Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO), yang berakhir di Chicago, Amerika Serikat, pada Selasa (6/6) menghasilkan kemajuan baru dalam memerangi penyakit kanker. Berikut beberapa di antaranya yang disarikan dari AFP.
Kanker paru
Salah satu hasil uji coba yang menimbulkan kehebohan di Chicago baru-baru ini telah membangkitkan harapan akan senjata baru melawan kanker paru-paru, jenis kanker yang paling mematikan dari semua jenis kanker lainnya. Para ahli mengatakan pengobatan osimertinib terbukti mengurangi separuh risiko kematian akibat jenis kanker paru-paru tertentu, bila diminum setiap hari setelah operasi pengangkatan tumor.
Dikembangkan oleh grup farmasi AstraZeneca, pil ini menargetkan pasien dengan kanker sel non-kecil (sejauh ini merupakan jenis yang paling umum) , serta mutasi reseptor faktor pertumbuhan epidermal, atau EGFR.
Iris Pauporte, kepala penelitian di lembaga pemberantasan Kanker Prancis, mengatakan kepada AFP bahwa kemajuan itu adalah harapan besar untuk jenis kanker ini. Muriel Dahan, kepala penelitian di Unicancer, mengatakan jika hasilnya dikonfirmasi, hal itu harus mengubah praktik umum dalam mengobati jenis kanker paru-paru ini.
“Pengujian sistematis untuk mutasi EGFR juga akan diperlukan untuk pasien kanker paru-paru,” tambahnya.
Kanker otak
Pengobatan lain, yang disebut vorasidenib, ditemukan terbukti secara signifikan dapat memperpanjang kelangsungan hidup pasien dengan glioma tumor otak, menurut hasil uji klinis. Pil harian yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Prancis Servier ini, berfungsi untuk memblokir enzim yang bertanggung jawab atas perkembangan beberapa kanker otak yang sangat sulit diobati.
Patrick Therasse, wakil presiden penelitian onkologi Servier, mengatakan bahwa ada beberapa kemajuan terapeutik untuk tumor otak selama 20 tahun terakhir. "Berkat pengobatan yang kami targetkan, pasien dapat menghindari perkembangan kanker selama 27,7 bulan, dibandingkan dengan 11,1 bulan" bagi mereka yang menggunakan plasebo,” tambahnya.
Fabrice Andre, kepala penelitian di pusat kanker Gustave Roussy Prancis, mengatakan “Pengobatan presisi membuka pintu bagi masalah penyakit yang belum ada obatnya sampai sekarang. Artinya, sains dapat membuka celah untuk mengatasi bencana ini.”
Dahan dari Unicancer mengatakan penting untuk tetap berhati-hati. "Ini bisa menjadi standar terapi baru, tergantung pada percobaan lebih lanjut,” ujarnya.
Kanker payudara
Hasil uji coba awal yang juga dirilis di Chicago menunjukkan obat ribociclib mengurangi risiko kanker payudara berulang sebesar 25% untuk sekelompok besar penyintas stadium awal. Obat yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Swiss, Novartis ini, sudah disetujui secara luas di seluruh dunia. Obat Itu telah diuji dalam kombinasi dengan terapi hormonal. Pakar ASCO Rita Nanda mengatakan itu adalah uji klinis yang sangat penting dan telah mengubah praktik pengobatan.
Kanker serviks
Ada juga kabar baik bagi pengidap kanker serviks stadium awal dengan risiko perkembangan yang rendah. Peneliti menemukan tidak ada risiko kanker kembali yang lebih besar bagi pasien yang menjalani histerektomi sederhana, di mana rahim dan leher rahim diangkat, daripada histerektomi radikal, di mana bagian paling atas vagina juga diangkat. Hal ini berdasarkan uji coba fase tiga.
Pauporte dari League Against Cancer mengatakan ini adalah kabar baik. "Ini menunjukkan bahwa bukan hanya kemajuan yang melibatkan obat-obatan yang penting.”
Kanker ovarium
Sebuah uji coba yang juga dipresentasikan di ASCO menunjukkan bahwa menggunakan pengobatan antibodi mirvetuximab soravtansine secara signifikan dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker ovarium, yang selama ini merupakan jenis kanker yang sangat mematikan . Pakar ASCO Merry Jennifer Markham mengatakan pengobatan tersebut menunjukkan kemajuan dan menawarkan harapan bagi pasien.
Kanker rektum
Hasil studi yang dirilis di Chicago menunjukkan bahwa pasien dengan kanker rektum stadium lanjut dapat menerima kemoterapi tanpa mendapatkan terapi radiasi sebelum menjalani operasi. Ini akan menghindarkan pasien dari efek samping radiasi yang parah.
Perkembangan Vaksin kanker
Hal menggembirakan lainnya dalam pertemuan ini adalah mengenai vaksin kanker yang selama ini jadi tujuan komunitas medis. Studi pendahuluan yang diumumkan pada pertemuan ASCO melibatkan vaksin yang menargetkan kanker paru-paru, kanker kepala dan leher, glioblastoma tumor otak, dan virus HPV penyebab kanker. Christophe Le Tourneau, seorang ahli onkologi di Institut Curie Prancis yang mempresentasikan studi tentang vaksin untuk jenis HPV tertentu, mengatakan telah terjadi kemajuan teknologi yang signifikan untuk jenis-jenis kanker tersebut. "Vaksin terapeutik, kami semakin sering membicarakannya, dan semakin banyak uji coba yang sedang berlangsung," katanya. (M-3)
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk cegah kanker payudara.
Insinyur Katie Weimer kembangkan teknologi biotissue cetak 3D untuk rekonstruksi payudara. Solusi alami tanpa risiko implan industri bagi penyintas kanker.
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Studi NYU Langone Health menemukan memblokir protein FSP1 dapat melemahkan tumor kanker paru hingga 80% melalui mekanisme ferroptosis.
Kanker paru-paru dapat berkembang cepat dan menyerang bagian lain dari tubuh, menjadikannya salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.
Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia di kota-kota tersebut untuk mendukung diagnosis dengan akurasi lebih tinggi.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Kanker paru yang terdeteksi sejak dini, sebelum menyebar, memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved