Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan harus memerhatikan apa yang mesti dikonsumsi. Agar prosesnya lebih maksimal, pastikan mengonsumsi makanan dan minuman yang meningkatkan metabolisme.
Berikut 5 makanan dan minuman yang bisa dicoba seperti dikutip dari Healthline:
1. Makanan kaya protein
Makanan kaya protein seperti daging, ikan, telur, susu, kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu meningkatkan metabolisme elama beberapa jam. Sebab makanan dan tersebut membuat tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk mencernanya. Ini dikenal sebagai thermic effect of food (TEF).
Penelitian menunjukkan makanan kaya protein meningkatkan TEF paling banyak. Misalnya, mereka meningkatkan tingkat metabolisme Anda sebesar 15-30%, dibandingkan dengan 5-10% untuk karbohidrat dan 0-3% untuk lemak.
2. Makanan kaya mineral
Mineral besi dan selenium masing-masing memainkan peran berbeda tetapi sama pentingnya dalam berfungsinya tubuh. Namun, mereka memiliki satu kesamaan. Keduanya diperlukan untuk berfungsinya kelenjar tiroid yang mengatur metabolisme.
Penelitian menunjukkan diet yang terlalu rendah zat besi atau selenium dapat mengurangi kemampuan tiroid untuk menghasilkan hormon dalam jumlah cukup, yang dapat memperlambat metabolisme.
Untuk membantu fungsi tiroid dengan kemampuan terbaiknya, sertakan makanan kaya selenium dan zat besi seperti daging, makanan laut, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dalam menu harian.
3. Cabai
Capsaicin, bahan kimia yang ditemukan dalam cabai, dapat meningkatkan metabolisme dengan sedikit meningkatkan kecepatan tubuh membakar kalori. Faktanya, tinjauan dari 20 studi penelitian mencatat bahwa capsaicin dari suplemen dapat membantu tubuh membakar sekitar 50 kalori ekstra per hari.
4. Kopi
Kafein yang ditemukan dalam kopi dapat membantu meningkatkan tingkat metabolisme. Beberapa penelitian mencatat orang yang mengonsumsi setidaknya 270 mg kafein setiap hari, atau setara dengan sekitar 3 cangkir kopi, membakar hingga 100 kalori ekstra per hari.
Selain itu, kafein dapat membantu tubuh membakar lemak untuk energi, dan tampaknya sangat efektif untuk meningkatkan kinerja olahraga.
5. Teh
Teh mengandung senyawa penambah kesehatan yang disebut katekin yang dapat bekerja bersama-sama dengan kafein untuk meningkatkan tingkat metabolisme. Secara khusus, teh hijau oolong dan matcha dapat meningkatkan oksidasi lemak dan dapat membantu membakar kalori ekstra saat digabungkan dengan olahraga.
Selain itu, teh oolong dan hijau dapat membantu tubuh menggunakan lemak yang tersimpan untuk energi secara lebih efektif, meningkatkan kemampuan pembakaran lemak hingga 17%. (medcom.id/M-4)
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Berat badan tak kunjung turun meski rutin olahraga? Terlalu banyak kardio, kurang istirahat, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Simak penjelasannya.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved