Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPERTI halnya tahun lalu, Idul Adha 1442 Hijriah tahun ini harus dirayakan dalam situasi pandemi covid-19. Konsekuensinya, umat muslim tak bisa menyambut Idul Kurban dengan kemeriahan, tetapi tidak lantas kehilangan kekhidmatan dan kemuliaan.
Seperti halnya tahun lalu, perayaaan Idul Adha tahun ini juga dibarengi pembatasan-pembatasan. Tidak ada lagi salat Idul Adha di masjid-masjid atau di lapangan terbuka seperti biasanya. Tidak ada pula takbir keliling. Semuanya dilarang.
Salat Idul Adha cukup dilakukan di rumah bersama keluarga. Demikian halnya dengan takbir untuk mengagungkan kebesaran dan kekuasaan Allah, Tuhan Yang Mahabesar dan Mahakuasa. Ia masih bisa dilakukan di masjid atau musala, tetapi dengan peserta sangat terbatas plus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sama halnya dengan pemotongan hewan kurban yang mesti dilakukan secara sangat terbatas.
Larangan pemerintah menggelar salat Idul Adha di masjid, musala, atau di tempat terbuka bukanlah pengekangan beribadah. Larangan bagi umat muslim melakukan takbir keliling bukan pula pembatasan dalam menjalankan keyakinan. Ia semata wujud implementasi dari kewajiban negara untuk melindungi keselamatan rakyatnya.
Itulah keniscayaan di tengah situasi kondisi yang masih sangat mengkhawatirkan lantaran serbuan virus korona yang kian menggila. Kebijakan itu niscaya diberlakukan pemerintah demi memproteksi seluruh anak bangsa dari paparan covid-19 yang semakin melejit.
Pembatasan-pembatasan itu juga tak lantas mengurangi kemuliaan Idul Adha. Seluruh umat Islam tetap bisa merayakan Idul Kurban secara sederhana, tetapi tetap khidmat dan khusyuk.
Idul Adha di tengah pandemi justru bisa menjadi ladang yang lebih luas untuk memanen lebih banyak pahala. Dalam situasi seperti sekarang, kewajiban berkorban tak cuma bisa diwujudkan dengan memotong hewan kurban, tetapi juga dalam bentuk yang lain. Banyak sikap, perilaku, dan perbuatan lain yang dapat diambil dan dilakukan sebagai bentuk pengorbanan.
Di tengah ekspansi covid-19 yang kian menjadi, mematuhi protokol kesehatan ialah bentuk pengorbanan konkret. Protokol kesehatan memang membatasi ruang gerak dan kebebasan kita, tetapi ia sangat krusial dilakukan untuk membendung penyebaran korona. Dengan berbekal semangat Idul Adha, kita perlu mengorbankan kebebasan dengan kemaslahatan sesama anak bangsa.
Bentuk pengorbanan yang lain ialah kesediaan untuk menjalani vaksinasi. Dengan bersedia divaksin, kita punya andil dalam upaya membentuk kekebalan komunal demi mengecundangi covid-19. Tidak ada alasan untuk meragukan, apalagi menolak, vaksinasi. Yang kita butuhkan hanyalah semangat untuk berkorban.
Berkorban bisa diimplementasikan dengan menanggalkan egoisme, mengerjakan segala sesuatu yang positif dan punya daya guna. Tidak menebar ketakutan, pesimisme, dan hoaks juga wujud pengorbanan. Sampingkan dulu kepentingan pribadi, apalagi kepentingan politik, demi kepentingan yang lebih utama, yakni keselamatan bersama.
Idul Adha memang hari raya umat Islam, tetapi kemuliaan berkorban harus menjadi semangat semua umat. Pemerintah sudah, tengah, dan akan terus berkorban untuk mengatasi pageblug besar akibat keganasan korona.
Para tenaga kesehatan sudah, tengah, dan akan terus berkorban untuk menangani pasien korona yang tak ada habisnya. Bahkan, ratusan tenaga kesehatan mengorbankan jiwa, gugur dalam tugas.
Kita, seluruh anak bangsa, juga harus berkorban. Sikap, perilaku, dan tindakan sekecil apa pun yang bisa mencegah penularan akan sangat berarti bagi bangsa ini untuk memenangi perang melawan covid-19.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved