Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Agar Covid-19 tak Mengganas Lagi

05/7/2022 05:00
Agar Covid-19 tak Mengganas Lagi
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

PANDEMI covid-19 belum juga sirna. Setelah melandai yang membuat kita bisa menikmati pelonggaran, kasus virus korona meninggi lagi dan memaksa kita untuk kembali menjalani pengetatan.

Covid-19 memang tidak seganas dulu. Betul bahwa kasusnya meningkat, penyebarannya pun meluas. Akan tetapi, dampak yang ditimbulkan tak terlalu ganas. Boleh jadi mutasi virus telah menghasilkan subvarian yang semakin lemah. Itulah yang kita harapkan.

Pandemi covid-19 kini banyak dimainkan oleh subvarian BA.4 dan BA.5. Seperti halnya omikron, subvarian ini juga gampang menular, mudah menyebar. Namun, sama juga seperti omikron, tingkat fatalitasnya tak terlalu mencemaskan.

Kendati kasus positif akibat BA.4 dan BA.5 melambung, tingkat kematian tak meningkat tajam. Data per 24 jam kemarin, misalnya, kasus baru covid-19 bertambah 1.434 sehingga total jumlah kasus di Indonesia mencapai 6.095.351 orang sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020. Data juga menunjukkan pasien sembuh bertambah 1.868 orang, sedangkan yang meninggal 9 orang.

Meski jauh ketimbang kasus harian tatkala serangan varian delta sedang ganas-ganasnya dulu, penambahan kali ini terbilang luar biasa. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, kasus covid-19 di Indonesia naik 620%.

Tren yang juga terjadi di tingkat global tersebut jelas tidak main-main. Kita masih boleh bernapas lega karena tingkat risiko akibat covid-19 saat ini tak terlalu tinggi. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa diri lalu menganggap remeh, kemudian mengabaikan segala perangkat pencegahan.

Pengabaian itulah yang mengemuka belakangan ini. Karena merasa korona tak lagi menjadi ancaman, kian banyak masyarakat yang tak lagi peduli pada protokol kesehatan. Lantaran pemerintah telah membuka rantai pengetatan, semakin banyak warga yang larut dalam euforia.

Penggunaan masker sebagai penangkal ampuh agar kita tidak tertular dan menularkan virus kini semakin langka. Pemerintah memang membebaskan rakyat untuk tak lagi memakai masker di ruang terbuka, tapi celakanya kebebasan itu diadopsi pula di ruang tertutup.

Pada konteks itulah kita mendukung sepenuhnya ajakan Presiden Jokowi untuk menggaungkan kembali kepatuhan kepada protokol kesehatan. Realitasnya, korona kembali merajalela. Karena itu, protokol kesehatan niscaya kembali kita kedepankan, jangan lagi ditaruh di belakang.

Apa yang diputuskan pemerintah dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin itu tepat. Perintah Presiden kepada jajaran terkait untuk mengakselerasi vaksinasi terutama dosis ketiga atau booster juga tepat. Selain prokes, vaksinasi penting, sangat penting, untuk mencegah covid-19.

Semakin banyak masyarakat yang divaksin semakin tebal pula kekebalan komunitas. Vaksin dosis pertama memang sudah mencapai 201 juta warga atau 96,79% dari target. Dosis kedua pun sudah 169 juta orang atau 81,22% dari target. Namun, pergerakan vaksinasi dosis ketiga terbilang lambat. Baru 51 juta warga alias 24,50% dari target yang menerima.

Perlu semangat baru lagi untuk vaksinasi booster. Tidak hanya pemerintah dan segala perangkatnya yang ada sebaiknya memberikan vaksin dosis keempat, masyarakat pun perlu kembali bergairah untuk mendapatkan perlindungan itu. Hal itu karena belakangan ini rakyat semakin kehilangan minat untuk disuntik vaksin.

Keputusan pemerintah menjadikan kembali vaksinasi booster sebagai syarat bagi masyarakat untuk mengunjungi ruang publik seperti mal dan tempat wisata perlu segera dieksekusi. Demikian halnya dengan ketentuan booster menjadi syarat melakukan perjalanan dengan transportasi umum.

Pengetatan memang tidak mengenakkan. Namun, ada saatnya ia menjadi pilihan agar covid-19 tak semakin mengganas lagi menyerang kita.



Berita Lainnya
  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.