Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
VITAMIN A memegang peranan krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Namun, kesadaran akan bahaya defisiensi vitamin ini sering kali terabaikan, terutama karena gejala awal pada tahap ringan kerap tidak terlihat jelas.
Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menjelaskan bahwa Vitamin A merupakan zat esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pemantauan kadar vitamin ini masih menjadi tantangan di Indonesia.
"Vitamin A sebenarnya salah satu vitamin yang esensial ya, karena dibutuhkan oleh tubuh," ujar Prof. Rini, dikutip Senin (23/2).
Menurut dokter yang berpraktik di RSIA Bunda Jakarta tersebut, deteksi dini defisiensi vitamin A menjadi sulit karena keterbatasan akses.
Pengecekan kadar vitamin A dalam tubuh anak tergolong cukup mahal di Indonesia, sehingga kepedulian terhadap masalah ini menjadi minim.
Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih, karena defisiensi berat dapat berdampak serius pada kesehatan mata anak, mulai dari mata kering hingga penglihatan yang buram atau rabun.
Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Indonesia secara rutin menyelenggarakan program pemberian suplementasi Vitamin A dosis tinggi. Program ini dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada Februari dan Agustus, yang dapat diakses di berbagai fasilitas kesehatan.
Prof. Rini menekankan perbedaan antara suplementasi program pemerintah dengan konsumsi multivitamin harian.
"Biasanya kalau kita lihat di multivitamin itu biasanya ada kadar vitamin A. Tapi dosisnya ya rata-rata, bukan dosis yang besar. Ini yang dijadikan program oleh pemerintah dosis tinggi untuk bayi dan anak," jelasnya.
Selain melalui suplementasi, Prof. Rini mengingatkan bahwa orangtua memegang peran utama dalam menjaga asupan nutrisi harian anak melalui bahan makanan yang terjamin kebersihan serta kualitasnya.
Ia menyarankan pemberian makanan dengan gizi seimbang agar kebutuhan vitamin tercukupi secara alami.
Sumber Vitamin A dapat ditemukan dalam berbagai jenis pangan. Untuk kategori protein, hati dan telur merupakan sumber yang baik. Sementara dari kelompok sayuran, orangtua dapat memberikan ubi jalar, wortel, bayam, kale, labu kuning, hingga paprika merah.
"Bahan pangannya sebenarnya sebagai yang besar ada di sumber protein ada, di sayuran ada, ya kadarnya beda-beda. Jadi kalau makannya dengan gizi seimbang semua ada karbo protein sama vitamin general, vitamin A-nya tercukupi," tutup Prof. Rini.
Dengan mengombinasikan pola makan bergizi seimbang dan partisipasi aktif dalam program pemberian Vitamin A rutin dari pemerintah, risiko defisiensi dapat ditekan, sehingga kesehatan mata serta tumbuh kembang anak dapat terjaga dengan baik. (Ant/Z-1)
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Screen time yang tidak tepat dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved