Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Menolak Kampus Persemaian Teroris

27/5/2022 05:00
Menolak Kampus Persemaian Teroris
(MI/Duta)

 

PERGURUAN tinggi berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada saat bersamaan, ia menjadi lembaga persemaian kaum intelektual yang peduli dengan kemanusiaan.

Fakta memperlihatkan bahwa perguruan tinggi tidak selamanya tegak lurus menjaga muruah persemaian intelektual. Kampus mulai terjebak pada disorientasi keberpihakan dan mereduksi pemaknaan intelektualitas.

Kampus mulai disusupi radikalisme, menolak nilai-nilai pluralitas dan universalitas kemanusiaan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar pada saat kuliah umum di Universitas Bung Karno, Jakarta, Selasa (24/5), mengklaim pihaknya memiliki data mengenai sejumlah kampus dan sivitas akademika yang terpapar radikalisme.

Klaim BNPT itu bukanlah isapan jempol. Pada Februari lalu, Densus 88 Antiteror menangkap seorang dosen terduga teroris di Bengkulu. Tentu saja itu bukan kasus pertama.

Kasus teranyar ialah seorang mahasiswa di Malang ditangkap Densus 88 Antiteror. Mahasiswa perguruan tinggi negeri itu ditangkap pada Senin (23/5). Mabes Polri menyebut sang mahasiswa terlibat dalam kegiatan pengumpulan dana untuk membantu kegiatan ISIS di Indonesia. Dia juga disebut mengelola media sosial untuk menyebarkan materi-materi ISIS mengenai terorisme.

Selain itu, menurut Mabes Polri, mahasiswa tersebut berkomunikasi intens dengan seseorang berinisial MR, tersangka perkara terorisme dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap pada awal 2022 karena diduga terlibat dalam perencanaan serangan bom bunuh diri di fasilitas umum dan kantor-kantor polisi.

Jangan pernah lengah dan lelah menghadapi terorisme sebab aksi tersebut terus bermutasi, baik modus maupun pelakunya. Di Indonesia, aksi teror itu bahkan pernah melibatkan anak-anak dan perempuan dalam satu keluarga.

Tindak pidana terorisme merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Dikatakan demikian karena merupakan kejahatan atas pelanggaran kemanusiaan yang dampaknya begitu luas di masyarakat, seperti menyebabkan ketakutan, ancaman, ketidaknyamanan, ketidaktenteraman, penderitaan fisik, psikis, bahkan kematian.

Jaringan teroris terus berupaya melalui berbagai cara untuk melancarkan aksi, dari mengumpulkan dana lewat berbagai modus hingga melibatkan anak-anak, remaja, dan perempuan.

Mencegah terorisme tentu bukan semata tugas Densus 88 dan BNPT, tapi juga perlu melibatkan sejumlah instansi dan lembaga, termasuk sekolah dan perguruan tinggi. Di samping itu, masyarakat, sampai lingkungan terkecil di keluarga, perlu dilibatkan untuk mengantisipasi aksi terorisme ini.

Langkah tersebut penting karena pendidikan di dalam keluargalah yang jadi benteng utama untuk menghindarkan anggotanya dari pengaruh atau anasir-anasir kelompok radikal semacam ini. Di lingkup rukun tetangga/warga pun demikian, harus saling mengawasi, jangan sampai terpengaruh gerakan/aksi terorisme. Bila perlu, laporkan kepada pengurus RT/RW setempat jika ada yang berperilaku mencurigakan. Jangan main hakim sendiri. Bimbing jika memang mereka telah dianggap sesat.

Modus terorisme yang terus berkembang di Indonesia mengharuskan pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif dalam upaya mencegah aksi kekerasan ini. Kepedulian kita kepada lingkungan sekitar amat penting untuk meminimalkan gerak jaringan ini.

Di lingkup sekolah dan perguruan tinggi, misalnya, perlu ditanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi kepada sesama agar siswa/mahasiswa tidak mudah terpengaruh paham-paham radikal yang mengajarkan cara-cara kekerasan dan intoleran. Kiranya, kita memang perlu menjadikan terorisme sebagai musuh bersama, musuh kemanusiaan. Harus tegas ditolak kampus sebagai persemaian terorisme.



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.