Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Saluran Pencernaan yang Sehat Bisa jadi Kunci Tumbuh Kembang Otak Anak

Abi Rama
11/11/2025 22:40
Saluran Pencernaan yang Sehat Bisa jadi Kunci Tumbuh Kembang Otak Anak
Dokter spesialis anak, Melia Yunita, Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Ray Wagiu Basrowi.(MI/Abi)

KESEHATAN saluran pencernaan anak memegang peranan penting dalam pembentukan kecerdasan dan perkembangan otak. Hal itu disampaikan oleh Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, dr. Ray Wagiu Basrowi, dalam sebuah diskusi kesehatan anak yang menyoroti pentingnya nutrisi bagi tumbuh kembang si kecil.

Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.

“Otak dan usus itu saling berkomunikasi. Kesehatan pencernaan menentukan bagaimana otak berkembang dan bekerja. Karena itu, kalau ingin anak tumbuh cerdas, jaga dulu kesehatan ususnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, satu-satunya pintu masuk nutrisi bagi tubuh adalah melalui sistem pencernaan. Semua zat gizi penting, termasuk yang dibutuhkan otak seperti asam lemak DHA dan omega hanya dapat diserap dengan baik bila saluran pencernaan anak berada dalam kondisi sehat.

Hubungan Antara Kesehatan Pencernaan dan Tumbuh Kembang Otak

Lebih lanjut, dr. Ray menegaskan adanya hubungan langsung antara otak dan usus yang dikenal sebagai gut-brain axis. Dalam sistem ini, mikroorganisme baik di usus atau bakteri baik (probiotik) berperan penting dalam menjaga komunikasi antara keduanya.

“Bakteri baik di usus membantu mengirim sinyal ke otak dan sebaliknya. Kalau jumlahnya seimbang dan diberi asupan yang tepat, anak jadi lebih sehat, lebih fokus, dan tidak mudah sakit,” jelasnya.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut, anak membutuhkan asupan serat pangan berupa prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik. Prebiotik membantu mikrobiota usus berkembang dengan optimal sehingga sistem pencernaan dapat bekerja lebih efisien.

“Kalau bakteri baik di usus tidak diberi makanan, keseimbangannya terganggu. Padahal dari sanalah dimulai semua proses yang memengaruhi daya tahan tubuh, pencernaan, hingga kecerdasan,” kata dr. Ray.

Makanan yang Mengandung Prebiotik

Makanan yang mengandung prebiotik bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa asupan makanan mengandung prebiotik untuk anak antara lain: 

  • ASI (Air Susu Ibu)
  • Buah-buahan: apel, pisang, buah beri
  • Sayuran: tomat, asparagus, dan sayuran hijau
  • Bawang-bawangan: bawang putih, bawang merah, bombay
  • Kacang-kacangan: kacang polong, buncis, kedelai
  • Biji-bijian: gandum, barley, chia seeds
  • Makanan fortifikasi: tepung, roti, dan susu pertumbuhan yang mengandung tambahan prebiotik seperti FOS, GOS, dan inulin

Dr. Ray juga menyoroti hasil survei yang menunjukkan bahwa asupan serat anak Indonesia masih sangat rendah, terutama dari buah dan sayur. Kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan kognitif karena gangguan pada sistem pencernaan dapat menurunkan penyerapan gizi penting bagi otak.

Pola Pikir Orang Tua Perlu Diubah

dr. Ray kemudian menekankan bahwa pola pikir orang tua perlu diubah. Selama ini banyak yang hanya fokus pada stimulasi otak atau pendidikan anak, namun lupa bahwa kecerdasan tidak akan berkembang tanpa dasar tubuh yang sehat.

“Tak ada orang tua yang bilang ingin anaknya punya sistem pencernaan yang sehat, padahal itu justru fondasi utama. Otak akan tumbuh baik kalau pencernaan anaknya sehat,” ujarnya menutup.

Melalui pemahaman ini, ia berharap para orang tua lebih memperhatikan kesehatan usus anak sejak dini dengan pola makan seimbang, cukup serat, serta memilih sumber nutrisi yang mengandung prebiotik untuk mendukung tumbuh kembang optimal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik