Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Teror di Mabes Polri

01/4/2021 05:00
Teror di Mabes Polri
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

TEROR bom yang mengguncang Gereja Katedral di Makassar, Minggu (28/3), belum juga lenyap dari benak publik. Kemarin, serangan yang diduga dilakukan teroris kembali terjadi. Kali ini tidak tanggung-tanggung, di luar dugaan kita, sasarannya ialah Markas Besar Polri di Jakarta.

Belum bisa dipastikan apakah kedua peristiwa teror itu berkaitan atau tidak. Pola serangannya pun berbeda. Teror di Makassar seperti halnya beberapa teror sebelumnya di Surabaya (2018) dan Medan (2019), pelaku menggunakan metode pengeboman. Adapun penyerang Mabes Polri tidak menggunakan bom, tetapi pistol. Ikhwal keterkaitan itu tentunya perlu ditelusuri lebih dalam.

Namun, ada fakta menarik yang barangkali penting juga sebagai bahan penyelidikan polisi. Pertama, para terduga teroris itu berusia muda, bahkan masuk golongan milenial. Pelaku pengeboman gereja di Makassar dan pelaku penyerangan Mabes Polri sama-sama lahir pada 1995 atau baru berusia 26 tahun.

Sesungguhnya fenomena teroris muda bukan hal yang betul-betul baru. Sejak beberapa tahun terakhir, anak-anak muda memang menjadi target khas dari kelompok teroris. Anak muda, terutama yang spiritualnya kosong, tidak punya basis keagamaan kuat, dianggap sebagai sasaran empuk karena sangat mudah dipengaruhi dan dibujuk rayu tentang jalan pintas menuju surga.

Negara semestinya tak boleh menganggap sepele fakta ini. Anak-anak muda sesungguhnya ialah aset bangsa, tidak seharusnya dibiarkan memilih jalan yang melenceng. Pemerintah mesti bekerja ekstrakeras untuk melindungi aset bangsa itu, utamanya segera menemukan formula efektif demi membendung paham radikal melalui konten-konten di internet dan media sosial.

Ekstra effort mesti dilakukan karena musuhnya tidak bisa dianggap enteng. Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang merupakan jaringan teroris tempat pasutri pengebom Gereja Katedral Makassar bernaung, misalnya, dikenal hebat di dunia media sosial. Polisi bahkan mengakui jaringan itu lebih terstruktur di dunia maya daripada di lapangan.

Tidak bisa tidak, strategi pemerintah dalam kontra wacana ideologi kelompok-kelompok teroris harus lebih intensif dan efektif. Jangan pula kita kalah gesit di dunia maya, kecolongan pula di lapangan.

Fakta menarik kedua dari kejadian penyerangan di Mabes Polri ialah bahwa teroris saat ini semakin 'berani'. Mereka tak lagi hanya mengincar tempat ibadah atau orang asing dan simbol asing. Markas polisi dan aparat polisi pun jika kita perhatikan sejak 10 tahun terakhir kerap menjadi sasaran.

Publik tentu tak ingin melihat sebegitu mudahnya markas besar kepolisian diterobos terduga teroris. Secara psikologis akan muncul kekhawatiran, kalau polisi saja dengan gampang bisa diserang, apalagi rakyat biasa? Kalau markas polisi saja mudah ditembus, mungkin bukan perkara sulit pula menerobos objek-objek vital negara yang lain.

Polisi harus cepat bertindak. Pertama, jalankan prosedur pengamanan untuk markas dan personel dengan benar. Tidak boleh lagi ada kecolongan atau keteledoran. Bila perlu lipat gandakan pengamanan untuk objek-objek vital milik negara dari ancaman teroris.

Kedua, polisi dituntut lebih cepat dan bernas dalam menguak sekaligus menindak tegas jejaring yang terkait dengan pelaku teror. Sistem deteksi mau tidak mau mesti diperkuat. Teroris bukanlah virus yang karena saking mikronya menjadi sulit dideteksi.

Semua langkah itu sesungguhnya bermuara pada satu hal, bahwa pengelola negeri ini tidak boleh sekali pun mengendurkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).