Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN gawai atau gadget oleh anak-anak, terutama ponsel pintar dan tablet di era digital sulit dihindari. Gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Namun penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan berdampak negatif pada pertumbuhan anak-anak, seperti menurunkan kemampuan kognitif, kesulitan berkonsentrasi, dan menghambat perkembangan komunikasi anak-anak.
Oleh karena itu, orang tua harus mengawasi dan membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan gadget. Contohnya, dengan mengenalkan gadget sebagai media pembelajaran bagi anak-anak.
Baca juga : Cara Berkomunikasi Dengan Anak Tentang Kanker
Hal itu menjadi perhatian Edufrienz 99 yang mengembangkan platform pembelajaran berbasis web digital. Platform ini menyediakan perpustakaan lembar kerja digital untuk anak-anak dengan berbagai konten dan sumber belajar.
Co-Founder Edufrienz 99 Chantel Goh mengatakan, Edufrienz 99 bisa menjadi solusi pembelajaran untuk anak-anak. Di perpustakaan lembar kerja digital ini, orang tua dan pendidik dapat dengan mudah mengakses konten pembelajaran dan lembar kegiatan untuk meningkatkan proses pembelajaran anak-anak.
"Sebagian besar orang tua khawatir anak-anak mereka akan menggunakan perangkat digital terlalu lama. Untuk alasan ini, perpustakaan lembar kerja digital Edufrienz 99 menawarkan sumber daya praktis untuk membantu mengurangi ketergantungan anak pada alat digital. Dengan Edufrienz 99, anak-anak dapat terlibat dalam aktivitas menggunakan kertas dan pensil," kata Chantel Goh dalam pernyataan di Jakarta, Senin (20/11).
Baca juga : Jangan Anggap Remeh! Ini Cara Mengetahui Penyebab Alergi pada Anak
Chantel Goh menambahkan, Edufrienz 99 dilengkapi dengan 11 kategori konten, termasuk menggambar, mewarnai, permainan, bahasa Tiongkok, poster, kegiatan pembelajaran, dan masih banyak lagi.
Salah satu kategori kunci untuk pembelajaran adalah tentang menumbuhkan nilai dan perilaku positif anak-anak. Di Edufrienz, orang tua dan sekolah dapat menemukan berbagai topik pembelajaran emosional sosial melalui pengenalan fitur Spark Frienz yang menampilkan lima hewan kartun pendamping untuk membimbing perkembangan karakter anak-anak.
Menurut Goh, ada berbagai macam alat digital yang mendukung pembelajaran anak-anak, namun tidak semuanya terjangkau oleh masyarakat luas. Edufrienz 99 mematok tarif langganan yang sangat murah, mulai dari US$2,49/bulan atau sekitar Rp38 ribu.
"Tujuan kami adalah membuat gebrakan di mana pembelajaran anak-anak belajar tidak hanya dilakukan secara konvensional tetapi juga melalui platform digital. Dengan cara ini, lebih banyak anak akan dapat mengakses pembelajaran dan kegiatan yang menyenangkan, baik di rumah maupun di sekolah. Pada saat yang bersamaan, mereka bisa mengembangkan kepribadian yang baik," harap Chantel Goh.
Edufrienz, imbuh Chantel Goh, adalah platform bagi anak-anak dapat memaksimalkan pembelajaran dengan media digital. Di sisi lain, orang tua bisa lebih fokus pada pertumbuhan kognitif dan perkembangan kepribadian anak-anak mereka. (Z-5)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
MORAZEN Yogyakarta mengimplementasikan program MORA Impact melalui pengembangan MORA Learning Corner dan MORA Edu Care di SD Negeri Temon, Kecamatan Temon, Kulon Progo.
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved