Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 2025, e-commerce lintas batas terus berkembang pesat tapi dengan biaya kepatuhan yang tidak terlihat mulai membatasi ruang pertumbuhan.
Laporan E-Commerce Global Otto Media Grup 2025 mencatat meskipun e-commerce lintas batas global mencapai hampir US$1,24 triliun, tingkat pembatalannya mencapai sekitar 70%.
Ini terkait ketidakpastian pajak, bea cukai, biaya pengiriman, serta kepatuhan regulasi di masing-masing negara tujuan. Laporan itu menegaskan hambatan utama saat ini bukan lagi pada apakah ada pesanan, melainkan apakah pesanan dapat diselesaikan dengan lancar di setiap negara dengan memperhatikan pajak, bea cukai, kebijakan platform, dan peraturan data berlaku.
"Dengan kata lain, tantangan utama bukan lagi akuisisi pasar, tetapi orkestrasi kepatuhan lintas yurisdiksi," kata CEO Otto Media Grup Budi Santoso, di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menerangkan laporan itu juga menguraikan pengetatan regulasi yang dihadapi sektor e-commerce di berbagai negara. Di Tiongkok, ekspor dan impor e-commerce lintas batas diperkirakan mencapai US$3.700 miliar pada 2024, disertai peraturan pajak dan pengawasan barang kian rinci.
Di AS, sistem bebas pajak untuk barang bernilai rendah diperkirakan berakhir pada 2025, yang akan berdampak pada sekitar 70% paket dari Tiongkok. Di Uni Eropa, tanggung jawab platform untuk pemungutan dan pembayaran pajak terus diperkuat setelah reformasi pajak e-commerce.
Dalam konteks tersebut, jelas Budi, Otto Media Grup mencatat adanya kontradiksi struktural saat melayani klien di Asia Tenggara, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa.
Merek-merek mengalokasikan anggaran besar untuk iklan dan subsidi guna meningkatkan GMV (gross merchandise value), tetapi proses seperti pelaporan pajak lintas batas, dokumen bea cukai, dan kepatuhan data lokal masih bergantung pada outsourcing yang terfragmentasi serta pengalaman manual.
"Laporan menunjukkan lebih dari setengah merek e-commerce lintas batas terpaksa menarik produk atau menghentikan iklan sementara akibat masalah kepatuhan, dan lebih dari sepertiga kerugian terjadi karena pesanan yang tidak dapat diselesaikan dengan lancar," terangnya.
MODUL WORLDBRIDGE
Untuk menjawab tantangan itu, laporan ini mengungkap modul WorldBridge yang dikembangkan Otto Media. Modul ini membangun peta jalur kepatuhan lintas batas bagi merek dengan menyatukan sistem pajak, proses bea cukai, pemeriksaan platform, konten sensitif, serta persyaratan privasi dan data dalam satu mesin aturan yang dapat disimulasikan, divalidasi, dan dipantau.
Budi memaparkan proyek yang terhubung dengan WorldBridge tercatat mampu memperpendek siklus perencanaan hingga pesanan pertama di pasar baru, menurunkan tingkat penolakan pemeriksaan platform, serta memperkecil kisaran prediksi pajak lintas batas dan biaya pemenuhan.
"Perubahan lanskap ini menuntut pendekatan lebih terstruktur. Banyak brand masih berpikir pertumbuhan lintas batas hanya soal trafik dan GMV. Padahal, yang menentukan keberlanjutan yaitu kepastian kepatuhan."
"Jika pajak, bea cukai, dan aturan data tidak disimulasikan sejak awal, setiap pesanan berpotensi jadi risiko. Kami melihat masa depan e-commerce bukan lagi soal ekspansi cepat, tetapi ekspansi yang terukur dan patuh,” tambahnya.
Ia menambahkan laporan ini menyimpulkan kompetisi berikutnya dalam e-commerce lintas batas tidak lagi bergantung pada iklan besar atau kurva GMV impresif, melainkan pada kemampuan mengubah rantai pemenuhan yang tak terlihat menjadi fondasi pertumbuhan yang andal.
"Dengan regulasi yang kian ketat, merek perlu beralih dari pendekatan opportunity-driven ke rule-driven dengan menempatkan kepatuhan sebagai dasar setiap keputusan produk, penetapan harga, konten, dan pemasangan iklan," terangnya.
Ia menegaskan ekosistem alat lintas batas Otto Media untuk menyediakan fondasi operasional di berbagai pasar, memungkinkan merek memahami aturan sebelum melepaskan anggaran dan membangun jalur efektif sebelum memperluas skala. "Di tengah ketidakpastian regulasi global, pertumbuhan sejati kini datang dari pengiriman stabil dan kepercayaan berkelanjutan," ucapnya. (E-2)
Pada tahun 2025 jumlah pengguna internet mencapai 221 juta jiwa atau hampir 80 persen dari total populasi.
Berawal dari usaha rumahan, Finetrus sukses menjadi UMKM perlengkapan tidur favorit di Shopee. Fokus pada kualitas bedding, Finetrus tumbuh pesat lewat inovasi dan digitalisasi.
ONE Global Capital mengumumkan pembagian dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun sejak mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre.
Kedua inisiatif tersebut menyoroti bagaimana bisnis dan komunitas lokal di seluruh dunia memanfaatkan Shopee dan ekonomi digital untuk berkembang
ASWFoods resmi meluncurkan ATB Marie Coconut, varian baru dari lini ATB Marie Susu, di tengah meningkatnya persaingan produk biskuit Marie di pasar domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved