Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Meraih Cita-Cita Indonesia Maju

17/8/2019 05:05

HARI ini tujuh puluh empat tahun sudah Indonesia diproklamirkan sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Merdeka, dalam arti terlepas dari belenggu dan cengkeraman penjajah.  Merdeka pula dalam pengertian untuk menetapkan sendiri tujuan dan cita-cita bersama sebagai negara dan bangsa yang mandiri, maju, serta berdaulat.

Selama tujuh puluh empat tahun itu, sudahkah tujuan kemerdekaan yang diproklamirkan para pendiri bangsa kita capai bersama hari ini?  Pertanyaan itu penting kita kemukakan dalam momentum hari kemerdekaan Indonesia, yang  kita peringati dan rayakan bersama hari ini.

Dalam kaitan itulah kita melihat  pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo sangat tepat dan relevan. Dalam sidang bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8), Presiden mengajak seluruh komponen bangsa dan negara untuk bersama-sama meraih tujuan Indonesia yang maju.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak seluruh warga bangsa bersatu dalam satu visi Indonesia Maju dan melakukan lompatan kemajuan  untuk mendahului kemajuan bangsa lain. Di bawah kepemimpinannya sebagai  kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden Jokowi mengajak seluruh komponen bangsa menjadi pemenang di era disrupsi. Kita menghargai tekad Presiden untuk memimpin sendiri lompatan kemajuan kita bersama.

Kita sepakat dengan pesan Presiden betapa sikap optimistis, kerja keras, kerja cepat, dan kerja cerdas menjadi kata kunci di era yang serba terhubung dan serba tidak pasti akibat munculnya revolusi industri jilid ke-4.

Karena itu, adalah tepat menjadikan peringatan hari kemerdekaan ke-74 ini, sebagai momentum untuk menyatukan komitmen kita sebagai bangsa untuk bersama-sama dalam satu visi Indonesia Maju, yang didukung oleh satu semangat dan satu tekad dalam mewujudkan cita-cita bersama yang telah diamanatkan oleh pendiri bangsa.

Dalam kaitan itu, seperti pesan Presiden, kita harus meninggalkan cara-cara lama yang tidak lagi kompetitif dan tidak bisa lagi diteruskan untuk memenangi era 4.0 ini dan era 5.0 di masa depan.

Dalam era itu, suka tidak suka, kita harus mampu untuk selalu menggunakan cara-cara solutif dan inovatif  serta  out of the box  agar keluar sebagai pemenang. Artinya, strategi baru harus terus diciptakan. Cara-cara baru harus selalu dilakukan. Seperti kata Presiden, kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, kita harus lebih baik sekaligus lebih cepat dibandingkan negara-negara lain, baik di kawasan regional maupun global. Kita pun harus mampu menerapkan sikap yang lebih adaptif dalam setiap perubahan dan segera merespons setiap tantangan dengan mengubahnya menjadi kesempatan dan keuntungan yang menghasilkan kemenangan.

Membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Tanah Air, bukan hanya di Jawa, menjadi landasan pembangunan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pemerataan pembangunan telah menjadi keniscayaan.

Selaras dengan itu, tekad untuk mewujudkan rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan yang sudah dikemukakan sejak era Soekarno pun merupakan opsi yang tidak lagi boleh ditunda-tunda seperti era sebelumnya.

Pembangunan pun tidak boleh lagi terpusat di Jawa. Karena, Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan pula hanya Pulau Jawa. Seperti kata Presiden Jokowi, Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.

Karena itu, pembangunan yang kita lakukan harus mengandung semangat keindonesiaan. Hasilnya pun harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan warga bangsa di seluruh pelosok negeri ini.

Dengan semangat yang sama, kita percaya Indonesia Maju dapat kita raih bersama untuk kemakmuran bersama. Itulah cita-cita yang diamanatkan oleh pendiri bangsa 74 tahun lalu. Dirgahayu Indonesia.



Berita Lainnya
  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.

  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.