Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Peneliti KAIST Berhasil Ubah Sel Imun Jadi 'Mesin Pembunuh' Kanker Tanpa Prosedur Lab yang Rumit

Thalatie K Yani
12/1/2026 08:14
Peneliti KAIST Berhasil Ubah Sel Imun Jadi 'Mesin Pembunuh' Kanker Tanpa Prosedur Lab yang Rumit
Ilustrasi(freepik)

PARA peneliti dari Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) baru saja mengumumkan sebuah terobosan medis yang berpotensi mengubah peta jalan pengobatan kanker. Mereka berhasil mengembangkan metode untuk memprogram ulang sel imun yang sudah ada di dalam tumor menjadi "mesin pembunuh" kanker yang agresif.

Metode inovatif ini menghilangkan kebutuhan prosedur laboratorium yang selama ini dikenal sangat rumit, mahal, dan memakan waktu.

Menembus 'Benteng' Tumor Padat

Secara alami, tubuh manusia memiliki sel imun yang disebut makrofag. Sel-sel ini sebenarnya mampu menyerang kanker, namun lingkungan di sekitar tumor padat, seperti kanker lambung, paru-paru, dan hati, biasanya sangat menekan. Tumor menciptakan penghalang fisik dan biologis yang membuat makrofag menjadi tidak aktif atau justru "terkooptasi" oleh sel kanker.

Hingga saat ini, terapi sel imun generasi terbaru yang dikenal sebagai CAR-macrophages memerlukan proses ekstraksi sel darah pasien, modifikasi genetik di laboratorium, hingga akhirnya diinfuskan kembali ke tubuh. Proses ini tidak hanya mahal, tetapi juga sulit dilakukan secara massal bagi banyak pasien.

Metode Injeksi Langsung: Praktis dan Efektif

Tim peneliti yang dipimpin Profesor Ji-Ho Park dari Departemen Rekayasa Bio dan Otak KAIST menawarkan solusi yang jauh lebih praktis. Alih-alih memodifikasi sel di luar tubuh, mereka menyuntikkan obat langsung ke dalam tumor.

Obat ini menggunakan nanopartikel lipid yang dirancang khusus untuk diserap oleh makrofag. Di dalamnya terdapat mRNA yang membawa instruksi pengenalan kanker serta senyawa pengaktif imun. Setelah diserap, makrofag di dalam tubuh secara otomatis memproduksi protein CAR (chimeric antigen receptor) yang memungkinkannya mengenali dan melahap sel kanker.

Profesor Ji-Ho Park menjelaskan keunggulan utama dari temuan ini bagi masa depan imunoterapi. "Studi ini menyajikan konsep baru terapi sel imun yang menghasilkan sel imun antikanker langsung di dalam tubuh pasien," ujar Profesor Park. "Hal ini sangat berarti karena secara bersamaan mengatasi keterbatasan utama terapi CAR-makrofag yang ada saat ini, yaitu efisiensi pengiriman dan lingkungan tumor yang menekan sistem imun."

Hasil Signifikan pada Uji Coba

Dalam pengujian pada model hewan dengan melanoma (kanker kulit paling mematikan), strategi ini menunjukkan hasil yang luar biasa. Pertumbuhan tumor melambat secara signifikan. Selain itu, makrofag yang telah ditingkatkan ini tidak hanya membunuh kanker secara langsung, tetapi juga memicu sinyal yang mengaktifkan sel imun di sekitarnya untuk ikut menyerang.

Menariknya, bukti penelitian menunjukkan bahwa respons imun ini dapat meluas melampaui tumor yang disuntikkan. Hal ini memberikan harapan baru bagi potensi perlindungan imun di seluruh tubuh untuk mencegah penyebaran kanker lebih lanjut. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya