Headline

Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.

Ingin Umur Panjang? Coba Terapkan Salah Satu dari 5 Diet Ini

Abi Rama
23/3/2026 14:36
Ingin Umur Panjang? Coba Terapkan Salah Satu dari 5 Diet Ini
Ilustrasi(freepik)

POLA diet selama ini kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan. Namun, sebuah studi menunjukkan manfaatnya ternyata jauh lebih besar, bahkan membantu untuk memperpanjang usia.

Melansir dari Scientific American, penelitian yang melibatkan lebih dari 100.000 orang di Inggris menemukan individu yang menjalani pola makan sehat memiliki peluang hidup lebih lama. Bahkan, mereka yang mengikuti salah satu dari lima pola diet tertentu memiliki risiko kematian 18 hingga 24% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.

Bagi perempuan, pola makan ini dapat menambah harapan hidup sekitar 1,5 hingga 2,3 tahun. Sementara pada laki-laki, peningkatannya berkisar antara 1,9 hingga tiga tahun.

Para peneliti menekankan tidak ada satu pola diet “ajaib” untuk hidup panjang. Sebaliknya, ada banyak cara untuk makan sehat yang sama-sama efektif.

Liangkai Chen, penulis utama studi ini menyebut tidak ada satu jenis diet khusus yang dianggap paling benar atau paling ampuh untuk membuat seseorang hidup lebih lama. Kuncinya tetap pada bagaimana seseorang menjaga pola makan.

“Rahasia diet untuk umur panjang bukanlah menemukan satu formula ajaib," ujar Chen dikutip dari laman yang sama.

Menurutnya, hasil penelitian justru menunjukkan adanya beragam pola makan sehat yang bisa mendukung umur panjang.

Lima Pola Diet yang Terbukti Efektif

Dalam studi tersebut, para peneliti mengidentifikasi lima pola diet utama yang berkaitan dengan umur panjang, yakni:

  • Alternate Healthy Eating Index: Mendorong konsumsi makanan yang dapat melawan penyakit kronis.
  • Alternate Mediterranean Diet: Versi adaptasi diet Mediterania yang disesuaikan dengan kebiasaan makan di luar wilayah tersebut.
  • Healthful Plant-Based Diet Index: Menekankan konsumsi makanan nabati dan mengurangi produk hewani.
  • DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension): Fokus pada makanan sehat jantung untuk membantu menurunkan tekanan darah.
  • Diabetes Risk Reduction Diet: Membatasi makanan dengan indeks glikemik tinggi yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

Kelima pola ini memiliki kesamaan, yaitu tinggi buah, sayuran, lemak sehat, dan biji-bijian utuh, serta rendah makanan olahan.

Penelitian juga menemukan asupan serat memiliki kaitan kuat dengan umur panjang. Sebaliknya, konsumsi minuman manis dalam jumlah tinggi justru berhubungan dengan peningkatan risiko kematian.

Faktor Genetik juga Berperan

Menariknya, manfaat diet sehat ternyata berbeda tergantung faktor genetik. Director of Human Longevity Studies at the Institute for Aging Research at the Albert Einstein College of Medicine, Sofiya Milman menyebut orang dengan gen yang cenderung panjang umur justru mendapatkan manfaat lebih kecil dari diet sehat dibandingkan mereka yang secara genetik kurang beruntung.

Meski begitu, ia tetap menegaskan bahwa pola makan sehat adalah pilihan terbaik bagi semua orang.

Ahli nutrisi Sai Das menjelaskan studi ini bersifat observasional, sehingga tidak bisa membuktikan bahwa diet secara langsung menyebabkan umur lebih panjang. Namun, jumlah peserta yang besar membuat hasilnya tetap dinilai akurat.

“Sejak lama kita tahu bahwa pola makan adalah faktor penting dalam penyakit kronis,” ujarnya. Ia juga menambahkan kategori diet dalam penelitian ini sangat kuat secara ilmiah.

Masih Ada Keterbatasan

Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti kemungkinan pengaruh faktor lain, misalnya akses layanan kesehatan dan kesadaran hidup sehat. Selain itu, karena dilakukan di Inggris, hasilnya belum tentu berlaku sama di negara lain.

Selain itu para ahli menyarankan agar tidak terlalu terpaku pada angka tambahan usia yang dihasilkan dari diet sehat.

“Ini bukan soal memilih antara tambahan 1,5 atau 1,7 tahun, yang terpenting adalah dengan memperbanyak makanan sehat, Anda berpeluang hidup lebih lama," ujar Das. (Scientific American/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya