Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026. Banyak orang tua beranggapan bahwa perkembangan mental baru dimulai saat anak masuk sekolah, padahal proses krusial ini telah berlangsung sejak dalam kandungan.
Memahami fase-fase psikologis ini menjadi kunci bagi orang tua untuk mendukung tumbuh kembang kognitif, sosial, dan emosional anak secara optimal. Berikut adalah panduan komprehensif yang dirangkum dari teori ahli terkemuka, Erik Erikson dan Jean Piaget, yang telah disesuaikan untuk kebutuhan orang tua masa kini.
Para ahli membagi perkembangan anak berdasarkan rentang usia dengan fokus yang berbeda. Erik Erikson menekankan pada tantangan emosional dan sosial (psikososial), sementara Jean Piaget berfokus pada bagaimana anak membangun pemahaman tentang dunia (kognitif).
Erikson membagi perkembangan anak menjadi tahapan di mana setiap fase memiliki konflik atau tantangan utama yang harus diselesaikan.
Ini adalah fase paling fundamental. Bayi belajar tentang rasa aman.
Seiring perkembangan motorik, anak mulai ingin melakukan segalanya sendiri.
Anak mulai berinteraksi lebih luas dan memiliki ide-ide sendiri.
Dunia anak meluas ke sekolah dan teman sebaya.
Fase transisi menuju kedewasaan yang seringkali penuh gejolak.
Piaget menjelaskan bagaimana kecerdasan anak berkembang seiring pertumbuhan biologisnya.
| Tahapan | Usia | Karakteristik Utama |
|---|---|---|
| Sensorimotor | 0–2 Tahun | Belajar melalui indra dan gerakan. Mulai memahami object permanence (benda tetap ada meski tidak terlihat). |
| Pra-operasional | 2–7 Tahun | Berpikir simbolis dan egosentris. Mulai bisa bicara dan membayangkan sesuatu, tapi belum logis. |
| Operasional Konkret | 7–11 Tahun | Mulai berpikir logis tentang kejadian nyata. Egosentrisme berkurang, empati mulai tumbuh. |
| Operasional Formal | 12+ Tahun | Mampu berpikir abstrak, hipotesis, dan merencanakan masa depan secara sistematis. |
Perkembangan psikologi anak adalah proses integratif yang dipengaruhi oleh tiga pilar utama:
Di era digital yang serba cepat ini, peran orang tua semakin vital. Berikut langkah taktis yang bisa diterapkan:
Dengan memahami peta perkembangan psikologi anak ini, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang lebih empatik dan terarah, menciptakan generasi masa depan yang tangguh secara mental dan cerdas secara intelektual. (H-3)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, mengatakan sekitar 80% anak-anak Indonesia kehilangan figur ayah dalam keluarga.
PENYAKIT cacingan masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami anak-anak di Indonesia. Kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele bisa menyebabkan cacingan.
Sebuah meta-analisis besar mengungkap diet vegetarian dan vegan aman untuk anak-anak, asal direncanakan dengan matang. Simak manfaat dan risiko kekurangan nutrisinya.
Perkembangan saraf motorik dan sensorik memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada masa usia dini.
DI tengah derasnya arus informasi saat ini, diperlukan kehati-hatian dalam mencari sumber informasi yang akurat. Khususnya terkait dengan kesehatan ibu dan anak.
DI tengah perkembangan pola asuh modern, semakin banyak ahli yang menegaskan bahwa peran ayah bukan lagi sekadar pendukung, tetapi bagian utama dalam tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved