Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
CHATGPT kini makin populer di kalangan anak-anak dan remaja. Teknologi kecerdasan buatan (AI) ini dapat menjadi teman belajar yang menarik—membantu menjawab pertanyaan, mengerjakan tugas, bahkan memicu rasa ingin tahu.
Di balik manfaatnya, penggunaan ChatGPT pada anak usia dini perlu diwaspadai karena bisa memicu ketergantungan, menurunkan kemampuan berpikir kritis, dan membuka akses terhadap informasi yang belum tentu sesuai usia.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika IPB University Prof Yeni Herdiyeni, dikutip Jumat (7/11).
Prof Yeni, yang juga Ketua Program Studi Kecerdasan Buatan IPB University, menjelaskan bahwa pemanfaatan ChatGPT di kalangan anak-anak harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
"Teknologi ini memiliki dua sisi. Ada sisi positif dan negatifnya. Dari sisi positif, ChatGPT mempermudah kita mengeksplorasi pengetahuan. Namun, jika digunakan secara instan tanpa berpikir, otak anak tidak akan terlatih," jelas Prof Yeni.
Menurutnya, ChatGPT memberikan informasi secara cepat dan praktis, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat melemahkan kemampuan kognitif anak.
"Kalau kita mencari sesuatu langsung pakai ChatGPT, informasi memang keluar dengan cepat, tapi setelah itu bisa lupa. Otak tidak terlatih untuk mengingat dan menganalisis," ujarnya.
Teknologi ini, sebut Prof Yeni, sebenarnya lebih aman digunakan oleh orang dewasa yang sudah mampu memverifikasi kebenaran informasi.
"Kalau usia dini, seperti anak SD, sebaiknya penggunaan ChatGPT harus dalam pengawasan," tegas Prof Yeni.
"Anak-anak masih butuh pengembangan motorik dan kognitif. Kalau kemampuan itu tergantikan oleh ChatGPT, otak mereka tidak berkembang optimal," lanjutnya.
Dari sisi teknis, Prof Yeni menjelaskan bahwa ChatGPT dikembangkan dengan prinsip menyerupai cara kerja otak manusia, melalui teknologi transformer dan algoritma long short term memory (LSTM).
Namun demikian, tetap ada kelemahan seperti bias dan halusinasi data yang bisa menyesatkan pengguna.
"Karena itu, masyarakat harus tahu bahwa tidak semua jawaban ChatGPT benar," tambahnya.
Mengenai kebijakan pengenalan AI sejak dini, Prof Yeni menilai pemerintah perlu menekankan pada penguatan computational thinking (cara berpikir komputasional), bukan sekadar kemampuan coding.
"Computational thinking itu melatih kemampuan otak manusia untuk memecahkan masalah, berpikir logis, dan mengenali pola. Sedangkan coding hanyalah implementasi dari kemampuan itu," jelasnya.
Prof Yeni menyarankan agar guru dan orangtua tidak serta-merta menyerahkan proses belajar anak kepada ChatGPT.
"Kalau ada tugas sekolah, sebaiknya tetap ajari anak berpikir dan mencari jawaban sendiri. ChatGPT bisa dipakai untuk membantu, tapi bukan untuk menggantikan proses belajar," katanya.
Ia menegaskan pentingnya pendekatan human-centered dalam penggunaan AI. Artinya, manusia harus tetap menjadi pusat dalam proses pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
"Teknologi seperti ChatGPT bisa jadi sumber belajar yang luar biasa bila digunakan dengan bijak. Tapi tanpa bimbingan, bisa berubah menjadi jebakan digital," ujarnya.
Prof Yeni mengingatkan, bijak menggunakan teknologi berarti turut membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan beretika di era digital.
"Peran orangtua dan pendidik sangat penting untuk mengarahkan, membimbing, dan mengawasi penggunaan ChatGPT oleh anak-anak. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi ini bisa menjadi sahabat belajar yang aman dan bermanfaat," tutupnya. (Z-1)
Smart journalism sendiri merupakan praktik jurnalistik dengan memanfaatkan teknologi AI tanpa mengalihkan akuntabilitas dari manusia.
Atalya menilai perlu adanya pengembangan kurikulum kecerdasan buatan secara bertahap agar pelajar dapat mengenal teknologi AI secara edukatif dan bertanggung jawab.
Meta resmi mencaplok Moltbook, platform unik tempat asisten digital AI saling berkomunikasi. Langkah Mark Zuckerberg itu memperkuat dominasi agen AI global.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ornitolog internasional yang mempelajari kelompok burung antbird, yakni burung kecil pemakan serangga yang banyak ditemukan di hutan tropis Amerika
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved