Senin 15 November 2021, 05:00 WIB

Kebakaran Kilang yang Mencurigakan

Administrator | Editorial
Kebakaran Kilang yang Mencurigakan

MI/Duta
Ilustrasi MI.

 

 

KEBAKARAN di kilang minyak PT Pertamina lagi-lagi terjadi dan kali ini kembali melanda Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Insiden yang terus berulang kian menegaskan bahwa ada yang salah dalam pengelolaan fasilitas strategis tersebut.

Kebakaran yang melanda Kilang Cilacap terjadi pada Sabtu (13/11). Api melahap salah satu tangki penampung BBM jenis pertalite dan berkobar selama 12 jam sebelum bisa dipadamkan secara total, kemarin pagi.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sejumlah warga di sekitar kilang memang sempat mengungsi, tetapi tidaklah lama untuk kemudian kembali lagi ke rumah masing-masing. Insiden yang terjadi juga tak mengganggu pasokan BBM.

Kita berterima kasih atas kegigihan petugas pemadam kebakaran yang tidak butuh waktu terlalu lama untuk menjinakkan api. Keberhasilan mereka melokalisasi api sehingga tak menjamah tangki-tangki lain juga patut diapresiasi.

Namun, bukan berarti semua keberhasilan itu boleh dijadikan permakluman atas apa yang terjadi. Meski tak ada korban, kendati terbilang cepat dapat dipadamkan, kebakaran kali ini tetaplah persoalan serius, bahkan sangat serius.

Kilang pengolahan minyak dan gas ialah objek vital negara. Ia harus dijaga ketat dari segala bentuk ancaman baik dari luar maupun dari dalam. Kebakaran ialah salah satu wujud ancaman itu, tapi sayangnya Pertamina sebagai pengelola kerap kebobolan.

Bukan kali ini saja Pertamina gagal mengantisipasi dan menangkal ancaman kebakaran. Sejak 2007, setidaknya 14 kali baik kilang maupun depot penyimpanan BBM milik mereka diamuk api. Jika boleh dirata-rata, berarti saban tahun terjadi sekali kebakaran. Dari jumlah itu, Kilang Cilacap paling kerap dilalap api, yakni enam kali.

Sebagai objek vital dan strategis, kilang minyak semestinya zero accident. Mungkin bisa dimaklumi jika sesekali kebakaran terjadi karena banyak faktor yang bisa memantik terjadinya musibah. Akan tetapi, kalau sering, bahkan sangat sering, pasti ada yang salah.

Tahun ini saja, kilang minyak Pertamina tiga kali terbakar. Maret lalu, Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, juga diamuk api dengan skala lebih besar. Sekitar 20 orang luka-luka dalam peristiwa itu. Kerugiannya pun tak tanggung-tanggung, mencapai Rp1,25 triliun. Kemudian, pada Juni, salah satu tangki di Kilang Cilacap dilalap api.

Karena itu, saatnya kita menanggalkan keyakinan bahwa kebakaran kilang hanyalah musibah. Ia harus dipandang sebagai sesuatu yang bisa dicegah jika semua pemangku kepentingan punya kemauan untuk mencegahnya.

Evaluasi dan pembenahan total sistem keamanan kilang menjadi keniscayaan. Tindakan tegas terhadap mereka yang bertanggung jawab sudah semestinya pula ditegakkan.

Tak cukup dengan sanksi administrasi, sanksi pidana harus dijeratkan kepada mereka yang terbukti bersalah. Jangan lagi ada kompromi. Jangan lagi seolah-olah garang seperti dalam penanganan kasus Balongan yang katanya pasti ada tersangka karena sudah memasuki tahap penyidikan, tetapi tak jelas akhir ceritanya hingga kini.

Sulit dihindari bahwa kebakaran kilang Pertamina yang terus berulang mengundang banyak kecurigaan. Bahkan muncul prasangka, ada unsur kesengajaan di balik kebakaran tersebut dengan tujuan meningkatkan volume impor BBM sebagai ajang perburuan rente.

Memang, terlalu dini untuk mengamini syak wasangka itu. Namun, jika tetap tak ada keseriusan dalam pengusutan dan abai dalam pencegahan agar kebakaran kilang tak terulang, kecurigaan itu bisa dianggap sebagai kebenaran.

Baca Juga

MI/Seno

Ormas Bikin Onar Harus Dibubarkan

👤Administrator 🕔Senin 29 November 2021, 05:00 WIB
ORGANISASI kemasyarakatan bukanlah wadah berkumpul para...
MI/Duta

Papua tanpa Bedil dan Mesiu

👤Administrator 🕔Sabtu 27 November 2021, 05:00 WIB
KONSEP pendekatan yang lebih humanis, tanpa mesiu, dijanjikan oleh TNI dan Polri untuk diterapkan di...
MI/Duta

Gerak Cepat Revisi UU Ciptaker

👤Administrator 🕔Jumat 26 November 2021, 05:00 WIB
UNDANG-UNDANG Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menghadapi ujian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya