Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA puluhan tahun, dunia medis meyakini bahwa kanker paru dipicu oleh kerusakan DNA akibat zat kimia dalam rokok. Namun, riset terbaru di tahun 2026 mempertegas fenomena berbeda: polusi udara, khususnya Particulate Matter 2,5 (PM2,5), bertindak sebagai "saklar" yang menghidupkan sel kanker pada orang yang tidak pernah merokok, terutama perempuan.
PM2,5 adalah partikel padat atau cair di udara yang ukurannya lebih kecil dari 2,5 mikrometer—sekitar 30 kali lebih halus dari diameter sehelai rambut manusia. Karena ukurannya yang mikroskopis, partikel ini tidak tersaring oleh bulu hidung dan langsung meluncur ke bagian terdalam paru-paru (alveoli), bahkan menembus aliran darah.
Berbeda dengan asap rokok yang langsung merusak gen, PM2,5 bekerja dengan cara yang lebih licik. Berdasarkan studi dari Francis Crick Institute, berikut adalah tahapan bagaimana polusi memicu kanker pada nonperokok:
Data menunjukkan bahwa perempuan keturunan Asia memiliki prevalensi mutasi EGFR yang jauh lebih tinggi (sekitar 50%) dibandingkan populasi Barat. Hal ini menjelaskan mengapa paparan polusi di kota-kota besar Indonesia memberikan dampak yang lebih fatal bagi perempuan nonperokok di tanah air.
Mata uang kesehatan kita sedang terancam oleh emisi yang tidak terkendali. Berikut adalah sumber utama PM2,5 yang harus diwaspadai:
| Sumber Polusi | Dampak Spesifik |
|---|---|
| Transportasi (Diesel & Bensin) | Penyumbang terbesar PM2,5 di area urban seperti Jakarta dan Surabaya. |
| Industri & PLTU Batu Bara | Melepaskan partikel halus yang terbawa angin hingga ratusan kilometer. |
| Pembakaran Sampah Terbuka | Menghasilkan asap pekat dengan konsentrasi PM2,5 yang sangat tinggi di level pemukiman. |
Mengingat kita tidak bisa memilih udara yang kita hirup, para ahli onkologi menyarankan langkah-langkah berikut:
Kesadaran akan bahaya PM2,5 bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan upaya penyelamatan nyawa dari ancaman kanker yang "tersembunyi" di balik kabut polusi. (H-3)
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved