Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA diet selama ini kerap dikaitkan dengan penurunan berat badan. Namun, sebuah studi menunjukkan manfaatnya ternyata jauh lebih besar, bahkan membantu untuk memperpanjang usia.
Melansir dari Scientific American, penelitian yang melibatkan lebih dari 100.000 orang di Inggris menemukan individu yang menjalani pola makan sehat memiliki peluang hidup lebih lama. Bahkan, mereka yang mengikuti salah satu dari lima pola diet tertentu memiliki risiko kematian 18 hingga 24% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.
Bagi perempuan, pola makan ini dapat menambah harapan hidup sekitar 1,5 hingga 2,3 tahun. Sementara pada laki-laki, peningkatannya berkisar antara 1,9 hingga tiga tahun.
Para peneliti menekankan tidak ada satu pola diet “ajaib” untuk hidup panjang. Sebaliknya, ada banyak cara untuk makan sehat yang sama-sama efektif.
Liangkai Chen, penulis utama studi ini menyebut tidak ada satu jenis diet khusus yang dianggap paling benar atau paling ampuh untuk membuat seseorang hidup lebih lama. Kuncinya tetap pada bagaimana seseorang menjaga pola makan.
“Rahasia diet untuk umur panjang bukanlah menemukan satu formula ajaib," ujar Chen dikutip dari laman yang sama.
Menurutnya, hasil penelitian justru menunjukkan adanya beragam pola makan sehat yang bisa mendukung umur panjang.
Dalam studi tersebut, para peneliti mengidentifikasi lima pola diet utama yang berkaitan dengan umur panjang, yakni:
Kelima pola ini memiliki kesamaan, yaitu tinggi buah, sayuran, lemak sehat, dan biji-bijian utuh, serta rendah makanan olahan.
Penelitian juga menemukan asupan serat memiliki kaitan kuat dengan umur panjang. Sebaliknya, konsumsi minuman manis dalam jumlah tinggi justru berhubungan dengan peningkatan risiko kematian.
Menariknya, manfaat diet sehat ternyata berbeda tergantung faktor genetik. Director of Human Longevity Studies at the Institute for Aging Research at the Albert Einstein College of Medicine, Sofiya Milman menyebut orang dengan gen yang cenderung panjang umur justru mendapatkan manfaat lebih kecil dari diet sehat dibandingkan mereka yang secara genetik kurang beruntung.
Meski begitu, ia tetap menegaskan bahwa pola makan sehat adalah pilihan terbaik bagi semua orang.
Ahli nutrisi Sai Das menjelaskan studi ini bersifat observasional, sehingga tidak bisa membuktikan bahwa diet secara langsung menyebabkan umur lebih panjang. Namun, jumlah peserta yang besar membuat hasilnya tetap dinilai akurat.
“Sejak lama kita tahu bahwa pola makan adalah faktor penting dalam penyakit kronis,” ujarnya. Ia juga menambahkan kategori diet dalam penelitian ini sangat kuat secara ilmiah.
Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti kemungkinan pengaruh faktor lain, misalnya akses layanan kesehatan dan kesadaran hidup sehat. Selain itu, karena dilakukan di Inggris, hasilnya belum tentu berlaku sama di negara lain.
Selain itu para ahli menyarankan agar tidak terlalu terpaku pada angka tambahan usia yang dihasilkan dari diet sehat.
“Ini bukan soal memilih antara tambahan 1,5 atau 1,7 tahun, yang terpenting adalah dengan memperbanyak makanan sehat, Anda berpeluang hidup lebih lama," ujar Das. (Scientific American/Z-2)
Ilmuwan mengungkap rumus usia panjang bukan dari cara instan, melainkan kebiasaan konsisten seperti aktivitas fisik, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan usus.
Penelitian terbaru mengungkap sifat spesifik seperti aktif, rajin, dan suka menolong berkaitan dengan umur panjang.
Penelitian Universitas Negeri Ohio ungkap warga yang tinggal dekat laut punya harapan hidup lebih panjang. Faktor lingkungan dan sosial jadi kunci utama.
Bukan rahasia lagi bahwa aktivitas fisik sangat penting untuk menua dengan baik. Namun, ini tidak berarti Anda harus bergabung dengan gym untuk menikmati efek peningkatan umur
Setelah menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan umur panjang, mereka menemukan aktivitas fisik moderat.
Penelitian menunjukkan DASH Diet tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, tetapi juga berpotensi menjaga daya ingat dan kesehatan otak.
Mana yang lebih baik untuk jantung? Studi terbaru terhadap 200 ribu orang selama 30 tahun ungkap kualitas makanan lebih penting daripada sekadar jumlah lemak atau karbo.
Berat badan tak kunjung turun meski rutin olahraga? Terlalu banyak kardio, kurang istirahat, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Simak penjelasannya.
Pola makan sehat bisa membantu mencegah risiko demensia. Buah beri, sayuran hijau, ikan berlemak, kacang, dan minyak zaitun efektif lindungi fungsi otak.
Pola makan sehat di komunitas pedesaan tidak hanya bergantung pada akses toko, tetapi sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan kepercayaan diri dalam mengelola makanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved