Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Rekapitulasi Jaga Kemurnian Suara

18/5/2019 05:00

REKAPITULASI nasional perolehan suara Pemilu 2019 yang saat ini berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan tahapan yang penting dan krusial.

Disebut penting karena hasil rekapitulasi secara manual itulah yang menentukan pemenang pemilu. Rekapitulasi juga disebut krusial karena harus menjamin kemurnian suara pemilih.

Suara pemilih wajib dikonversi menjadi kursi presiden dan wakil presiden serta kursi partai di legislatif sesuai kehendak murni pemilih yang telah mereka berikan di tempat pemungutan suara. Tidak boleh ada distorsi apalagi manipulasi suara pemilih.

Hampir tidak ada peluang untuk distorsi apalagi manipulasi kemurnian suara pemilih karena saat KPU menggelar rekapitulasi disaksikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan saksi dari peserta Pemilu 2019, baik dari calon presiden-calon wakil presiden, calon dari anggota DPD, maupun partai politik.

KPU patut diapresiasi karena hingga kemarin sudah rampung menyelesaikan rekapitulasi nasional di 27 dari 34 provinsi di Tanah Air. Sidang rekapitulasi suara nasional pada hari ke-8, kemarin, terpaksa diskors karena ketidaksiapan KPU provinsi. Rekapitulasi dilanjutkan hari ini.

Hasil sejauh ini, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di 16 provinsi, sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 11 provinsi. Jumlah perolehan suara Jokowi-Amin unggul dengan 70.324.295 suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 56.170.866 suara. Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 14.153.429.

Masih ada tujuh provinsi yang mesti melakukan rekapitulasi nasional. Meskipun demikian, KPU tetap optimistis rekapitulasi nasional akan bisa memenuhi tenggat akhir yang diatur Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. UU Pemilu mengatur KPU harus menetapkan perolehan suara pemilu paling lambat 35 hari setelah pemungutan suara atau pada 22 Mei 2019.

Boleh-boleh saja KPU optimistis. Namun, KPU mesti realistis memperhitungkan kendala di lapangan. Meski batas waktu rekapitulasi provinsi selesai pada 12 Mei, saat ini masih terdapat provinsi yang belum menyelesaikan proses rekapitulasi.

Keterlambatan rekapitulasi di tingkat daerah karena sejumlah sebab. KPU di beberapa daerah harus menjalani rekomendasi Bawaslu untuk melakukan pemungutan suara ulang. Ada pula KPU daerah yang harus melakukan penghitungan ulang suara hingga ke tingkat kecamatan karena ada keberatan dari sejumlah saksi dan dugaan penggelembungan suara.

Harus jujur diakui bahwa keterlambatan rekapitulasi di daerah itu sekaligus membuktikan bahwa pemilu sesungguhnya dilaksanakan secara transparan. Seluruh keberatan diselesaikan sesuai mekanisme yang sudah ada. Karena itu, tidak ada alasan untuk menuduh ada kecurangan yang sistematis, terstruktur, dan masif. Pihak yang menuding pemilu penuh kecurangan tanpa data sesungguhnya terjebak dalam delusi kemenangan semu.

Secara umum rekapitulasi suara yang dilakukan berjenjang mulai tingkat paling bawah hingga nasional berjalan lancar. Hampir tidak ada kontroversi terkait dengan penetapan hasil rekapitulasi. Hanya ada sejumlah saksi yang memang diperintah untuk tidak menandatangani hasil rekapitulasi meskipun mereka tidak mengajukan keberatan terhadap hasil keputusan pleno rekapitulasi suara.

Jika rekapitulasi nasional rampung tepat waktu pada 22 Mei, setelah rekapitulasi tidak adanya gugatan, KPU akan menetapkan calon presiden-wakil presiden terpilih beserta calon anggota legislatif pada 25 Mei.

Rekapitulasi yang baik tentu saja meninggikan martabat demokrasi karena ada jaminan kemurnian suara pemilih saat mencoblos dikonversikan menjadi pemenang pemilu.

 



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.