Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Di Ambang Bencana Kekeringan

10/6/2023 05:00
Di Ambang Bencana Kekeringan
Ilustrasi MI(MI/Duta)

AMARAH alam rupanya belum akan mereda. Ketika pandemi covid-19 baru saja mulai menghentikan amuknya, musim kemarau yang diprediksi akan lebih panas dan lebih panjang tahun ini siap menghadang. Perlu mitigasi dan antisipasi maksimal untuk menekan dampak bencana itu.

Bahwa kemarau akan menjadi biang masalah antara lain dikemukakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Menurutnya, BMKG memprediksi kekeringan akan terjadi pada Juli hingga Oktober 2023. Kekeringan pun diprakirakan tergolong parah, setara dengan kejadian serupa pada 2019.

Kekeringan sulit untuk dihindari karena fenomena alam yang tak bersahabat. Bukan hanya karena El Nino, fenomena Indian Ocean Dipole positif memperparah situasi dan kondisi. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan dampak yang lebih kuat atau signifikan karena kemarau yang lebih panas dengan durasi lebih lama.

Alam memang punya hukum sendiri. Dinamikanya bisa berimplikasi buruk terhadap manusia ketika manusia tak bersahabat atau bahkan merusak alam.

Pemanasan global akibat ulah manusia yang memicu perubahan iklim gila-gilaan telah dan akan membuat hidup manusia lebih sulit.

Menjadi hal yang lumrah ketika bumi yang semakin panas mengakibatkan kekeringan parah. Di lain waktu, hujan yang tak terkendali menyebabkan banjir di banyak tempat di banyak negara, termasuk di negara kita. Musim penghujan kebanjiran, musim kemarau kekeringan. Itu telah menjadi kebiasaan baru, kebiasaan yang tentu saja tak kita harapkan.

Bagaimanapun, kita harus mau dan siap menghadapi anomali alam. Sebagai manusia yang punya akal, kita juga beruntung karena bisa semakin tepat memprediksi gejolak alam termasuk kemarau dan kekeringan di depan mata. Namun, percuma punya akal jika kita mengesampingkan prediksi-prediksi itu. Prediksi adalah bekal untuk mengantisipasi sekaligus menghadapi situasi terburuk sekalipun.

Pada konteks itulah kita mendesak pemerintah baik pusat maupun daerah untuk terus mematangkan kesiapan menghadapi kemarau dan kekeringan. Patut dicatat, kekeringan tak hanya akan berdampak langsung pada orang per orang, tapi juga berakibat jangka panjang terkait dengan ketahanan pangan.

Kemarau dan kekeringan sudah kerap pula memicu kebakaran lahan dan hutan, yang membuat rakyat kita dan juga negara tetangga sesak napas.

Mengoptimalkan fungsi infrastruktur sumber daya air seperti waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya adalah kemestian sejak sekarang. Percuma pemerintah masif membangun waduk, membuat puluhan ribu embung, jika tak bisa dimanfaatkan untuk mengatasi krisis air. Begitu banyak uang rakyat yang dihabiskan untuk membangunnya sehingga harus dipastikan ia memang berfaedah buat rakyat.

Beralih ke tanaman pangan yang lebih tahan kekurangan air juga mesti digalakkan. Kita menyambut baik sejumlah daerah yang telah menginisiasi langkah itu dengan meminta petani menanam padi atau palawija yang tak butuh banyak air. Alam boleh sedang tak bersahabat, tetapi kita tak boleh menyerah begitu saja.

Lebih penting dari semua itu, antisipasi jangka panjang mesti benar-benar dikedepankan.

Saatnya kita mengimplementasikan betul pepatah bijak ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Lebih baik kita jauh-jauh hari menabung hujan ketimbang pontang-panting di saat banjir atau kekeringan datang.

Dengan menabung hujan, kita menyimpan air yang bisa dimanfaatkan saat dibutuhkan. Dengan menabung hujan, kita mencegah air semena-mena mengalir hingga mengakibatkan banjir saat musim penghujan. Membangun banyak embung, waduk, bendungan adalah salah satu cara menabung hujan. Akan tetapi, itu belum cukup. Membuat sumur resapan adalah cara lain yang perlu digiatkan, bukannya malah ditentang karena alasan politik.

Mengubah kebiasaan warga agar lebih ramah dengan air juga penting. Bukan waktunya lagi kita boros air. Tanpa kepedulian bersama, air akan semakin susah didapat, kita pun semakin sering disambangi kekeringan.



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.