Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GANGGUAN pendengaran adalah kondisi ketika kemampuan seseorang dalam menangkap suara menurun, baik sebagian maupun secara keseluruhan. Kondisi ini bisa muncul perlahan-lahan atau tiba-tiba. Ada yang bersifat sementara, namun bisa juga permanen.
Masalah pendengaran tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga bisa terjadi pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Sayangnya, gejalanya sering baru disadari setelah kondisinya cukup parah.
Beberapa faktor yang dapat memicu penurunan fungsi pendengaran antara lain:
Gangguan pendengaran umumnya berkembang secara perlahan, sehingga sering tidak langsung terasa. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
Menurut dr. B. Vimala Acala Pramuditya, Sp.THT-KL, gangguan pendengaran yang tidak ditangani dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan:
Agar fungsi pendengaran tetap optimal, lakukan langkah-langkah sederhana berikut:
Gangguan pendengaran adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga lansia. Mengenali gejala sejak dini, memahami faktor penyebab, serta menjaga kesehatan telinga dapat mencegah masalah ini menjadi lebih serius.
Jika kamu atau keluarga mulai mengalami pendengaran samar, segera konsultasikan dengan dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Z-10)
Paparan suara keras secara terus menerus dapat menyebabkan tinitus kronis atau telinga berdenging dan penurunan pendengaran secara progresif.
Paparan suara yang sangat keras seperti dari speaker sound horeg bisa langsung merusak sel-sel rambut halus di koklea atau rumah siput.
Gangguan pendengaran jarang terjadi secara tiba-tiba. Gejalanya merayap perlahan. Awalnya dianggap sepele.
Alat dengar yang digunakan sehari-hari disarankan yang memiliki noise cancelling untuk meredam suara bising dari luar.
Cedera bising kronik yang berlangsung lama biasanya karena penggunaan listening device untuk mendengarkan musik dengan volume kencang lebih dari 60% selama berjam-jam.
Penumpukan kotoran telinga (serumen), infeksi telinga, paparan suara keras secara terus-menerus, penuaan, cedera atau trauma kepala, kondisi medis dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
KETUA Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia Yussy Afriani Dewi menyebut 60 persen gangguan pendengaran dapat dicegah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved