Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SKRINING pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati. Dokter spesialis THT dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, dr. Fikry Hamdan Yasin, Sp.THTBKL, Subsp.K.(K), menekankan bahwa pemeriksaan ini sudah bisa dilakukan bahkan saat bayi baru berusia dua hari.
Dalam penjelasannya, Fikry memperkenalkan dua perangkat utama yang digunakan untuk mengevaluasi pendengaran bayi, yaitu OAE (Otoacoustic Emissions) dan BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry).
"BERA sendiri adalah pemeriksaan untuk melihat ambang dengarnya di bayi tersebut. Apakah mengalami suatu gangguan atau tidak," jelas dr. Fikry.
Hasil dari kedua tes ini tidak dinyatakan dalam angka rumit, melainkan status sederhana:
Fikry menggarisbawahi bahwa hasil refer tidak serta-merta berarti anak mengalami ketulian permanen. Tenaga medis menggunakan protokol 1-3-6 sebagai panduan observasi:
"Di usia enam bulan itu kita baru bisa mendiagnosis apakah anak ini benar-benar mengalami gangguan tuli sejak lahir atau tidak. Sehingga seandainya ditemukan kita bisa melakukan langsung rehabilitasi pada usia enam bulan tersebut," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Bentuk rehabilitasi dini yang dapat diberikan meliputi terapi mendengar (AVT/Auditory Verbal Therapy), penggunaan alat bantu dengar, hingga pemasangan implan koklea.
Langkah deteksi dini ini sejalan dengan tema Hari Pendengaran Sedunia (World Hearing Day) 2026, yaitu From communities to classrooms: hearing care for all children.
Urgensi ini didukung oleh data Kementerian Kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 31 Desember 2025, yang menunjukkan bahwa dari 18,6 juta orang yang menjalani skrining, sebanyak 1,8% di antaranya memiliki gangguan kesehatan telinga.
Masalah pendengaran yang tidak tertangani sejak dini dikhawatirkan dapat menghambat tumbuh kembang hingga interaksi sosial anak di masa depan. (Ant/Z-1)
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Jangan sepelekan gendang telinga berlubang! Dokter THT RSCM jelaskan risiko infeksi berulang terhadap gangguan pendengaran dan prosedur operasi Timpanoplasti untuk memperbaikinya.
Gangguan pendengaran konduktif bisa menyerang anak-anak hingga dewasa. Kenali penyebab seperti serumen & tuba eustachius serta cara penanganannya dari dokter THT.
Dokter THT RSUP Nasional Dr. Ciptomangunkusumo menjelaskan fungsi penting serumen (kotoran telinga) sebagai pelindung alami dari infeksi bakteri.
Dokter THT sarankan aturan 60-60 saat pakai headphone untuk cegah gangguan pendengaran permanen. Batasi volume 60% dan durasi 60 menit. Simak selengkapnya!
Deteksi dini merupakan kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker serviks. Hal ini karena infeksi HPV risiko tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Kanker ginjal pada anak, terutama jenis Tumor Wilms (nefroblastoma), umumnya tidak dapat dicegah.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
Integrasi PET dan CT menghasilkan citra fusi komprehensif yang secara bersamaan mampu menampilkan fungsi sebagai hasil dari teknologi PET dan struktur sebagai hasil dari teknologi CT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved