Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam proyek dokumenter terbarunya, My Sister Umi Aci, sutradara peraih Piala Citra, Fanny Chotimah, mendapatkan sontekan pendanaan lewat lab dan pitching forum Docs By The Sea Accelerator 2021 yang berlangsung pada 16 Agustus-4 September lalu.
Dokumenter yang mengangkat kisah kakak Fanny itu mendapat Docs By The Sea Pitch Prize senilai Rp70 juta. Hadiah ini merupakan salah satu dari tiga hadiah utama. Dua lainnya adalah DOK Leipzig Industry Accelerator Prize, yang diraih film I Am Walking (Thailand/Filipina/Malaysia/Singapura), serta Asiadoc Project Prize untuk film Mountain of Ashes (Thailand) dan film The Bamboo Family (Myanmar).
“Dari lubuk hati yang terdalam, tidak cukup untuk sekadar mengucapkan terima kasih kepada Indocs dan Docs By The Sea yang memberi saya kesempatan dan dukungan untuk belajar dan berkembang sebagai pembuat film. Tim yang hebat, mentor yang menginspirasi, dan lingkungan yang mendukung! Yang membuat senang, saya menjadi bagian dari keluarga besar dokumenter,” kata Fanny, atas apresiasi tersebut, Minggu (5/9).
“Saat kakak saya kehilangan lengannya, saya mendedikasikan tangan saya untuknya.
Dan saya percaya, film ini akan mengulurkan tangan kita, menuju nilai kemanusiaan, solidaritas, dan keberagaman,” lanjutnya.
My Sister Umi Aci berkisah tentang Fatimah Asri Mutmainah, 47, atau Umi Aci, yang kehilangan kedua lengannya dalam kecelakaan mobil ketika berusia 20 tahun, 10 hari setelah pernikahannya. Fanny ingin menyorot kehidupan kakaknya yang tak pernah sepi dari kerja-kerja kemanusiaan untuk menolong sesama itu dari sisi personal, dalam hubungannya sebagai adik-kakak.
“Dengan cara yang lembut, proyek ini mengeksplorasi kisah tentang keberanian, penerimaan, dan perjuangan perempuan. Dikombinasikan dengan refleksi pribadi, penggambaran cinta yang intim dari proyek ini juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Proyek ini sangat personal, namun keterlibatannya dengan isu-isu mulai dari disabilitas hingga pemberdayaan perempuan menimbulkan pertanyaan yang bergema jauh melampaui ceritanya sendiri,” pernyataan juri atas proyek film My Sister Umi Aci yang disampaikan Direktur Eksekutif In-Docs, Gugi Gumilang. (M-2)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Jawa Barat memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Disabilitas
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan keterampilan guru untuk mendukung pendidikan inklusif di Indonesia, memastikan layanan pendidikan berkualitas bagi semua anak.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial membantu penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami disabilitas.
Peserta difabel menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari hadroh, pembacaan surat Al-Qur’an, mengaji dengan bahasa isyarat, dongeng, hingga pembacaan puisi.
Program ini merupakan aksi serentak yang digerakkan oleh mahasiswa BCB di 233 titik yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia serta 10 Negara.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan berupa tangan prostetik bagi penyandang disabilitas di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Koleksi ini menampilkan deretan drama Korea populer yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi, mulai dari perjuangan karier, penyembuhan luka batin, hingga dinamika romansa.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved