Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEHATAN saluran pencernaan anak memegang peranan penting dalam pembentukan kecerdasan dan perkembangan otak. Hal itu disampaikan oleh Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, dr. Ray Wagiu Basrowi, dalam sebuah diskusi kesehatan anak yang menyoroti pentingnya nutrisi bagi tumbuh kembang si kecil.
Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.
“Otak dan usus itu saling berkomunikasi. Kesehatan pencernaan menentukan bagaimana otak berkembang dan bekerja. Karena itu, kalau ingin anak tumbuh cerdas, jaga dulu kesehatan ususnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, satu-satunya pintu masuk nutrisi bagi tubuh adalah melalui sistem pencernaan. Semua zat gizi penting, termasuk yang dibutuhkan otak seperti asam lemak DHA dan omega hanya dapat diserap dengan baik bila saluran pencernaan anak berada dalam kondisi sehat.
Lebih lanjut, dr. Ray menegaskan adanya hubungan langsung antara otak dan usus yang dikenal sebagai gut-brain axis. Dalam sistem ini, mikroorganisme baik di usus atau bakteri baik (probiotik) berperan penting dalam menjaga komunikasi antara keduanya.
“Bakteri baik di usus membantu mengirim sinyal ke otak dan sebaliknya. Kalau jumlahnya seimbang dan diberi asupan yang tepat, anak jadi lebih sehat, lebih fokus, dan tidak mudah sakit,” jelasnya.
Untuk menjaga keseimbangan tersebut, anak membutuhkan asupan serat pangan berupa prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik. Prebiotik membantu mikrobiota usus berkembang dengan optimal sehingga sistem pencernaan dapat bekerja lebih efisien.
“Kalau bakteri baik di usus tidak diberi makanan, keseimbangannya terganggu. Padahal dari sanalah dimulai semua proses yang memengaruhi daya tahan tubuh, pencernaan, hingga kecerdasan,” kata dr. Ray.
Makanan yang mengandung prebiotik bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa asupan makanan mengandung prebiotik untuk anak antara lain:
Dr. Ray juga menyoroti hasil survei yang menunjukkan bahwa asupan serat anak Indonesia masih sangat rendah, terutama dari buah dan sayur. Kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan kognitif karena gangguan pada sistem pencernaan dapat menurunkan penyerapan gizi penting bagi otak.
dr. Ray kemudian menekankan bahwa pola pikir orang tua perlu diubah. Selama ini banyak yang hanya fokus pada stimulasi otak atau pendidikan anak, namun lupa bahwa kecerdasan tidak akan berkembang tanpa dasar tubuh yang sehat.
“Tak ada orang tua yang bilang ingin anaknya punya sistem pencernaan yang sehat, padahal itu justru fondasi utama. Otak akan tumbuh baik kalau pencernaan anaknya sehat,” ujarnya menutup.
Melalui pemahaman ini, ia berharap para orang tua lebih memperhatikan kesehatan usus anak sejak dini dengan pola makan seimbang, cukup serat, serta memilih sumber nutrisi yang mengandung prebiotik untuk mendukung tumbuh kembang optimal.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
KESEHATAN anak menjadi perhatian utama bagi orang tua, terutama saat memasuki musim hujan yang membawa perubahan cuaca ekstrem. Di periode ini, anak-anak sangat rentan mengalami alergi.
PENYAKIT cacingan masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami anak-anak di Indonesia. Kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele bisa menyebabkan cacingan.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Program ini akan hadir dalam berbagai edisi, baik akademik maupun non-akademik, sehingga setiap Si Kecil memiliki kesempatan untuk bersinar sesuai potensinya.
Tahap awal pembekalan akan difokuskan pada asesmen pertumbuhan anak untuk mendeteksi terjadinya gizi kurang, gizi buruk, dan obesitas yang dapat mengganggu perkembangan anak.
Tiga pilar utama kesehatan anak—pemeriksaan berkala, vaksinasi, dan nutrisi seimbang—jadi kunci pencegahan untuk masa depan yang sehat dan cerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved