Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Menjaga Kualitas Pendengaran hingga Lansia: Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Utama

Basuki Eka Purnama
19/3/2026 08:55
Menjaga Kualitas Pendengaran hingga Lansia: Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Utama
Ilustrasi(Freepik)

PENURUNAN fungsi pendengaran sering dianggap sebagai konsekuensi alami dari pertambahan usia. Namun, proses degenerasi ini sebenarnya dapat diperlambat dengan langkah pencegahan yang tepat sejak dini. 

Guru Besar Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan - Bedah Kepala dan Leher (THTBKL) dari RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Jenny Bashirudin, Sp.THTBKL, Subsp.NO (K), membagikan sejumlah kiat strategis untuk menjaga kesehatan telinga hingga usia lanjut.

Peran Gaya Hidup dan Penyakit Metabolik

Dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, Prof. Jenny menekankan bahwa gaya hidup sehat memiliki korelasi langsung dengan ketajaman pendengaran. 

Aktivitas fisik yang rutin, seperti berolahraga pagi atau pergi ke pusat kebugaran (gym), terbukti membantu menjaga kebugaran organ tubuh secara keseluruhan, termasuk telinga.

"Dengan kebiasaan hidup sehat yang bagus, seperti berolahraga. Ada juga kan orang tua yang kita temui terlihat masih kuat dan sehat, karena ternyata suka gym, masih suka berolahraga pagi, itu biasanya sesuai kesehatannya maka pendengarannya bagus," ujar Prof. Jenny.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pola hidup sehat berfungsi sebagai benteng terhadap penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan hipertensi. 

Kedua kondisi ini diketahui sebagai pemicu gangguan pendengaran karena dampaknya terhadap sistem sirkulasi tubuh.

"Penyakit metabolik biasanya dapat membuat aliran darah dan sistem imun terganggu. Ini juga dapat mempercepat gangguan telinga," jelas dokter yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis THTBKL Indonesia ini.

Waspadai Kebisingan dan Obat Ototoksik

Selain faktor internal, faktor lingkungan seperti kebisingan juga menjadi ancaman serius. Prof. Jenny menyarankan bagi individu yang bekerja di lingkungan bising untuk disiplin menggunakan alat pelindung diri berupa penyumbat telinga (earplugs).

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah penggunaan obat-obatan bersifat ototoksik, yaitu zat kimia yang dapat merusak telinga dalam dan memicu tinnitus serta gangguan keseimbangan. 

Obat jenis ini biasanya ditemukan pada terapi penyakit berat seperti tuberkulosis dan kanker.

"Obat-obatan yang sangat ototoksik itu sebisa mungkin dihindari. Kalau misalnya itu berdampak pada kualitas hidup, maka pilih yang paling penting untuk kesehatan. Misalnya memang seseorang terkena cancer itu ya tetap harus digunakan (untuk penyembuhan)," tambahnya.

Menjaga Kualitas Hidup

Sebagai penutup, Prof. Jenny mengingatkan bahwa meskipun proses degenerasi organ adalah hal yang pasti terjadi pada lansia, hal tersebut tidak seharusnya menurunkan kualitas hidup seseorang secara drastis.

"Kita tahu ya bahwa usia lanjut itu pasti terjadi proses degenerasi dimana semua organ tubuh itu mengalami penurunan fungsi. Cuma kan hal itu tidak boleh mengurangi quality of life, jadi kita perlu melakukan pencegahan-pencegahan untuk menjaganya," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik