Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI ini tujuh puluh empat tahun sudah Indonesia diproklamirkan sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Merdeka, dalam arti terlepas dari belenggu dan cengkeraman penjajah. Merdeka pula dalam pengertian untuk menetapkan sendiri tujuan dan cita-cita bersama sebagai negara dan bangsa yang mandiri, maju, serta berdaulat.
Selama tujuh puluh empat tahun itu, sudahkah tujuan kemerdekaan yang diproklamirkan para pendiri bangsa kita capai bersama hari ini? Pertanyaan itu penting kita kemukakan dalam momentum hari kemerdekaan Indonesia, yang kita peringati dan rayakan bersama hari ini.
Dalam kaitan itulah kita melihat pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo sangat tepat dan relevan. Dalam sidang bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8), Presiden mengajak seluruh komponen bangsa dan negara untuk bersama-sama meraih tujuan Indonesia yang maju.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak seluruh warga bangsa bersatu dalam satu visi Indonesia Maju dan melakukan lompatan kemajuan untuk mendahului kemajuan bangsa lain. Di bawah kepemimpinannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Presiden Jokowi mengajak seluruh komponen bangsa menjadi pemenang di era disrupsi. Kita menghargai tekad Presiden untuk memimpin sendiri lompatan kemajuan kita bersama.
Kita sepakat dengan pesan Presiden betapa sikap optimistis, kerja keras, kerja cepat, dan kerja cerdas menjadi kata kunci di era yang serba terhubung dan serba tidak pasti akibat munculnya revolusi industri jilid ke-4.
Karena itu, adalah tepat menjadikan peringatan hari kemerdekaan ke-74 ini, sebagai momentum untuk menyatukan komitmen kita sebagai bangsa untuk bersama-sama dalam satu visi Indonesia Maju, yang didukung oleh satu semangat dan satu tekad dalam mewujudkan cita-cita bersama yang telah diamanatkan oleh pendiri bangsa.
Dalam kaitan itu, seperti pesan Presiden, kita harus meninggalkan cara-cara lama yang tidak lagi kompetitif dan tidak bisa lagi diteruskan untuk memenangi era 4.0 ini dan era 5.0 di masa depan.
Dalam era itu, suka tidak suka, kita harus mampu untuk selalu menggunakan cara-cara solutif dan inovatif serta out of the box agar keluar sebagai pemenang. Artinya, strategi baru harus terus diciptakan. Cara-cara baru harus selalu dilakukan. Seperti kata Presiden, kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Akan tetapi, kita harus lebih baik sekaligus lebih cepat dibandingkan negara-negara lain, baik di kawasan regional maupun global. Kita pun harus mampu menerapkan sikap yang lebih adaptif dalam setiap perubahan dan segera merespons setiap tantangan dengan mengubahnya menjadi kesempatan dan keuntungan yang menghasilkan kemenangan.
Membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Tanah Air, bukan hanya di Jawa, menjadi landasan pembangunan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Pemerataan pembangunan telah menjadi keniscayaan.
Selaras dengan itu, tekad untuk mewujudkan rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan yang sudah dikemukakan sejak era Soekarno pun merupakan opsi yang tidak lagi boleh ditunda-tunda seperti era sebelumnya.
Pembangunan pun tidak boleh lagi terpusat di Jawa. Karena, Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan pula hanya Pulau Jawa. Seperti kata Presiden Jokowi, Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.
Karena itu, pembangunan yang kita lakukan harus mengandung semangat keindonesiaan. Hasilnya pun harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan warga bangsa di seluruh pelosok negeri ini.
Dengan semangat yang sama, kita percaya Indonesia Maju dapat kita raih bersama untuk kemakmuran bersama. Itulah cita-cita yang diamanatkan oleh pendiri bangsa 74 tahun lalu. Dirgahayu Indonesia.
KITA mafhum bahwa saat ini ruang fiskal negara tengah menghadapi ujian berat.
KEPASTIAN kerap menjadi barang langka di tengah gejolak global.
GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.
RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.
SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved