Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

BUMN Cari Pendobrak

19/11/2019 05:05

KEBERADAAN badan usaha milik negara atau BUMN kembali menjadi sorotan. Ada upaya serius dari pemerintah untuk menjadikan BUMN berprestasi, tetapi tidak sedikit pula pihak yang menunjukkan resistansi.

Sudah terlalu lama BUMN gagal memperlihatkan optimalisasi terhadap misi yang diembankan negara. Pasal 2 UU No 19 Tahun 2003 dengan jelas dan tegas mengatur bahwa perusahaan pelat merah didirikan antara lain untuk memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya.

BUMN didirikan juga untuk mengejar keuntungan. Dan, yang lebih penting, BUMN ada untuk menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi serta memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.

Itulah amanah mulia yang diberikan negara kepada BUMN. Akan tetapi, faktanya, belum satu pun beragam tanggung jawab tersebut ditunaikan secara maksimal.

BUMN yang semestinya memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional dan penerimaan negara justru tak jarang menjadi parasit keuangan negara. Perusahaan pelat merah bahkan berubah wujud menjadi lahan basah bagi sekelompok orang untuk membuncitkan kantong mereka.

BUMN menjadi sapi perah bagi politisi dan mereka yang bergelimang kuasa adalah postulat yang sulit dibantah kebenarannya. Fenomena itu pula yang menghalangi BUMN sulit mendulang keuntungan, padahal banyak sekali aspek yang semestinya dapat membuat mereka untung. Ujung-ujungnya, asas kemanfaatan untuk rakyat selalu saja jauh panggang daripada api.

Harus kita katakan, sudah terlalu lama BUMN salah urus. Namun, mesti pula kita akui, upaya pemerintah akhir-akhir ini untuk membenahi BUMN layak diapresiasi. Meski kinerja sejumlah BUMN strategis itu tetap saja tertinggal dari BUMN serupa di negeri tetangga, kinerja BUMN secara keseluruhan meningkat signifikan.

Data Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang dilansir Maret silam, misalnya, menunjukkan kinerja BUMN Indonesia lebih baik ketimbang Khazanah yang merupakan holding BUMN Malaysia. Tercatat pertumbuhan aset milik BUMN kita pada 2018 mencapai 13,6% atau total Rp8.092 triliun dengan pertumbuhan pendapatan 15,8%.

Sebaliknya, total aset Khazanah mengalami minus 3,8%. Pertumbuhan BUMN Indonesia pun lebih tinggi daripada Temasek milik Singapura sebesar 12,3% untuk total aset dan 10,4% untuk pendapatan.

Fenomena itu jelas dan tegas menunjukkan bahwa sebenarnya BUMN kita mampu berbenah diri jika ada kemauan untuk menjadi lebih baik lagi. Kita, seluruh rakyat Indonesia, sudah amat lama menginginkan perusahaan-perusahaan pelat merah kembali ke khitah.

Oleh karena itu, tiada alasan bagi siapa pun untuk menolak upaya pembenahan yang sudah dan akan semakin gencar dilakukan pemerintah. Kita mendukung sepenuhnya komitmen pemerintah membawa pulang kembali ketegasan yang telah lama pergi.

Keputusan pemerintah yang akan memberhentikan tujuh pejabat BUMN seperti diutarakan Wapres Ma'ruf Amin ialah rupa dari ketegasan itu. Begitu juga dengan rencana merekrut tokoh-tokoh untuk mengamputasi segala macam persoalan yang membonsai BUMN selama ini.

Mengelola bisnis, termasuk perusahaan negara, sebenarnya simpel. Keluarkan orang-orang yang cuma menjadi parasit, masukkan para pendobrak untuk memberangus segala masalah. Jika ada pihak yang resistan dengan rumus itu, patut kiranya kita mempertanyakan niat mereka.

Saatnya BUMN menjadi penopang tangguh perekonomian negara, meraih untung, dan yang terpenting memberikan maslahat bagi seluruh anak bangsa. BUMN tak boleh lagi menjadi sapi yang kurus kering karena terus diperah para perakus, tetapi harus gemuk yang susu dan dagingnya dapat menyehatkan rakyat. Inilah momentum terbaik BUMN dipimpin para pendobrak.



Berita Lainnya
  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.