Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Menguji Nyali Erick

17/2/2023 05:00
Menguji Nyali Erick
Ilustrasi MI(MI/Duta)

MEMIMPIN federasi sepak bola di negeri yang prestasinya kalah jauh jika dibandingkan dengan kontroversi dan kebobrokan pengelolaannya memang tidak mudah. Bahkan sangat sulit.

Yang dibutuhkan tidak cuma kapabilitas dan profesionalitas tinggi, tapi juga nyali besar untuk menggusur semua persoalan dan benalu yang terus menggelayuti persepakbolaan nasional.

Berkali-kali Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berganti pemimpin, tapi prestasi sepak bola kita tak jua terungkit. Malah yang selalu muncul di setiap era kepemimpinan PSSI ialah permasalahan, baik yang sudah menahun maupun yang baru. Tentang karut-marutnya kompetisi, maraknya praktik pengaturan skor (match fixing), buruknya kualitas wasit, bentrokan antarsuporter dan banyak lainnya.

Semua itu pada akhirnya menciptakan skeptisme masyarakat. Skeptis terhadap persepakbolaan dalam negeri secara umum, pun skeptis terhadap sosok-sosok yang menjadi ketua dan jajaran pengurus PSSI. Publik yang sudah capai menunggu perubahan, nyaris selalu disuguhi kondisi yang status quo dan sengkarut tata kelola yang tak pernah becus. Nyaris tidak pernah ada perubahan, apalagi kemajuan.

Terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, kemarin, pun tak terhindar dari respons skeptis dari publik. Dalam pemilihan Ketua Umum PSSI itu, Erick mendapatkan 64 suara dari total 86 pemilik suara sah. Kandidat terdekatnya La Nyalla Mattalitti hanya mendapatkan 22 suara.

Berlatar skeptisme tadi, muncullah pertanyaan, mampukah Erick membenahi sepak bola Indonesia dengan sebenar-benarnya? Punya nyalikah dia membersihkan persepakbolaan nasional dari kotoran-kotoran yang selama ini seolah tak tersentuh?

Beranikah sang Menteri BUMN itu menjauhkan jarak antara posisinya sebagai Ketua Umum PSSI dan hasrat politik, khususnya untuk kepentingan Pemilu 2024?

Secara kapabilitas dan rekam jejak, mungkin kita tak perlu meragukan Erick Thohir. Sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), ia tentu paham betul bagaimana menangani tata kelola organisasi olahraga. Sebagai mantan pemilik klub Liga Itali, Inter Milan, Erick sangat mengerti memperlakukan sepak bola sebagi sebuah industri. Ia juga tahu bagaimana permainan dan pelaku kotor dalam industri itu bekerja.

Karena itu, seperti yang juga dikatakan Erick Thohir dalam pernyataan pertamanya kepada wartawan setelah menjadi Ketua Umum PSSI, kemarin, yang paling dibutuhkan saat ini ialah nyali. Dia bilang tidak perlu teori untuk memperbaiki sepak bola Indonesia, tapi nyali.

Cocok. Artinya sudah ada kesepahaman di awal antara keinginan publik dan Erick. Tinggal kita tunggu pembuktian dari ucapan dan janji sang ketua umum yang baru.

Kita tahu saat ini PSSI punya sederet utang permasalahan yang belum terselesaikan, baik yang mesti ditanggapi cepat maupun untuk jangka panjang. Pembenahan liga pasca-Tragedi Kanjuruhan dan peningkatan prestasi tim nasional sepak bola ialah salah duanya. Ingat pula, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada Mei 2023.

Anggaplah itu semua ujian awal bagi Erick. Jika betul ia punya nyali untuk melengkapi kualitas dan skill yang dia punya, bolehlah kita menepikan dulu skeptisme dan mulai menaruh harapan akan masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik. Namun, bila ternyata nyalinya ciut, tak perlu ragu kita lontarkan kritik seperti yang sudah-sudah. Buktikanlah Erick.

 



Berita Lainnya
  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.