Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Damai Saja tidak Cukup

14/12/2021 05:00
Damai Saja tidak Cukup
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

 

AKSI tak patut yang dipertontonkan anggota TNI masih saja terjadi. Mereka dengan mudahnya pamer otot untuk melakukan kekerasan terhadap anggota Polri. Langkah tegas pun mutlak diambil agar aksi-aksi tercela itu bisa disudahi.

Anggota TNI dan Polri seharusnya menjadi mitra sejati dalam melayani, melindungi, dan mengayomi rakyat negeri ini. Sebagai mitra, mereka semestinya menjadi teladan kerekatan.

Namun, tidak semua anggota TNI punya semangat ideal seperti itu. Ada yang justru bertabiat sebaliknya dengan menjadikan anggota Polri sebagai lawan. Persoalan yang sangat sepele sudah cukup bagi mereka untuk memamerkan kedunguan di tempat umum.

Itulah yang terjadi di Kota Ambon, Maluku, 25 November silam. Hanya karena persoalan tilang ketika motornya dipinjam oleh saudaranya, personel Kodam XVI Patimura berkelahi dan menghajar dua anggota Polantas. Peristiwa nan memalukan ini viral di media sosial.

Kelakuan lebih memalukan lagi ditunjukkan oleh tiga prajurit Batalyon Raider 631/Antang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 4 Desember lalu. Mereka tanpa malu menggunakan kerasnya kepalan tangan untuk memukul wajah lembut anggota polisi wanita yang hendak membubarkan keributan.

Seperti biasa, baik pejabat TNI maupun Polri di wilayah tempat kejadian menyatakan kejadian-kejadian itu hanyalah kesalahpahaman. Seperti yang sudah-sudah pula, mereka menegaskan bahwa permasalahan sudah diselesaikan dan kedua pihak telah saling memaafkan.

Namun, beda dengan insiden-insiden yang lalu-lalu, kali ini damai saja tidak cukup. Tak tanggung-tanggung, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa langsung menginstruksikan agar peristiwa itu diproses hingga tuntas.

Bagi Jenderal Andika, saling memaafkan satu soal, penindakan soal yang lain. Berdamai boleh-boleh saja, tetapi anggota yang bersalah tetap harus mempertanggungjawabkan kesalahannya.

Panglima TNI betul. Kita memang tak boleh menoleransi sedikit pun anggota TNI yang sumbu pendek, yang emosional dan gampang pamer otot. Prajurit beda dengan orang kebanyakan. Mereka dididik untuk disiplin, loyal pada intistusi dan segala peraturannya, serta patuh pada hukum.

Mendewakan kekerasan bukanlah jati diri anggota TNI, termasuk jika kekerasan itu ditujukan pada personel Polri. Akan sangat berisiko seandainya prajurit dan anggota Polri mudah marah lalu mengandalkan fisik untuk menyelesaikan masalah.

Menindak tegas anggota yang mengedepankan kekerasan meski sudah ada perdamaian perlu dilakukan untuk menghadirkan efek jera. Itulah yang kurang dalam menyikapi insiden-insiden sebelumnya sehingga kasus-kasus serupa terus terulang.

Di masa lalu, pimpinan TNI dan Polri lebih suka mengubur persoalan tanpa menyelesaikannya secara tuntas. Padahal, cara seperti itu ibarat menyimpan api dalam sekam. Kekerasan demi kekerasan setiap saat bisa mencuat, bahkan yang awalnya cuma urusan pribadi dapat meledak menjadi gesekan antarkesatuan.

Itulah yang kerap terjadi selama ini. Masih lekat dalam ingatan ketika sekitar 100 anggota TNI menyerang Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Mei tahun lalu. Bahkan, belum lama ini meletup bentrok antara Brimob dan Kopassus di Papua hanya gara-gara persoalan jualan rokok.

Padamkan api selagi masih kecil, jangan tunggu ia membesar. Menindak tegas setiap anggota TNI dan Polri yang suka mengandalkan kekerasan ialah keniscayaan agar kekerasan seperti itu tak terus mengalami repetisi.

TNI dan Polri ialah institusi yang oleh negara diberi kewenangan menggunakan senjata. Akan sangat berbahaya jika mereka dibiarkan suka-suka pamer kekerasan. Tabiat itu tak hanya menodai institusi, tetapi juga membuat rakyat ngeri.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).