Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Selamat Jalan Muazin Bangsa

28/5/2022 05:00
Selamat Jalan Muazin Bangsa
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

HANYA segelintir tokoh di negeri ini yang dipanggil guru bangsa. Ahmad Syafii Maarif salah satunya. Pemikiran dan komitmennya atas persatuan, nilai-nilai kebangsaan, pluralisme terus berkumandang dari sosok yang juga dijuluki muazin bangsa ini. Muazin yang secara harfiah artinya pengingat.

Sosok yang kerap mengingatkan pentingnya merawat keutuhan Indonesia dengan mengedepankan prinsip-prinsip bhinneka tunggal Ika. Menjadi oase bagi bangsa ini, di tengah kegersangan penghormatan terhadap kemajemukan dan hiruk-pikuk intoleransi di negeri ini.

Kini Buya Syafii telah berpulang, usai menutaskan hikmatnya di dunia dengan paripurna. Meninggal dalam usia 86 tahun, kemarin, di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Kabupaten Sleman. Bangsa ini telah kehilangan teladan, patut rasanya bagi seluruh negeri ini berduka.

Semasa hidup, Buya dikenal sebagai pengingat, muazin ketika sejumlah pihak kerap berpotensi melanggar batas moral kebangsaan dan keagamaan. Tidak pandang siapa pun itu, Buya tidak pernah segan untuk melontarkan kritiknya.

Ia dengan tegas dan jelas mengkritik upaya pelemahan KPK oleh para elite negeri ini. Begitu pun ketika mengkritisi pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua yang remuk. Padahal, Buya merupakan pendukung Presiden Joko Widodo di periode pertama.

Disebutnya, saat ini pemerintahan diwarnai perilaku korupsi yang menggurita, tata pemerintahan berantakan, hingga sengkarut keuangan di perusahaan BUMN yang terancam bangkrut.

Independensinya sebagai cendekiawan tentu membuat Buya leluasa secara lantang untuk menyerukan koreksi dan evaluasi bangsa ini. Indepensi dari kepentingan inilah yang dijaga selama hidupnya. Bahkan enggan menukarnya dengan jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Begitu pun komitmennya dalam memandang kehidupan beragama, Buya selalu merujuk pernyataan Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta, yang menyatakan tidak rela melihat Islam Indonesia seperti gincu, sibuk dengan seremoni tetapi kehilangan subtansi, mengobarkan 'allahu Akbar' sambil merusak dan menghujat orang lain.

Sebagai salah satu intelektual muslim terkemuka, Buya menegaskan bahwa Islam menghargai kemajemukan itu dan menyuruh semua komponen masyakat bekerja sama berbuat kebajikan demi kepentingan bersama. Penegasan sikap terhadap moderasi beragama.

Dan tentu yang terekam di memori publik, yakni ketika dirinya kerap melontarkan pendapat bahwa Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak melakukan penistaan agama dan tidak boleh dipenjara dengan pasal penistaan agama.

Sebuah gambaran dan pesan yang tegas dan jelas bagaimana seharusnya kehidupan beragama harus dibangun dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Hanya dengan menjaga multikulturalisme, maka Indonesia akan tegak berdiri hingga satu hari menjelang kiamat, seperti yang dicita-citakan Buya.

Buya tidak hanya berkontribusi dalam pemikiran, namun juga keteladanan hidup. Nama besar kerap diidentikkan dengan gaya hidup yang mewah, tidak begitu dengan Buya. Ia masih bersepeda, masih naik kereta dan hidup bersahaja.

Buya Syafii juga pernah viral pada Agustus 2018 lalu lantaran potretnya yang sedang menunggu kereta di Stasiun Tebet. Kesederhanaan Buya Syafii juga terekam saat ia tertangkap kamera tengah mengayuh sepeda di sebuah jalanan kompleks perumahan.

Sebuah anutan yang membuat Buya menjadi tua dengan terhormat, serta disebut sebagai tokoh bangsa yang sejati. Menjadi lilin kewarasan bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Pemikiran Buya mengenai Islam dan masalah-masalah kenegaraan sangat penting untuk dijadikan rujukan bagi membangun masa depan bangsa.

Meski pengabdianmu pada Muhammadiyah, Islam, dan Indonesia telah tuntas paripurna, tentu doamu tidak akan pernah putus untuk masa depan Indonesia. Doakan kami, yang tersisa di negeri ini mampu meneruskan komitmen kebangsaan dan keteladananmu.



Berita Lainnya
  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.