Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Logika Miring Melawan Korupsi

23/11/2021 05:00
Logika Miring Melawan Korupsi
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

 

PERANG terhadap korupsi seperti tiada habisnya. Ada saja masalah dan tantangan yang membuat langkah memberantas korupsi menjadi tersendat. Sementara itu, stok koruptor tetap melimpah, seakan tidak ada rasa gentar di dalam diri untuk menggasak uang rakyat.

Beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi mengeluhkan penegak hukum di Indonesia belum sejalan dalam penanganan kasus rasuah. KPK sering tabrakan dalam penanganan kasus yang juga dikerjakan penegak hukum lainnya. Ini menunjukkan masih lemahnya koordinasi ditambah kuatnya ego tiap lembaga penegak hukum.

Itu baru di internal jajaran penegak hukum. Masalah lain yang tidak kalah mengganjal ialah terkait dengan persepsi penegakan hukum atas kasus-kasus korupsi. Operasi Tangkap Tangkap alias OTT yang kerap menjadi instrumen penindakan dimintakan untuk tidak diterapkan kepada terduga pelaku yang berasal dari jajaran penegak hukum.

Ada anggota DPR yang mengemukakan alasan bahwa jaksa, hakim, dan polisi ialah simbol negara di bidang penegakan hukum. Oleh karena itu, penindakan terhadap mereka jangan memakai OTT yang bisa menimbulkan politisasi atau kriminalisasi.

Setali tiga uang, ada pula bupati mengusulkan kepada KPK agar kepala daerah yang terindikasi terjerat kasus korupsi dipanggil terlebih dahulu, tidak langsung di-OTT.

Logika miring terkait dengan OTT tersebut lantas mendapatkan pelurusan mulai KPK hingga pegiat antikorupsi. KPK mengingatkan sesuai Pasal 11 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, baik sasaran penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan itu ialah untuk penyelenggara negara dan aparat penegak hukum tanpa kecuali.

Sejak kapan jaksa, hakim, dan polisi disebut sebagai simbol negara? Terlebih, Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 27 ayat (1) dengan jelas menyatakan tiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Perlakuan yang berbeda berarti pelanggaran terhadap konstitusi.

Bayangkan bila sebelum OTT, kepala daerah atau penegak hukum terindikasi terlibat dipanggil terlebih dahulu, bukankah itu memberi kesempatan menghilangkan jejak dan bukti-bukti? Keampuhan OTT terletak pada unsur mendadak, tanpa disangka, atau kejutan. Dengan begitu ketika tertangkap, pelaku tidak lagi bisa berkutik.

Tidak adanya suara lain yang mendukung logika miring itu cukup melegakan. Namun, bisa saja mereka yang sependapat memilih diam. Ini menyimpan bahaya laten bila kebanyakan dari mereka merupakan legislator. Bisa-bisa nafsu memberikan keringanan kepada koruptor lolos ke produk perundangan.

Saat ini pun, DPR tengah memproses revisi Undang-Undang Kejaksaan. Salah satu poin yang diusulkan untuk masuk revisi, yakni perlindungan kepada jaksa dan keluarganya.

Tentu yang dimaksud perlindungan dari ancaman, intimidasi, dan kekerasan yang berhubungan dengan kasus yang ditangani. Maksud mulia itu perlu dijaga agar tidak menyeleweng hingga ke mengada-adakan perlindungan kepada jaksa yang terlibat kejahatan, termasuk korupsi. Kita percaya masih lebih banyak lagi anggota dewan yang tegak lurus melawan korupsi.

Seyogianya jaksa, polisi, dan hakim pun menjadi yang terdepan membersihkan diri dari korupsi. Maka, penindakan hukum yang memotong kanker korupsi mesti mereka sambut dengan terbuka dan memberi jalan yang memudahkan.

Kita yakin pemberantasan korupsi akan berhasil ketika jajaran penegak hukum benar-benar menjunjung integritas dan tidak lembek terhadap koruptor. Kita juga yakin bahwa masih jauh lebih banyak orang yang berlogika lurus, tidak miring-miring.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.