Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
CHATGPT bisa menjawab banyak hal, tetapi satu hal yang pasti, ia bukan pengganti bantuan kesehatan mental. Kasus bunuh diri seorang yang curhat pada ChatGPT menunjukkan betapa berbahayanya menjadikan chatbot sebagai terapis.
Sophie, 29, memilih curhat rencana bunuh dirinya ke ChatGPT. Namun, alih-alih mendapatkan pertolongan, ia justru berakhir tragis.
Kasus lain menimpa seorang remaja 16 tahun, Ia juga sempat membicarakan bunuh diri dengan ChatGPT sebelum ia meninggal
"Orang tersebut mulai memandang chatbot sebagai... mungkin satu-satunya entitas/orang yang benar-benar memahami mereka," kata Dr. Matthew Nour, seorang peneliti di departemen psikiatri di Universitas Oxford. "Jadi, mereka mulai mencurahkan semua kekhawatiran dan pikiran mereka yang paling meresahkan kepada chatbot, mengabaikan orang lain.”
Walau AI mampu memberikan jawaban dengan cepat, ia tetap tidak memiliki empati, rasa aman, maupun kepekaan layaknya manusia. Para ahli menegaskan, risikonya justru jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Berikut empat alasan mengapa ChatGPT sebaiknya tidak dijadikan terapis mental.
Chatbot seperti ChatGPT menyesuaikan respons sesuai preferensi pengguna, sehingga menciptakan lingkaran umpan balik yang salah. Hal inilah yang memperkuat keyakinan negatif pengguna.
Sebagai contoh, seseorang yang merasa sendirian mungkin menerima respon yang memperdalam perasaan tersebut. Akhirnya, chatbot menciptakan ilusi pemahaman, padahal hanya memperkuat kesalahpahaman emosional.
ChatGPT dapat memberikan nomor hotline krisis di awal obrolan, namun dalam percakapan yang lebih panjang responsnya bisa menjadi tidak konsisten.
Chatbot tidak memiliki "teori pikiran" seperti terapis dan hanya mengandalkan informasi dari pengguna. Akibatnya, kesalahan kecil di awal percakapan bisa berkembang menjadi nasihat yang keliru.
Menurut Nour, chatbot berguna untuk saran umum atau pengingat harian, tetapi tidak layak dijadikan sarana utama kesehatan mental.
Dr. Scott Kollins, psikolog anak dan kepala petugas medis di aplikasi perlindungan identitas dan keamanan daring Aura, menjelaskan bahwa remaja sangat rentan salah menafsirkan respon chatbot sebagai empati manusia. Faktanya, yang mereka operasikan hanyalah sebuah sistem komputer.
Riset Aura menunjukkan remaja menggunakan chatbot untuk dukungan emosional atau hubungan romantis. Hal ini berisiko memperburuk kesehatan mental dan membuat mereka semakin terisolasi dari dukungan nyata.
Dr. Scott Kollins, menyarankan remaja mengecek daftar orang dewasa tepercaya sebelum menggunakan chatbot. Komunitas daring juga bisa menjadi ruang didengar, asalkan tetap mendapat dukungan nyata dan kebiasaan sehat.
Jika remaja belum merasa nyaman untuk curhat, menuliskan perasaan bisa menjadi langkah awal yang membantu. Tetap melibatkan orang terdekat juga penting, karena AI tidak selalu bisa diprediksi.
ChatGPT bisa membantu menjawab pertanyaan, tetapi tidak layak menggantikan terapis profesional.
Jika merasa tertekan atau banyak pikiran, lebih baik berbicara dengan keluarga, teman dekat, atau tenaga profesional. Bantuan manusia jauh lebih aman dibandingkan chatbot. (Mashable/Z-2)
Model AI baru bernama HRM meniru cara kerja otak manusia dan berhasil mengalahkan ChatGPT, Claude, hingga Deepseek dalam tes penalaran ARC-AGI.
Anthropic resmi merilis ekstensi Chrome untuk chatbot AI andalannya, Claude. Fitur baru ini memudahkan pengguna berinteraksi langsung dari browser.
Sebuah studi mengungkap ChatGPT kerap memberikan informasi berbahaya kepada remaja.
Elon Musk menuding Apple memihak ChatGPT di App Store. Ia bahkan berjanji akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
PERUSAHAAN teknologi Amerika Serikat, Apple, dikabarkan tengah mengembangkan model kecerdasan buatan buatan sendiri, seperti ChatGPT. Model kecerdasan buatan
Tersangka ini menawarkan dan mencarikan pelanggan untuk pelayanan seksual, menjemput serta mengantar korban ke lokasi dan mengambil keuntungan
KANTOR Imigrasi Jakarta Utara mendeportasi empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang bekerja tanpa izin sebagai terapis hingga pemandu lagu di tempat pijat dan spa
Virtual reality (VR) telah muncul sebagai alat inovatif dalam terapi kesehatan mental, menawarkan berbagai keuntungan yang signifikan.
Kominfo menyediakan berbagai perangkat dan layanan yang dinilai dibutuhkan para peliput di Media Center PON 2024. Mulai dari working area, internet, studio hingga terapis pijat refleksi.
Para pengusaha yang tergabung dalam Bali Spa & Wellness Association (BSWA) yang bernaung di bawah PHRI Bali menyampaikan keberatan atas pengenaan pajak hiburan 40%-75%.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved