Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini merupakan pengujung dari tahun yang, dalam konteks kebangsaan, betul-betul melelahkan di satu sisi, tapi sekaligus menyemburatkan semangat kebangkitan di sisi yang lain. Yang terakhir ini penting karena esok kita sudah mesti mulai merajut hari di tahun yang baru, tentu dengan tantangan yang juga baru.
Sebagai refleksi, penanganan pandemi covid-19 jelas masih menjadi kerja paling berat yang harus dihadapi bangsa ini sepanjang 2021. Di tahun kedua gempuran pagebluk ini, kita sempat limbung ketika puncak transmisi gelombang kedua terjadi pada Juni-Agustus lalu. Kini muncul lagi varian omikron yang kembali menuntut antisipasi cepat dan tepat.
Secara umum, pandemi membuat Indonesia kehilangan sejumput kesempatan dan peluang untuk segera melesat mewujudkan mimpi dan target-target jangka pendek-menengahnya. Namun, bukan berarti langkah mesti terhenti. Covid-19 mungkin bisa menghambat, tapi dia tak boleh menghentikan gerak maju bangsa ini.
Dengan keyakinan dan strategi yang tepat, negeri ini semestinya tak punya keraguan untuk keluar dari krisis. Dulu, covid-19 mungkin melulu soal kisah pilu. Ketika penyebarannya menjangkiti lebih dari 4,2 juta rakyat, 144 ribu di antaranya meninggal dunia. Ketika sektor ekonomi riil terhambat, UMKM menjerit, jutaan orang kehilangan pekerjaan dan jutaan lagi jatuh miskin.
Akan tetapi, terbukti dengan kebijakan yang adaptif dan responsif, dampak pandemi relatif bisa diredam. Di sektor ekonomi, misalnya, hingga triwulan III 2021 Indonesia sudah mampu tumbuh 3,24%. Neraca perdagangan pun mencatat prestasi dengan torehan surplus selama 19 bulan berturut-turut.
Namun, 2021 tak hanya tentang covid-19. Itulah mengapa di awal tadi kita menyebut 2021 sebagai tahun melelahkan karena di waktu nyaris semua fokus dan energi tercurah untuk menahan hantaman pandemi, pada saat sama Republik ini juga mesti menghadapi serangkaian kejadian, peristiwa, dan dinamika lain di luar persoalan covid-19.
Di daftar teratas, bencana alam mengkin menjadi salah satu yang paling menyita fokus perhatian lantaran intensitas kejadiannya yang tinggi dan jumlah korban yang besar sepanjang tahun ini. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, cuaca ekstrem, erupsi gunung berapi datang bertubi-tubi seakan menguji daya tahan negeri ini menghadapi dua jenis bencana sekaligus, alam dan non-alam.
Lalu, yang teramat memprihatinkan, tahun ini kejahatan dan kekerasan seksual begitu banyaknya terungkap. Bahkan menjelang tutup tahun, muncul lagi kasus pemerkosaan biadab terhadap perempuan di bawah umur (14 tahun) di Bandung, Jawa Barat. Ini betul-betul alarm tanda bahaya agar negara segera menyiapkan perangkat perlindungan yang pasti bagi setiap warga negara.
Sangat disayangkan, kejadian-kejadian memiriskan itu terjadi justru pada saat RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) masih saja diperdebatkan dan tidak jadi disahkan belum lama ini. Pada 2022, tidak bisa tidak, RUU TPKS harus menjadi prioritas untuk disahkan demi menghentikan berbagai tindak kekerasan seksual di negeri ini.
Ya, masih banyak sekali PR yang menuntut konsentrasi penuh agar dapat diselesaikan di tahun depan. Tantangan baru pun pasti akan bermunculan. Jangan sampai karena hanya berselang dua tahun menuju pesta demokrasi 2024, pemerintah malah tak fokus kerja di tahun depan karena sebagian orang-orangnya malah sibuk memoles citra topeng politisinya.
Ingat, di 2022 kita punya momentum sangat bagus untuk mengangkat asa dan semangat sebagai bangsa, yakni Presidensi G-20. Posisi itu punya makna amat penting karena Indonesia akan dinilai memiliki perekonomian dan sistem politik yang stabil sehingga mampu menjadi pemimpin dan membentuk kebijakan yang berpengaruh ke seluruh dunia.
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved