Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Cegah Pilkada Sumber Petaka

04/9/2020 05:00

PEMILIHAN Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 mulai memasuki tahapan inti hari ini, yakni pendaftaran bakal calon yang hendak berkontestasi. Itulah menu wajib di setiap perhelatan pilkada mes kipun kali ini harus disajikan dengan cara berbeda.

Seperti halnya sisi kehidupan lainnya, pilkada tak luput dari dampak serangan pandemi covid-19. Ekspansi virus memastikan itu mengacak-acak agenda pilkada, termasuk tata cara pelaksanaannya. Akibat korona, pemungutan suara sebagai puncak Pilkada 2020 yang se dia nya digelar pada 23 September diundur menjadi 9 Desember mendatang.

Akibat covid-19, Pilkada 2020 di 270 daerah, yaitu di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, juga mesti diselenggarakan dengan tata cara yang tidak biasa. Tidak boleh lagi ada kemeriahan di seluruh kegiatan pilkada kali ini. Kerumunan massa yang sebelumnya selalu identik dengan pilkada, sekarang diharamkan.

Pilkada 2020 wajib digelar dengan mengacu pada upa ya mencegah dan membendung penularan covid-19. Pro tokol kesehatan menjadi rambu-rambu yang pantang dilanggar agar pesta demokrasi itu tak malah menjadi sum ber bencana.

Pun demikian dengan pendaftaran bakal calon kepala daerah yang akan berlangsung tiga hari hingga 6 Desember nanti. Kalau di pilkada-pilkada sebelumnya pendaftaran selalu diwarnai unjuk kekuatan para pendukung, kini tak boleh lagi. Arakan-arakan atau konvoi untuk mengantar pasangan bakal calon tidak diperkenankan.

Itulah ketentuan yang tak bisa dikompromikan. Ketentuan hukum pun telah memayunginya, yakni Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19. Dalam PKPU itu digariskan bah wa seluruh tahapan pilkada, termasuk pendaftaran ba kal calon tentu saja, disesuaikan dengan protokol kese hatan.

Untuk sementara, protokol kesehatan adalah senjata paling ampuh dalam melawan covid-19 sebelum ditemukan vaksin dan obat. Ia mengatur beragam kebiasaan baru agar virus korona tak seenaknya menyebar. Mengenakan masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan ialah contoh-contoh kebiasaan baru yang mesti dipatuhi dalam pilkada.

Sebagai penyelenggara, KPUD wajib memastikan protokol kesehatan menjadi rujukan dalam setiap tahapan pilkada, termasuk selama proses pendaftaran bakal calon kepala daerah. Tidak boleh ada toleransi, pantang terjadi kompromi terhadap peluang terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

KPUD tak boleh gentar menolak pasangan bakal calon yang mendaftarkan diri dengan membawa massa dalam jumlah besar. KPUD pantang gamang untuk menutup pintu bagi mereka yang datang dengan arak-arakan.

Kita juga perlu menekankan agar bakal calon kepala daerah sadar betul akan pentingnya menaati protokol pencegahan korona. Kesehatan dan keselamatan adalah hal paling utama, jauh lebih penting daripada apa pun, apalagi sekadar konvoi seolah-olah banjir dukungan.

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan pada saat pen daftaran bisa menjadi ukuran layak-tidaknya seseorang menjadi pemimpin daerah. Mereka yang patuh setidaknya punya kepedulian agar krisis tak berlarut-larut. Sebaliknya, mereka yang bandel berarti hanya me - mentingkan kepentingan sendiri. Orang-orang seperti itu jelas tak layak dipilih.

Pilkada 2020 memang digelar ketika situasi masih sulit. Namun, tak ada pilihan kecuali tetap menggelarnya tahun ini karena kita pun tak bisa memastikan kapan pan demi akan selesai.

Yang terpenting kini, semua pihak, terutama penyelenggara dan para peserta, memastikan bahwa pilkada ber langsung dengan menaati rambu-rambu protokol kesehatan. Dengan begitu, sirkulasi kepemimpinan lima tahunan tetap bergulir tanpa harus mengkhawatirkan pilkada menjadi klaster baru penularan korona.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.