Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tahapan Perkembangan Psikologi Anak yang Orangtua Harus Tahu

Ficky Ramadhan
27/1/2026 16:59
Tahapan Perkembangan Psikologi Anak yang Orangtua Harus Tahu
Ilustrasi, seorang psikolog memelajari psikologi anak.(Dok. Freepik)

PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026. Banyak orang tua beranggapan bahwa perkembangan mental baru dimulai saat anak masuk sekolah, padahal proses krusial ini telah berlangsung sejak dalam kandungan.

Memahami fase-fase psikologis ini menjadi kunci bagi orang tua untuk mendukung tumbuh kembang kognitif, sosial, dan emosional anak secara optimal. Berikut adalah panduan komprehensif yang dirangkum dari teori ahli terkemuka, Erik Erikson dan Jean Piaget, yang telah disesuaikan untuk kebutuhan orang tua masa kini.

Dua Pendekatan Utama Psikologi Perkembangan

Para ahli membagi perkembangan anak berdasarkan rentang usia dengan fokus yang berbeda. Erik Erikson menekankan pada tantangan emosional dan sosial (psikososial), sementara Jean Piaget berfokus pada bagaimana anak membangun pemahaman tentang dunia (kognitif).

1. Teori Psikososial Erik Erikson: Membangun Karakter & Emosi

Erikson membagi perkembangan anak menjadi tahapan di mana setiap fase memiliki konflik atau tantangan utama yang harus diselesaikan.

a. Usia 0–18 Bulan: Trust vs Mistrust (Bayi)

Ini adalah fase paling fundamental. Bayi belajar tentang rasa aman.

  • Fokus Utama: Ketergantungan pada pengasuh.
  • Tantangan: Jika orang tua memberikan respons yang konsisten dan penuh kasih, anak akan mengembangkan rasa percaya (trust). Sebaliknya, pengabaian akan menumbuhkan rasa tidak percaya (mistrust) dan kecemasan.
  • Tips Orang Tua: Berikan respons cepat saat bayi menangis dan penuhi kebutuhan dasarnya dengan kasih sayang.

b. Usia 18 Bulan–3 Tahun: Autonomy vs Shame (Batita)

Seiring perkembangan motorik, anak mulai ingin melakukan segalanya sendiri.

  • Fokus Utama: Pengendalian diri dan kemandirian fisik.
  • Tantangan: Anak belajar mandiri (makan sendiri, memilih mainan). Jika terlalu dibatasi atau sering dimarahi saat gagal, anak akan tumbuh dengan rasa malu dan ragu-ragu.
  • Tips Orang Tua: Berikan ruang eksplorasi yang aman. Biarkan mereka mencoba, namun tetap awasi tanpa terlalu banyak melarang.

c. Usia 3–5 Tahun: Initiative vs Guilt (Prasekolah)

Anak mulai berinteraksi lebih luas dan memiliki ide-ide sendiri.

  • Fokus Utama: Bertujuan dan merencanakan kegiatan.
  • Tantangan: Anak yang didukung inisiatifnya akan memimpin dan membuat keputusan. Jika inisiatifnya dianggap "mengganggu", mereka akan merasa bersalah.
  • Tips Orang Tua: Jawab pertanyaan "mengapa" mereka dengan sabar dan dukung permainan imajinatif.

d. Usia 5–12 Tahun: Industry vs Inferiority (Usia Sekolah)

Dunia anak meluas ke sekolah dan teman sebaya.

  • Fokus Utama: Kompetensi dan pencapaian.
  • Tantangan: Anak butuh pembuktian kemampuan. Jika mereka tidak diberi ruang apresiasi, risiko merasa rendah diri (inferior) akan muncul.
  • Tips Orang Tua: Hargai usaha (proses) belajar mereka, bukan hanya nilai akhir di rapor.

e. Usia 12–20 Tahun: Identity vs Role Confusion (Remaja)

Fase transisi menuju kedewasaan yang seringkali penuh gejolak.

  • Fokus Utama: Pencarian jati diri dan peran sosial.
  • Tantangan: Remaja mencari tahu "siapa saya". Kegagalan di fase ini bisa menyebabkan kebingungan peran di masa depan.
  • Tips Orang Tua: Jadilah teman diskusi, bukan diktator. Berikan panduan nilai tanpa menghakimi gaya ekspresi mereka.

2. Teori Kognitif Jean Piaget: Cara Anak Berpikir

Piaget menjelaskan bagaimana kecerdasan anak berkembang seiring pertumbuhan biologisnya.

Tahapan Usia Karakteristik Utama
Sensorimotor 0–2 Tahun Belajar melalui indra dan gerakan. Mulai memahami object permanence (benda tetap ada meski tidak terlihat).
Pra-operasional 2–7 Tahun Berpikir simbolis dan egosentris. Mulai bisa bicara dan membayangkan sesuatu, tapi belum logis.
Operasional Konkret 7–11 Tahun Mulai berpikir logis tentang kejadian nyata. Egosentrisme berkurang, empati mulai tumbuh.
Operasional Formal 12+ Tahun Mampu berpikir abstrak, hipotesis, dan merencanakan masa depan secara sistematis.

 

Faktor Penentu Keberhasilan Tumbuh Kembang Anak

 

Perkembangan psikologi anak adalah proses integratif yang dipengaruhi oleh tiga pilar utama:

  1. Fisik & Motorik: Kesehatan fisik dan kemampuan gerak yang baik meningkatkan kepercayaan diri anak untuk mengeksplorasi lingkungan.
  2. Kognitif: Stimulasi yang tepat menentukan kemampuan anak memecahkan masalah dan berpikir logis.
  3. Emosional & Sosial: Rasa aman dari keluarga adalah fondasi bagi anak untuk berani berinteraksi dengan dunia luar.

Tips Parenting untuk Orang Tua

Di era digital yang serba cepat ini, peran orang tua semakin vital. Berikut langkah taktis yang bisa diterapkan:

  • Jadilah Role Model: Anak adalah peniru ulung. Tunjukkan cara mengelola emosi yang baik, bukan hanya menyuruh mereka tenang.
  • Hargai Proses: Fokus pada "usaha" anak, bukan "hasil". Ini membangun mentalitas berkembang (growth mindset).
  • Jangan Memaksa Ritme: Setiap anak unik. Memaksa anak menguasai kemampuan di atas usianya (misal: memaksa calistung di usia 3 tahun) dapat memicu stres dini.
  • Validasi Perasaan: Akui perasaan mereka, baik itu sedih, marah, atau kecewa, agar mereka merasa didengar dan dipahami.

Dengan memahami peta perkembangan psikologi anak ini, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang lebih empatik dan terarah, menciptakan generasi masa depan yang tangguh secara mental dan cerdas secara intelektual. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya