Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam proyek dokumenter terbarunya, My Sister Umi Aci, sutradara peraih Piala Citra, Fanny Chotimah, mendapatkan sontekan pendanaan lewat lab dan pitching forum Docs By The Sea Accelerator 2021 yang berlangsung pada 16 Agustus-4 September lalu.
Dokumenter yang mengangkat kisah kakak Fanny itu mendapat Docs By The Sea Pitch Prize senilai Rp70 juta. Hadiah ini merupakan salah satu dari tiga hadiah utama. Dua lainnya adalah DOK Leipzig Industry Accelerator Prize, yang diraih film I Am Walking (Thailand/Filipina/Malaysia/Singapura), serta Asiadoc Project Prize untuk film Mountain of Ashes (Thailand) dan film The Bamboo Family (Myanmar).
“Dari lubuk hati yang terdalam, tidak cukup untuk sekadar mengucapkan terima kasih kepada Indocs dan Docs By The Sea yang memberi saya kesempatan dan dukungan untuk belajar dan berkembang sebagai pembuat film. Tim yang hebat, mentor yang menginspirasi, dan lingkungan yang mendukung! Yang membuat senang, saya menjadi bagian dari keluarga besar dokumenter,” kata Fanny, atas apresiasi tersebut, Minggu (5/9).
“Saat kakak saya kehilangan lengannya, saya mendedikasikan tangan saya untuknya.
Dan saya percaya, film ini akan mengulurkan tangan kita, menuju nilai kemanusiaan, solidaritas, dan keberagaman,” lanjutnya.
My Sister Umi Aci berkisah tentang Fatimah Asri Mutmainah, 47, atau Umi Aci, yang kehilangan kedua lengannya dalam kecelakaan mobil ketika berusia 20 tahun, 10 hari setelah pernikahannya. Fanny ingin menyorot kehidupan kakaknya yang tak pernah sepi dari kerja-kerja kemanusiaan untuk menolong sesama itu dari sisi personal, dalam hubungannya sebagai adik-kakak.
“Dengan cara yang lembut, proyek ini mengeksplorasi kisah tentang keberanian, penerimaan, dan perjuangan perempuan. Dikombinasikan dengan refleksi pribadi, penggambaran cinta yang intim dari proyek ini juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Proyek ini sangat personal, namun keterlibatannya dengan isu-isu mulai dari disabilitas hingga pemberdayaan perempuan menimbulkan pertanyaan yang bergema jauh melampaui ceritanya sendiri,” pernyataan juri atas proyek film My Sister Umi Aci yang disampaikan Direktur Eksekutif In-Docs, Gugi Gumilang. (M-2)
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Arifah menekankan pentingnya mendorong kemandirian, serta pembangunan masa depan yang layak bagi anak penyandang disabilitas.
Mitra Netra pun mengajak seluruh pemangku peran untuk memastikan tersedianya kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved