Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DITUTUPNYA pusat kebugaran terbuka maupun dilarangnya sesi olah raga bersama selam,a masa pandemi korona, membuat banyak orang yang beralih ke olah raga lari untuk menjaga kebugaran.
Tetapi, jika semakin banyak orang berlari di jalanan dan trotoar, hal itu juga berisiko menularkan virus lantaran gagal menjaga jarak fisik 1,5 meter antarorang.
Jurnalis dan profesional medis Dr Norman Swan menjelaskan pada Coronacast ABC bahwa ia menjauhi pelari karena tingkat sekresi tubuh yang berisiko.
"Jika pelari mendekati Anda, mereka dapat menjentikkan sekresi apa pun," katanya.
Kendati tidak yakin apakah virus korona telah ditemukan di keringat, Swan menyarankan untuk menghindari kontak dengan sesama pelari. Kekhawatiran terbesarnya dari pelari yang tidak mematuhi jarak sosial berasal dari napas mereka.
"Keringat bukanlah satu-satunya sekresi yang terjadi ketika joging di jalan. Ketika bernapas dengan cepat dan Anda memiliki virus di sana, Anda cenderung bisa menularkan," tambah Swan.
Dia pun ketika berlari keluar akan menghindari orang lain termasuk pelari berpapasan.
"Karena jika mereka menghembuskan napas lebih cepat dan memiliki covid, mereka sbisa menyipratkannya," kata Swan.
Amy Treakle, seorang spesialis penyakit menular di Seattle, mengeluarkan peringatan lain atas kebiasaan yang meludah banyak pelari.
"Covid-19 disebarkan oleh tetesan pernapasan ketika seseorang batuk atau bersin. Penularan dapat terjadi ketika tetesan ini masuk ke mulut, hidung, atau mata orang-orang yang berada di dekatnya. Meludah mengandung air liur tetapi bisa juga mengandung dahak dari paru-paru atau drainase dari nasofaring posterior," kata Treakle kepada publikasi kebugaran Bicyling.
Dr Michael Head, peneliti senior bidang kesehatan global di University of Southampton mengeluarkan trik bermanfaat bagi pelari untuk menjaga jarak. "Anda membutuhkan jarak kira-kira panjang dua troli supermarket standar di antara Anda dan pelari lain," tukas Head. (M-4)
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved