Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Misi Sulit Luhut dan Doni

17/9/2020 05:00

BUKANNYA menyusut, jumlah kasus positif covid-19 justru kian melejit. Lebih dari enam bulan sejak kasus pertama diumumkan Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020 ternyata masih jauh dari cukup bagi bangsa ini untuk mengenyahkan virus mematikan itu.

Sudah begitu banyak upaya yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah, tetapi covid-19 masih saja menggila. Beragam jurus, strategi, ataupun kebijakan berskala besar telah pula dilancarkan, tetapi korona terus merajalela.

Ekspansi covid-19 kini bahkan mencapai taraf yang mengerikan. Batas-batas psikologis telah terlewati, termasuk angka 200 ribu kasus yang terlampaui sejak beberapa hari lalu.

Meski jumlah kesembuhan menunjukkan tren kemajuan, angka kematian semakin memprihatinkan. Korona sebagai pencabut nyawa juga tak mengenal suku, agama, kelas, dan status sosial. Siapa pun, di mana pun, bisa terinfeksi, bahkan tanpa kita sadari.

Tidak sedikit pejabat yang terjangkit covid- 19. Terakhir, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah terpapar virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok, itu hingga akhirnya meninggal.

Atas berpulangnya Saefullah dan seluruh anak bangsa yang kehilangan nyawa akibat korona, kita menyampaikan duka mendalam.

Pada konteks itulah kiranya tepat jika Presiden kembali mengambil langkah extraordinary, langkah luar biasa, untuk membendung laju penularan covid-19. Dia memerintahkan Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo untuk mengatasi secara khusus penyebaran korona di sembilan provinsi.

Tugas khusus diberikan Jokowi karena di sembilan provinsi itu ekspansi covid-19 makin membahayakan, bahkan dari sana 75% kasus nasional berasal. Ke-9 provinsi itu ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali.

Luhut dan Doni pun diberikan tiga target. Di satu sisi, keduanya mesti menurunkan kasus harian dan kematian, serta meningkatkan angka kesembuhan di lain sisi. Target itu harus dicapai dua pekan ke depan.

Instruksi khusus untuk Luhut dan Doni ialah bagian dari upaya Presiden untuk menjinakkan keganasan korona.

Kita pun berharap perintah itu dilaksanakan seserius mungkin sehingga harapan kita agar pandemi covid-19 segera berlalu dari negeri ini mendekati kenyataan.

Memang, tak sedikit yang mempersoalkan kenapa Luhut yang diberi instruksi khusus tersebut. Pertanyaan sekaligus keraguan itulah yang mesti dijawab Luhut dan Doni.

Kita pun patut memberikan kesempatan untuk unjuk bukti bahwa keduanya memang pas mengemban perintah khusus Presiden.

Dukungan dari seluruh anak bangsa tentu saja menjadi keniscayaan karena tanpa itu, siapa pun yang diberi tugas memimpin perang melawan korona mustahil mempersembahkan hasil maksimal.

Sinergi dari pemerintah daerah di sembilan provinsi tersebut jelas sangat dibutuhkan.

Peran aktif masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan juga sangat menentukan. Jangan lagi ada kompromi terhadap pengabaianpengabaian.

Tindakan keras tak boleh gamang untuk dilakukan kepada mereka yang membangkang karena keselamatan seluruh rakyat kini dipertaruhkan. Itulah misi sulit yang mesti dilaksanakan  Luhut dan Doni dengan sepenuh hati.



Berita Lainnya
  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.