Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Menuju Koalisi Permanen

25/6/2022 05:00
Menuju Koalisi Permanen
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

PARTAI politik di negeri ini mulai beranjak dewasa dan matang. Tidak lagi main ancam dan suka mutung. Pemimpin partai sudah bisa dan terbiasa duduk bersama membicarakan kepentingan bangsa.

Bisa dan terbiasa duduk bersama di antara para pemimpin partai memperlihatkan kematangan berpolitik. Tidak ada lagi yang merasa hebat dan ingin menang sendiri.

Tatkala para pemimpin partai bisa duduk sama rendah, muncullah keinginan membangun koalisi demi kepentingan bangsa. Bukan semata-mata merebut dan mempertahankan kekuasaan.

Harus jujur diakui bahwa ada kemajuan yang signifikan terkait dengan gagasan koalisi menuju 2024. Partai politik tidak lagi malu-malu membicarakan dan menjajaki koalisi sejak dini.

Tradisi koalisi selama ini dibangun mendekati batas akhir pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden. Koalisi menit-menit terakhir hanya membicarakan pembagian kekuasaan, bukan lagi membahas kemajuan bangsa.

Kali ini, dua tahun menuju suksesi nasional, partai politik sudah secara terbuka membicarakan koalisi. Bukan sekadar bicara, tapi melakukan penjajakan melalui silaturahim politik.

Tidak ada yang tabu dengan koalisi. Meski demikian, perlu pula diingatkan bahwa sudah saatnya membangun koalisi permanen. Hanya koalisi permanen yang bisa mencegah perilaku elite yang senang bersalin mitra koalisi.

Dengan membangun koalisi permanen, partai-partai tidak mudah lompat pagar atau seperti angin yang mudah beralih tanpa meninggalkan jejak dan tanpa malu pula. Masalah utama yang dihadapi dan selalu berulang ialah buruknya komunikasi di antara para elite politik.

Koalisi adalah keniscayaan. Konstitusi menetapkan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilu.

Ketetapan konstitusi itu diatur secara teknis dalam Undang-Undang Pemilu. Diatur bahwa pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Jika menilik manuver partai politik belakangan ini, setidaknya bisa terbentuk tiga atau empat poros pencalonan presiden. Hanya PDIP yang memiliki hak untuk mengusung pasangan calon sendiri karena memiliki 22,26% kursi DPR.

Delapan partai lain di parlemen harus berkoalisi untuk mengusung pasangan capres dan cawapres. Sejauh ini Golkar, PAN, dan PPP sudah berkomitmen bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Total kursi ketiga partai itu 25,73% di DPR.

Masih ada lima partai parlemen dengan kekuatan kursi 50,01%. Mereka bisa saja membentuk dua poros baru lagi untuk mengusung capres di 2024.

Sejauh ini belum ada koalisi permanen. Sebatas penjajakan, belum berujung mengikat perjanjian. Setelah mempunyai capres yang diusung bersama, baru dibuat perjanjian.

Kiranya partai politik sejak dini membangun koalisi dan mengumumkan nama capres. Pengumuman dini itu lebih menguntungkan bagi pemilih karena sudah mengetahui jauh-jauh hari calon pemimpin di 2024.

Jauh lebih elok lagi bila semua capres yang diusung di 2024 dimintai komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang selama ini sudah dilakukan Presiden Joko Widodo. Jangan karena gengsi, pembangunan yang dilakukan pemimpin sebelumnya dinihilkan sehingga membangun mulai dari nol lagi.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.