Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Gendang Telinga Berlubang Perlu Operasi? Ini Penjelasan Dokter THT

Putri Rosmalia Octaviyani
07/3/2026 20:38
Gendang Telinga Berlubang Perlu Operasi? Ini Penjelasan Dokter THT
Ilustrasi seorang pasien melakukan pemeriksaan kesehatan telinga.(Dok. Freepik)

MASALAH pada gendang telinga merupakan salah satu pemicu utama gangguan pendengaran konduktif. Dalam banyak kasus medis, kondisi gendang telinga yang berlubang memerlukan penanganan serius melalui tindakan operasi untuk mencegah komplikasi gangguan pendengaran permanen.

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (THT-BKL), Harim Priyono, menyatakan bahwa perbaikan gendang telinga sangat penting karena lubang tersebut menjadi celah terjadinya infeksi berulang dan mengganggu kesehatan telinga.

Risiko Infeksi Akibat Gendang Telinga Berlubang

Menurut Dr. Harim, prinsip utama penanganan gendang telinga berlubang adalah melalui jalur operasi. Hal ini didasari oleh perbedaan karakteristik lingkungan antara telinga bagian luar dan bagian dalam.

"Kalau ada lubang di gendang telinga, prinsipnya harus dioperasi. Karena lingkungan di liang telinga berbeda dengan lingkungan di belakang gendang telinga," jelasnya dalam diskusi daring yang diselenggarakan RSUP Nasional Dr. Ciptomangunkusumo.

Secara anatomis, liang telinga berhubungan langsung dengan lingkungan luar, sedangkan rongga di belakang gendang telinga terhubung dengan saluran napas melalui tuba eustachius. Perbedaan ini membuat mikroorganisme di kedua area tersebut berbeda. Jika pembatasnya (gendang telinga) rusak, risiko infeksi meningkat tajam karena kedua area tersebut saling terhubung.

Prosedur Timpanoplasti sebagai Solusi

Tindakan medis standar untuk menutup lubang pada gendang telinga berlubang disebut dengan Timpanoplasti. Prosedur ini bertujuan untuk merekonstruksi jaringan agar struktur telinga kembali utuh.

Manfaat Operasi Timpanoplasti:

  • Mengembalikan keutuhan anatomi telinga.
  • Memisahkan kembali lingkungan telinga luar dan dalam.
  • Mengangkat sumber penyakit atau jaringan yang terinfeksi.

Ekspektasi Pemulihan Pendengaran

Meskipun operasi bertujuan untuk mengembalikan struktur anatomi agar sehat kembali, Dr. Harim mengingatkan bahwa pemulihan fungsi pendengaran sangat bergantung pada tingkat kerusakan awal.

Pada beberapa kasus di mana kerusakan tulang pendengaran sudah cukup parah sebelum operasi dilakukan, pendengaran mungkin tidak dapat kembali normal 100 persen. Jika hal ini terjadi, dokter akan menyarankan langkah rehabilitasi lanjutan, seperti:

  • Rekonstruksi tulang pendengaran.
  • Penggunaan alat bantu dengar (ABD).

Bagi masyarakat yang mengalami gejala telinga sering berair atau pendengaran menurun, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter THT untuk mendapatkan diagnosis yang akurat sebelum kerusakan gendang telinga dan gangguan pendengaran menjadi lebih luas.

(Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya