Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Polusi udara menjadi salah satu masalah besar yang mempengaruhi kesehatan anak-anak. Setiap hari, anak-anak terpapar udara yang tidak bersih, dari asap kendaraan hingga asap industri. Tanpa disadari, partikel halus ini dapat masuk ke paru-paru mereka dan berdampak pada tumbuh kembang mereka.
Faktanya, 93% anak di bawah usia 15 tahun terpapar polusi udara yang berbahaya. Dampaknya bisa sangat serius, mulai dari gangguan tumbuh kembang, infeksi saluran pernapasan, hingga masalah otak dan saraf.
Anak-anak bernapas lebih cepat dibandingkan orang dewasa, sehingga mereka menghirup lebih banyak polutan. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat mengganggu perkembangan otak dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti stunting, autisme, dan ADHD.
Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir paparan polusi udara. Berikut adalah 7 cara sederhana untuk melindungi anak dari polusi udara.
Masker N95 efektif menyaring partikel halus berukuran kecil (PM2.5) yang berbahaya bagi kesehatan paru-paru. Penggunaan masker dianjurkan bagi anak usia di atas 3 hingga 5 tahun, terutama saat polusi udara meningkat. Pastikan masker nyaman dan tidak mengganggu pernapasan anak.
Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dapat mengurangi emisi gas buang yang berbahaya. Anak-anak juga dapat memperoleh manfaat kesehatan dengan lebih banyak berjalan kaki atau bersepeda, selain berkontribusi pada upaya pengurangan polusi.
Jalan-jalan yang padat kendaraan memiliki konsentrasi polusi udara yang lebih tinggi. Pilih rute alternatif yang lebih sepi atau jalan di sisi yang jauh dari jalur kendaraan untuk mengurangi paparan langsung terhadap polusi.
Saat melewati daerah yang padat kendaraan atau berasap, menutup jendela mobil dapat mencegah partikel halus masuk ke dalam kendaraan. Aktifkan mode sirkulasi udara di mobil agar udara dari luar tidak mengalir ke dalam kendaraan.
Aplikasi pemantau kualitas udara dapat membantu Anda mengetahui tingkat polusi di sekitar. Jika Indeks Kualitas Udara (AQI) menunjukkan kategori tidak sehat, sebaiknya kurangi aktivitas luar ruangan, terutama bagi anak-anak.
Polusi tidak hanya berasal dari luar rumah. Asap masakan, rokok, dan pembakaran sampah juga berkontribusi terhadap polusi udara di dalam rumah. Pastikan untuk memiliki ventilasi yang baik dan hindari pembakaran sampah di area permukiman.
Pembersih udara dengan filter HEPA dapat membantu menyaring debu, asap, dan partikel mikroskopis di udara. Letakkan pembersih udara di ruang yang sering digunakan anak, seperti kamar tidur atau ruang bermain, agar udara di dalam rumah tetap bersih dan sehat.
Polusi udara memang sulit untuk dihindari sepenuhnya. Namun, dengan kebiasaan kecil dan kesadaran yang tinggi, kualitas udara yang dihirup anak-anak bisa tetap terjaga. Ingat, masa depan anak-anak kita dimulai dari setiap napas yang bersih. (Z-10)
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
KESEHATAN anak menjadi perhatian utama bagi orang tua, terutama saat memasuki musim hujan yang membawa perubahan cuaca ekstrem. Di periode ini, anak-anak sangat rentan mengalami alergi.
PENYAKIT cacingan masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami anak-anak di Indonesia. Kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele bisa menyebabkan cacingan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved