Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PLATFORM e-commerce Bukalapak dikabarkan mendapat suntikan dana dari Standard Chartered PLC, sebuah perusahaan jasa keuangan multinasional yang berpusat di London, Inggris.
Rencananya uang tersebut untuk mengumpulkan US$200 juta atau sekitar Rp2,8 triliun dalam membiayai ekspansi usaha Bukalapak di negara Inggris, menurut sumber Bloomberg, Kamis (14/1).
Standard Chartered dan Bukalapak telah mengumumkan kerja sama ini dalam bentuk kemitraan strategis untuk berkolaborasi di perbankan digital.
Selain Standard Chartered, nama Naver Corp dan Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund dikabarkan bakal terlibat menjadi investor. Dalam waktu dekat, kesepakatan dua perusahaan itu akan terwujud untuk pendanaan tambahan, menurut salah satu sumber yang lain.
Bukalapak juga dilaporkan telah mendapat US$ 100 juta dari perusahaan Microsoft Corp, GIC Pte dan PT Elang Mahkota Teknologi, dalam laporan Bloomberg pada November 2020.
Saat dikonfirmasi, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin membenarkan kerja sama tersebut. Namun, tidak menyebutkan secara detail berapa nominal kesepakatan bisnis dengan Standard Chartered.
Baca juga : Empat Tren Teknologi Diprediksi Dominasi 2021
“Kemitraan strategis ini menunjukkan kepercayaan Standard Chartered terhadap misi dan komitmen Bukalapak dalam menciptakan dampak di seluruh Indonesia. Perdagangan dan jasa keuangan merupakan aspek penting dari kesejahteraan masyarakat," kata Rachmat dalam keterangan yang diterima wartawan.
Bukalapak menjelaskan, kerja sama dengan Standard Chartered akan berfokus inovasi di bidang jasa finansial dan e-commerce. Dikatakan, dua perusahaan itu bakal menawarkan berbagai layanan keuangan inovatif melalui ekosistem Bukalapak.
Kemudian, kedua belah pihak sepakat mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Dengan jangkauan ekstensif Bukalapak yang mencapai hingga 100 juta pengguna dan 13,5 juta pelaku UMKM, kolaborasi ini diharapkan mendorong inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
"Dengan jaringan perbankan global yang kuat dan bisnis layanan keuangan yang bergengsi, partisipasi Standard
Chartered di Bukalapak akan semakin memperkuat jajaran pemegang saham dan mitra strategis kami saat ini," pungkas Rachmat. (OL-7)
Berawal dari usaha rumahan, Finetrus sukses menjadi UMKM perlengkapan tidur favorit di Shopee. Fokus pada kualitas bedding, Finetrus tumbuh pesat lewat inovasi dan digitalisasi.
ONE Global Capital mengumumkan pembagian dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun sejak mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre.
Kedua inisiatif tersebut menyoroti bagaimana bisnis dan komunitas lokal di seluruh dunia memanfaatkan Shopee dan ekonomi digital untuk berkembang
ASWFoods resmi meluncurkan ATB Marie Coconut, varian baru dari lini ATB Marie Susu, di tengah meningkatnya persaingan produk biskuit Marie di pasar domestik.
Di tengah gelombang digitalisasi yang kian masif, sektor e-commerce Indonesia terus mencatat pertumbuhan signifikan dengan jutaan transaksi terjadi setiap hari.
Pendekatan berbasis data memungkinkan penjual memahami perilaku konsumen, mengelola stok dengan tepat, dan menentukan harga yang kompetitif agar bisnis tetap sehat secara finansial.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Kebutuhan masyarakat terhadap akses internet kini setara dengan kebutuhan pokok, namun kenyataannya layanan tersebut masih belum dapat dinikmati secara merata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved