Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) menyediakan opsi pembayaran pay later untuk transaksi pengiriman barang. Resmi per Mei 2023, pelanggan dapat menikmati fitur Send Now Pay Later melalui aplikasi mySPIL Reloaded.
Tak harus mengirim dalam jumlah besar, layanan Less Container Load (LCL) yang tersedia di SPIL memudahkan para pedagang dan pelaku UMKM untuk mengirimkan barang mereka ke seluruh Indonesia.
“Kami mendengar saran dan masukan dari customer SPIL. Beberapa pelanggan khususnya berskala UMKM menginginkan keringanan tambahan waktu dalam pembayaran. Kini SPIL hadir dengan fitur Send Now Pay Later untuk mempermudah pengiriman tanpa kendala,” ujar Deddy Wijaya, Finance and Administration Director PT SPIL dalam keterangan, Jumat (5/5).
Baca juga: Indonesia Didorong untuk Tingkatkan Performa LPI
Ia menambahkan, SPIL menjadi perusahaan pelayaran dan logistik pertama untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya, melalui pembayaran via pay later, pelanggan bebas dalam menentukan besaran nominal pembayaran yang dipilih selama limit pay later masih tersedia.
Fitur Pay Later Terima Angsuran
Batas waktu pelunasan pun dapat diatur sendiri oleh customer. Fitur pay later ini menerima angsuran hingga beberapa waktu ke depan.
Di waktu tersebut, pelanggan dapat menentukan strategi lainnya selama belum melewati jatuh tempo pembayaran. Tentunya hal ini akan berdampak baik pada arus kas yang menjadi lebih stabil.
Adanya dana yang masih tersedia karena penggunaan fitur pay later, dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk modal kerja yang lebih efektif.
Baca juga: Trado Tekan Biaya Pengiriman dengan Teknologi Berbasis AI dan ML
Pebisnis dapat mengalihkan modal yang ia miliki untuk keperluan bisnis lain. Misalnya untuk pengembangan bisnis hingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Bisnis pun tumbuh lebih pesat.
“Fitur ini jadi poin plus SPIL untuk pengusaha kecil menengah seperti saya. Kalau biasanya kami menggunakan fitur pay later untuk pembelian barang, sekarang kita juga bisa pakai untuk pengiriman barang," kata Hendra, salah satu konsumen SPIL..
"Tentunya ini membuat pengolahan cash flow kami jadi lebih baik, ya. Apalagi prosesnya yang cukup mudah. Dari HP pun juga bisa.” Imbuh Hendra.
Baca juga: WGSHub dan Aksi Kembangkan Solusi Perangkat Lunak Pelabuhan
Deddy berharap, adanya pilihan pembayaran digital ini dapat memudahkan para pelanggan SPIL untuk mengirimkan barang mereka tanpa khawatir mengganggu arus kas.
Bisa Atur Perencanaan Cash Flow
Melalui SuperApp Logistik pertama di Indonesia, customer SPIL dapat mengatur perencanaan cash flow bisnis yang lebih efisien.
Dengan demikian, mereka pun mendapatkan daya saing unggul setara dengan para pelaku bisnis yang lebih mapan dalam industri yang sama dengan mengandalkan fitur Send Now Pay Later. (RO/S-4)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri).
IPC TPK di penghujung tahun 2025 dengan melayani tambahan layanan adhoc (Adhoc Service) dari perusahaan pelayaran global, CMA CGM.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan dan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan utara berpotensi disertai hujan badai dan petir berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
PT ASDP Indonesia Ferry berhasil mencatatkan kinerja solid sepanjang Semester I-2025 di tengah dinamika pasar transportasi nasional.
Pemerintah menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.
DIREKTUR Utama IPC Terminal Petikemas (TPK) Guna Mulyana mengungkapkan ketegangan geopolitik global berdampak pada terhambatnya pembukaan rute pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved