Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
OPENAI mengungkapkan lebih dari satu juta pengguna ChatGPT setiap minggu mengirim pesan yang mengandung “indikasi eksplisit perencanaan atau niat bunuh diri”. Temuan ini disampaikan melalui unggahan blog resmi perusahaan, Senin (27/10), sebagai bagian dari pembaruan tentang bagaimana sistem mereka menangani percakapan sensitif.
Dalam laporan tersebut, OpenAI menyebut sekitar 0,07% pengguna aktif mingguan, atau sekitar 560.000 orang dari total 800 juta pengguna, menunjukkan “tanda-tanda darurat kesehatan mental” seperti psikosis atau mania. Perusahaan menegaskan data tersebut masih bersifat awal dan sulit diukur secara akurat.
Pengungkapan ini muncul di tengah sorotan hukum dan publik terhadap OpenAI, setelah keluarga seorang remaja yang bunuh diri menggugat perusahaan. Remaja tersebut dilaporkan melakukan percakapan intens dengan ChatGPT sebelum kematiannya. Selain itu, Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) baru-baru ini membuka penyelidikan terhadap sejumlah pengembang chatbot, termasuk OpenAI, untuk menilai dampak negatif AI terhadap anak-anak dan remaja.
Dalam postingannya, OpenAI mengklaim pembaruan terbaru pada model GPT-5 berhasil mengurangi perilaku berisiko dan meningkatkan keselamatan pengguna. “Evaluasi otomatis terbaru kami menunjukkan model GPT-5 memiliki tingkat kepatuhan 91% terhadap perilaku yang diinginkan, dibandingkan 77% pada versi sebelumnya,” tulis perusahaan tersebut.
OpenAI juga menambahkan akses langsung ke saluran bantuan krisis dan pengingat agar pengguna beristirahat selama sesi percakapan panjang. Untuk mendukung penelitian ini, perusahaan melibatkan 170 tenaga medis dari Global Physician Network, termasuk psikiater dan psikolog, yang menilai keamanan respons model dan membantu merancang jawaban terkait kesehatan mental.
“Sebagai bagian dari penelitian ini, para psikiater dan psikolog meninjau lebih dari 1.800 respons model dalam situasi serius terkait kesehatan mental,” kata OpenAI.
Meski begitu, sejumlah peneliti AI dan pakar kesehatan mental telah lama memperingatkan chatbot berpotensi memvalidasi pikiran atau keputusan berbahaya pengguna, fenomena yang dikenal sebagai sycophancy. Mereka juga menilai ketergantungan pada chatbot sebagai alat dukungan emosional dapat membahayakan pengguna yang rentan.
Bahasa dalam unggahan OpenAI tampak berupaya menjauhkan perusahaan dari keterkaitan langsung antara produknya dan krisis kesehatan mental yang dialami sebagian pengguna. (The Guardian/Z-2)
Peringatan: Tulisan ini bukan dimaksudkan menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi, berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan segala masalah Anda ke tenaga profesional seperti psikolog, klinik kesehatan mental, psikiater, dan pihak lain yang bisa membantu.
Layanan konseling darurat 24 jam:
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Guru dan pakar peringatkan "erosi" kemampuan mengeja pada siswa. Penggunaan autocorrect dan ChatGPT disebut memperparah penurunan literasi dasar.
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
Jika ChatGPT (OpenAI) masih memegang mahkota untuk urusan koding dan penulisan akademis, gelar "Raja Tren Sosial" kini mutlak dipegang oleh Grok, AI besutan xAI milik Elon Musk.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
Berbeda dengan percakapan biasa, ChatGPT Health hadir sebagai fitur khusus yang terpisah dari ruang obrolan (chat room) lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved