Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Imunoterapi Kanker Paru Usia Produktif: Harapan Baru dan Keunggulan

Putri Rosmalia Octaviyani
26/2/2026 22:34
Imunoterapi Kanker Paru Usia Produktif: Harapan Baru dan Keunggulan
Konsultan Senior Onkologi Medis dari Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura, Dr. Tanujaa Rajasekaran.(Dok. Antara)

KANKER paru kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut atau perokok berat. Saat ini, semakin banyak dokter mendiagnosis penyakit tersebut pada individu berusia 30 hingga 40 tahun, termasuk mereka yang bukan perokok dan merasa dirinya sehat serta aktif.

Menanggapi fenomena ini, Konsultan Senior Onkologi Medis dari Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura, Dr. Tanujaa Rajasekaran, menyatakan bahwa pendekatan imunoterapi menjadi pilihan utama untuk meningkatkan hasil kelangsungan hidup secara signifikan, terutama bagi mereka yang berada di usia produktif.

Pentingnya Terapi Terpersonalisasi

"Pengobatan yang terpersonalisasi memungkinkan kami memilih terapi yang lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi, khususnya bagi pasien di usia produktif yang harus menyeimbangkan pengobatan dengan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan," ujar Dr. Tanujaa dalam diskusi bertajuk “Pergeseran Demografi Kanker di Indonesia: Kanker Paru pada Usia Produktif” di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Dr. Tanujaa menjelaskan bahwa imunoterapi bekerja dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri. Terapi ini "membangunkan" sel darah putih untuk mengenali dan menyerang sel kanker secara efektif. Berdasarkan pengalamannya, terapi ini sangat efektif diberikan kepada pasien berusia 30-50 tahun, baik perokok aktif maupun non-perokok.

Durasi Pengobatan Berdasarkan Stadium

Imunoterapi merupakan terapi yang dapat meningkatkan ketahanan hidup pasien dengan durasi yang bervariasi:

  • Stadium Awal (1-3): Pengobatan biasanya berlangsung sekitar satu tahun.
  • Stadium 4 (Metastasis): Bagi pasien yang kankernya sudah menyebar, imunoterapi diberikan dalam jangka panjang selama kanker merespons pengobatan.

“Jika kita berbicara tentang kanker tahap 4 atau metastatik, biasanya imunoterapi adalah dalam jangka panjang, selama kanker ini merespon. Jika kanker ini merespon, kita akan meneruskannya. Kalau sudah berhenti memberikan respon, biasanya diganti dengan obat-obat yang lain,” tambah Dr. Tanujaa.

Pasien yang menjalani imunoterapi umumnya menunjukkan tanda perbaikan dalam 6-8 minggu, seperti kenaikan berat badan dan meredanya batuk kronis.

Tetap Produktif Selama Pengobatan

Salah satu nilai tambah imunoterapi adalah kualitas hidup yang terjaga. Berbeda dengan terapi agresif lainnya, pasien yang menjalani imunoterapi cenderung tetap bisa melakukan aktivitas harian dan menjalankan tanggung jawab di dalam keluarga maupun profesional.

Dengan deteksi dini dan pemilihan terapi yang tepat seperti imunoterapi, kanker paru pada usia muda bukan lagi menjadi penghalang untuk memiliki harapan hidup yang panjang dan berkualitas. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya