa itu akan mengutarakan serta mempertahankan pendapat mereka terkait dengan tema, yakni kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia (SDM), serta inklusi.

Dengan demikian, dalam tempo 120 menit, ketiga capres akan memperlihatkan keunggulan diri ketimbang pesaingnya dalam delapan tema yang terkait dengan keseharian rakyat.

Banyaknya persoalan yang harus dibahas dalam tempo yang singkat membuat publik akan lebih fokus pada sisi karakter ketimbang isu. Bahkan, ada anggapan kalau debat kandidat hanya sebagai hiburan karena tidak mampu menggali apa yang ada di balik benak para kandidat.

Di tema kesejahteraan sosial, bisa saja membahas persoalan kemiskinan yang melanda sekitar 9% warga. Padahal, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, warga miskin dikurangi menjadi tinggal 6,5% hingga 7,5% dari populasi.

Lalu, di isu kesehatan ada persoalan kondisi jutaan anak Indonesia yang mengalami stunting hingga hilangnya pasal mandatory spending 5% untuk kesehatan dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dalam persoalan ketenagakerjaan, Presiden Joko Widodo mengeklaim keberhasilan mengurangi tingkat pengangguran pada 2023. Akan tetapi, ada yang menilai, turunnya angka pengangguran dibarengi penciptaan lapangan kerja yang makin tidak bermutu karena yang meningkat hanya di sektor pekerja informal.

Selanjutnya, di tema pendidikan, ada persoalan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi. Selain itu, persoalan kapasitas dan nasib guru, khususnya guru honorer, serta kebijakan pendidikan yang berubah-ubah serta terputus antara satu dan lainnya.

Belum lagi, masuknya pinjaman online (pinjol) di dunia pendidikan. Di satu sisi, ia sebagai solusi mengatasi persoalan mahalnya biaya pendidikan tinggi, dan di sisi lain, solusi finansial bagi guru yang berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah serta tidak memiliki akses pembiayaan.

Anies, Prabowo, dan Ganjar, dalam kesempatan terpisah, telah menyatakan kesiapan untuk berhadapan. Anies memastikan akan lebih banyak bicara terkait substansi tema ketimbang menampilkan gimik.

Apalagi, Anies selaku mantan rektor, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan, serta Gubernur DKI Jakarta telah mengantongi beragam rekam karya. Jadi, Anies tidak sekadar menyampaikan angan-angan, apalagi angin surga.

Ganjar juga mengaku membekali diri dengan pengalaman selaku Gubernur Jawa Tengah selama dua periode. Walhasil, Ganjar meyakini omongannya akan memiliki basis berupa bukti nyata.

Sebaliknya, Prabowo saat berkampanye di Jawa Timur pada Kamis (1/2) mengaku waswas. Prabowo ternyata masih saja mengungkit-ungkit penilaian Anies saat debat pada 7 Januari. Kala itu, Anies memberi sekor 11 dari 100, sedangkan Ganjar memberi nilai 5 dari 10.

Prabowo dalam berbagai kesempatan memang selalu mengomentari isi debat yang sudah berlalu. Tidak jarang, dia juga membumbui dengan ucapan yang bernada memaki. Tidak mengherankan jika Prabowo sempat dianggap gagal move on.

Padahal, sejumlah akademisi meyakini debat kandidat akan mampu mengubah arah dukungan sebagian pemilih yang masih bimbang alias swing voters. Karena itu, semestinya para kandidat mati-matian untuk mempersiapkan dan mempertahankan diri secara kesatria saat berhadapan dengan lawan di debat. Bukan malah menjelek-jelekkan lawan di panggung-panggung di luar debat. Tidak pantas seorang calon pemimpin bangsa setara dengan penggosip yang kerap bergunjing.

Calon pemimpin bangsa, eloknya, memanfaatkan forum debat pemungkas untuk tampil sebaik mungkin. Debat kandidat menjadi ajang bagi publik untuk menilai kapasitas calon pemimpin mereka. Apakah sang calon memang memiliki isi atau hanya kinclong di kemasan luar.



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal