Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Associate Professor Asad Khan, peneliti dari Fakultas Kesehatan dan Ilmu Rehabilitasi Universitas Queensland, mengatakan seringnya konsumsi minuman dan makanan cepat saji memiliki keterkaitan dengan gangguan tidur pada remaja di seluruh dunia.
“Gangguan tidur meningkat dengan semakin seringnya konsumsi minuman berkarbonasi, atau sering kali mengandung kafein, dan atau makanan cepat saji, yang biasanya padat energi dan miskin nutrisi," ujarnya dilansir dari laman resmi Universitas Queensland, Senin (4/1).
“Ini adalah studi pertama yang meneliti pola makan tidak sehat dan gangguan tidur terkait stres dalam skala global pada siswa sekolah menengah dari 64 negara,” imbuh Khan.
Khan menjelaskan, remaja yang mengonsumsi lebih dari tiga minuman berkarbonasi per hari memiliki peluang 55% lebih tinggi mengalami gangguan tidur dibandingkan mereka yang hanya minum minuman berkarbonasi satu kali sehari.
“Laki-laki yang menyantap makanan cepat saji lebih dari empat hari per minggu memiliki peluang 55% lebih tinggi untuk mengalami gangguan tidur dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsinya sekali seminggu, sementara kemungkinannya 49% lebih tinggi pada perempuan," tambahnya.
Sementara itu, kata dia, seringnya mengonsumsi minuman berkarbonasi lebih dari tiga kali sehari dan makanan cepat saji lebih dari empat hari seminggu, secara signifikan berpengaruh pada gangguan tidur di hampir semua negara, kecuali negara berpenghasilan rendah.
Data penelitian tersebut dikumpulkan dari Survei Kesehatan Berbasis Sekolah Global Organisasi Kesehatan Dunia antara 2009 dan 2016, dengan melibatkan 175.261 siswa berusia 12 hingga 15 tahun dari 64 negara berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi di Asia Tenggara, Afrika, sebagian Amerika Selatan, dan Mediterania Timur.
“Remaja di negara-negara berpenghasilan tinggi, terutama wanita, memiliki hubungan erat antara seringnya mengonsumsi minuman ringan berkarbonasi dan gangguan tidur,” kata Khan. (M-4)
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Spesial tahun ini, hidangan-hidangan Turki dapat dinikmati di Jakarta, tepatnya di DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro melalui program “Taste of Turkiye”.
SEPANJANG Ramadan 2026, berbagai atraksi dan daya tarik untuk mendukung aktivitas masyarakat dihadirkan di Tangerang, salah satunya Ramdan Adventure.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved