Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Waspadai Gangguan Bicara Sejak Dini sebagai Indikasi Masalah Pendengaran Anak

Basuki Eka Purnama
25/3/2026 05:24
Waspadai Gangguan Bicara Sejak Dini sebagai Indikasi Masalah Pendengaran Anak
Ilustrasi(Freepik)

ORANGTUA diimbau untuk lebih peka terhadap perkembangan bicara anak sejak dini. Pasalnya, keterlambatan bicara bisa menjadi indikator adanya masalah pendengaran, terutama bagi anak yang belum pernah menjalani skrining pendengaran.

Dokter spesialis THT dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, dr. Fikry Hamdan Yasin, Sp.THT-BKL, Subsp.K.(K), menjelaskan bahwa fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak. 

"Biasanya pada anak-anak yang mengalami tuli atau gangguan telinga sejak lahir itu, dia perkembangan bicaranya terganggu juga ya. Misalkan pada usia 6-8 bulan itu dia belum bisa babbling atau ngoceh-ngoceh. Atau dia belum bisa berkata kata-kata yang mengulang seperti mama, papa gitu ya," ujar Fikry, dikutip Rabu (25/3).

Identifikasi Penyebab Lain

Meski memiliki kaitan erat, Fikry menekankan bahwa tidak semua gangguan bicara secara otomatis berarti anak mengalami ketulian. 

Ada berbagai faktor eksternal lain yang bisa memicu keterlambatan bicara (speech delay) pada anak dengan pendengaran normal, di antaranya:

  • Paparan gawai (screentime) yang tidak tepat.
  • Penggunaan bahasa yang tidak konsisten (campur aduk) di lingkungan rumah.

Oleh karena itu, orangtua disarankan untuk mengevaluasi pola asuh dan interaksi di rumah sebelum menyimpulkan adanya gangguan organ pendengaran.

Solusi dan Rehabilitasi

Jika anak terbukti mengalami gangguan pendengaran, salah satu langkah rehabilitasi yang disarankan adalah Auditory Verbal Therapy (AVT). Terapi ini merupakan intervensi dini yang dirancang khusus untuk membantu anak mengembangkan kemampuan mendengar dan berkomunikasi secara lisan.

Urgensi Penanganan Dini

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan urgensi penanganan masalah ini:

  • Lebih dari 95 juta anak dan remaja (usia 5–19 tahun) di dunia mengalami gangguan pendengaran yang tidak tertangani.
  • Sekitar 60% masalah pendengaran sebenarnya dapat dicegah atau diobati jika mendapat akses ke tenaga kesehatan dan peralatan yang memadai.
  • Sayangnya, 80% penderita gangguan telinga saat ini belum menerima perawatan yang seharusnya, yang berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup mereka. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya