Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Vokalis Ari Lesmana berperan sebagai Gele di film Ben & Jody. Pada waralaba Filosofi Kopi terbaru dari Visinema Pictures, Ben & Jody, ada beberapa karakter baru yang muncul. Setelah pada dua prekuelnya film berfokus drama persahabatan dan dibumbui dengan intrik romansa, di film triloginya ini Ben & Jody berubah menjadi film genre aksi.
Sebelumnya, Visinema telah mengumumkan lima karakter baru yang bakal jadi penantang Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto). Geng berandal yang berjumlah lima orang yang diketuai Aa Tubir (Yayan Ruhian). Geng tersebut merupakan pembalak liar.
Salah satu yang juga menarik di geng berandal tersebut adalah kemunculan vokalis band indie folks fourtwnty, Ari Lesmana. Ari berperan sebagai Gele, anak buah dari Aa Tubir.
Ini menjadi aksi di depan layar perdana oleh Ari. Sedikit menyinggung soal karakter Gele, sutradara Angga Sasongko mengatakan Gele adalah anak Bekasi yang merantau keluar pulau.
“Gele adalah anak Bekasi yang merantau keluar pulau karena kejaran bandar ganja, gara-gara bawa kabur barang dagangan. Kenal senjata dari Tubir dan bertugas ronda malam di kamp,” cicit Angga, (24/12).
Tapi, meski diberikan tugas sebagai penjaga kamp saat malam, Gele digambarkan kerap kali tertidur dalam menjalankan tugasnya. Salah satu kemahirannya adalah menggunakan senjata.
Ari sendiri lebih dikenal sebagai vokalis bersama kelompok musik fourtwnty, yang ketika manggung kerap tanpa alas kaki dan punya kekhasan bahasa tubuh untuk mengartikulasikan lirik dan musik yang dibawakan.
Sebelum berkarier sebagai musisi, ia sempat menyelesaikan studi magister jurusan corporate communication di salah satu kampus swasta di Jakarta. Ari juga pernah menjadi karyawan bank swasta. Namun hanya bertahan selama dua tahun. Kemudian ia memutuskan bergelut di industri musik dan kini mengeksplorasi industri film. (OL-12)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
ANGGA Dwimas Sasongko bersama Visinema Pictures meneruskan ambisinya untuk menggarap film epik tentang Pangeran Diponegoro berjudul Perang Jawa.
Angga Dwimas Sasongko akan kembali menyutradarai film terbaru berjudul Ratu Malaka. Proyek film aksi tersebut direncanakan akan diproduksi pada 2026.
Lagu Berakhir di Aku merupakan cerminan mendalam dari perjalanan emosional Idgitaf setelah memahami berbagai tantangan hidup yang dialami karakter Kaluna dalam film Home Sweet Loan
VISINEMA Group melalui BION Studios akan merilis tiga film pada tahun 2025 mendatang, yakni Ambyar Mak Byar, Selepas Tahlil, dan Kami (Bukan) Sarjana Kertas.
Film ini merupakan adaptasi dari novel detektif berjudul sama karya Sabda Armandio yang terbit pada 2017.
Visinema Pictures kembali membuka informasi terbaru tentang proyek film bergenre aksi spionase berjudul 13 Bom di Jakarta. Visinema merilis video para pemeran pemain film 13 Bom di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved