Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGAPAN bahwa kanker paru hanya menyerang perokok berat kini mulai terpatahkan oleh realita medis di Indonesia. Data terbaru tahun 2026 menunjukkan lonjakan kasus kanker paru pada kelompok perempuan yang tidak pernah merokok (never-smokers), bahkan di usia yang relatif muda.
Dokter Subspesialis Onkologi Toraks, Sita Laksmi Andarini, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh kombinasi antara faktor lingkungan yang memburuk dan kerentanan genetik yang spesifik pada populasi Asia.
Salah satu penyebab utama mengapa perempuan nonperokok rentan terkena kanker paru adalah adanya mutasi pada gen Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR). Pada populasi Asia, prevalensi mutasi EGFR pada pasien kanker paru jenis adenokarsinoma mencapai 40-60%, jauh lebih tinggi dibandingkan populasi Eropa yang hanya sekitar 10-15%.
Mutasi ini menyebabkan sel-sel di paru-paru tumbuh secara tidak terkendali meskipun pasien tidak terpapar zat karsinogen dari asap rokok secara langsung. Kondisi ini sering ditemukan pada perempuan, non-perokok, dan pasien usia muda.
Polusi udara, khususnya partikel halus berukuran 2,5 mikron (PM2,5), berperan sebagai "pematik" yang membangunkan sel-sel dengan mutasi genetik tersebut. Mekanismenya adalah sebagai berikut:
Selain polusi udara luar ruang, dr. Sita juga menyoroti beberapa faktor risiko lain yang sering diabaikan oleh perempuan di Indonesia:
| Faktor Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Asap Masak | Paparan asap dari pembakaran kayu atau minyak goreng dalam ruangan dengan ventilasi buruk. |
| Perokok Pasif | Paparan asap rokok dari pasangan atau lingkungan kerja (Second-hand smoke). |
| Bekas Luka Paru | Riwayat penyakit paru seperti Tuberkulosis (TBC) yang meninggalkan jaringan parut di paru-paru. |
Karena gejala kanker paru sering kali tidak muncul pada stadium awal, dr. Sita menyarankan deteksi dini atau skrining menggunakan Low-Dose CT Scan (LDCT) bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker paru atau tinggal di wilayah dengan polusi tinggi, meskipun mereka tidak merokok.
"Jangan menunggu batuk darah atau sesak napas. Jika Anda berada di kelompok berisiko, lakukan pemeriksaan secara berkala karena stadium dini memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih besar," pungkasnya. (Ant/H-3)
Bagaimana partikel yang 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut bisa memicu operasi besar di rumah sakit seperti kanker paru? Inilah perjalanan PM2,5 di dalam tubuh manusia.
Kenali imunoterapi sebagai solusi pengobatan kanker paru bagi usia produktif (30-50 tahun). Tingkatkan harapan hidup tanpa mengganggu aktivitas harian.
Selama dua dekade terakhir, pengobatan kanker paru telah bergeser dari pendekatan yang didominasi oleh kemoterapi menuju perawatan yang sangat terpersonalisasi.
Kasus kanker paru di Indonesia muncul 10 tahun lebih dini dibanding global. Perempuan nonperokok kini jadi kelompok berisiko tinggi akibat polusi dan genetik.
PEMANFAATAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI dinilai mampu mendukung tenaga medis dalam mengidentifikasi kanker paru sejak tahap awal
Kasus kanker paru di Indonesia muncul 10 tahun lebih dini dibanding global. Perempuan nonperokok kini jadi kelompok berisiko tinggi akibat polusi dan genetik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved