Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Makan bersama dapat meningkatkan kesejahteraan emosional, memperbaiki pola makan, dan membantu mengembangkan indra perasa. Meskipun hanya dilakukan sesekali, manfaat tersebut akan bermanfaat untuk kehidupan manusia.
Studi menunjukkan bahwa waktu makan bersama menjadi salah satu cara untuk mencapai kebahagiaan, karena saat makan dan berkumpul dalam satu meja akan menghubungkan serta meningkatkan perasaan satu sama lain.
Penelitian lain menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja yang rutin makan bersama dengan keluarga atau orang lain, bisa meningkatkan pola makan yang lebih sehat sehingga memberi cukup nutrisi dan dapat mencegah obesitas.
Penelitian ini sangat kompleks, beberapa ahli berpendapat bahwa tidak mungkin menghubungkan efek makan bersama dengan faktor potensial lainnya. Misalnya, beberapa dokter mengatakan ritual makan keluarga yang ideal tidak mungkin dilakukan oleh banyak rumah tangga.
Selain itu, rumah tangga yang sering berbagi makanan mungkin memiliki lebih banyak sumber keuangan untuk membeli makanan segar dan/atau waktu, energi, dan kemampuan fisik untuk memasak, daripada mereka yang tidak.
Tetapi para psikolog dan ahli gizi secara luas setuju bahwa duduk untuk makan bersama dengan orang lain, memiliki efek yang baik untuk meningkatkan kesehatan fisik dan emosional manusia, terutama anak-anak dan remaja.
“Yang kami tahu adalah saat Anda makan sendiri, Anda tidak akan memperhatikan perilaku dan pola saat makan, sehingga akan menyantap apapun yang ada di hadapan anda secara berlebihan, namun saat makan bersama orang lain, mereka akan memperhatikan seberapa banyak Anda makan sehingga makan bersama bisa menjadi obat terbaik,” kata Linda Blair, Psikolog Klinis dan Pakar Parenting, seperti dilansir BBC pada Selasa (20/4).
Catherine Lippe, Ahli Gizi spesialisasi nutrisi anak, mengatakan bahwa pola perilaku makan sehat dapat dibentuk sejak usia dini, dan makan bersama orang lain dapat memainkan peran penting dalam membentuk pola makan sehat.
“Ini semua tentang reaksi anak terhadap makanan. Jika Anda memiliki waktu untuk makan bersama keluarga, anak-anak akan mengenali makanan yang berbeda dan memperhatikan jenis rupa dan bau makanan sehingga tak menjadi orang yang rewel dan pemilih. Hal ini membantu anak-anak belajar menghargai makanan,” kata Lippe.
Yang terpenting, dengan makan bersama, akan-anak akan mengamati orang lain di meja makan dan membuat mereka belajar cara makan yang baik dan mampu bersosialisasi.
“Aspek ini sangat penting, terkadang sebagai orang tua teladan kita ingin anak-anak makan seperti apa yang kita makan, hal ini sebagai cara untuk menunjukkan bahwa makan bersama itu aman, menyenangkan dan bagian dari kehidupan keluarga. Terkadang ada juga manfaat yang tidak disengaja, hanya karena makan bersama dengan duduk di kursi dengan baik akan mengajarkan anak tentang nilai-nilai seperti mengatakan tolong dan terima kasih,” ujar Lippe.
Memperbaiki Komunikasi
Para remaja mungkin lebih terbuka jika mereka bicara saat makan bersama. Waktu makan juga merupakan salah satu waktu yang paling efektif untuk berkomunikasi dengan anak-anak dan remaja.
“Anak-anak dan remaja lebih sering menceritakan hal-hal rahasia dan tidak nyaman sehingga mereka tidak mau melakukan kontak mata secara langsung. Saat makan bersama, mereka tidak perlu menatap orang tua, mereka bisa melihat makanannya,” kata Blair.
Selain itu, makan bersama juga menjadi salah satu kesempatan berharga untuk saling menjalin komunikasi antara pasangan atau sahabat. (M-4)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
RIANTI Cartwright memilih merayakan Natal 2025 dengan cara sederhana bersama keluarga di rumah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga
Evaluasi kesehatan harus dilakukan lebih mendalam jika rencana liburan melibatkan orang tua atau lansia.
Zendaya habiskan waktu libur akhir tahun bersama keluarga Tom Holland di London.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved